Kartika Sari

Andrew Purnomo

CABANG USAHA
-Kartika Sari
*Jl. H. Akbar 4 Bandung Tlp. 022 423 1355 - 423 9678
*Jl. Kebon Jukut 3C Bandung Tlp. 022 423 0397 - 422 1975

*Jl. Ir. H. Djuanda 85 Bandung Tlp. 022 250 9495 - 250 9500
*Jl. Buah Batu 165 A Bandung Tlp. 022 731 9385
*Jl. Terusan Jakarta 77E Bandung Tlp. 022 710 1280
*Jl. Kopo Sayati 111 A Bandung Tlp. 022 541 4340
*Jl. Raya Timur 518 Cimahi Tlp. 022 665 6280

-Vega
*Jl. Ranggamalela 3 Bandung Tlp. 022 420 9873
*Jl. Banda 33 Bandung Tlp. 022 426 0870

GOSIPNYA
Kisah Kartika Sari dimulai pada tahun 1975, ketika Ratnawati membuka usaha kecil-kecilan dengan memproduksi bolu kukus. Selang beberapa waktu kemudian, Kartika Sari menawarkan berbagai jenis kue seperti lapis legit dan bolu. Namun tingkat penerimaan publik terhadap aneka produk itu biasa saja. Pada tahun 1986, Ratnawati mencoba menawarkan produk pisang bolen. Kali ini, tanggapan konsumen luar biasa. Rasa pisang bolen-nya yang eksotik membuat penikmatnya ketagihan. Referensi dari mulut ke mulut pun membuat pisang bolen khas Kartika Sari dengan cepat menjadi buah bibir. GOSIPNYA nama pisang bolen berasal dari bahasa Belanda bollen yang berarti bola, karena itu bentuk pisang bolen Kartika Sari pun tidak dibuat melilit seperti pisang bolen pada umumnya tapi lebih menyerupai maknanya yaitu bola pisang.
 
Pisang Bolen umum

Pisang Bolen Kartika Sari

Kini Ratnawati menyerahkan usahanya pada anaknya, Andrew Purnomo dan Kartika Sari kian membesar (GOSIPNYA salah satu dari anak Ratnawati suka berjudi dan menyebabkan berkembangnya isu bahwa pada dekade tahun 2000-an Kartika Sari terlilit hutang dan menyebabkan bisnis Kartika Sari dijual. Tapi menurut GOSIP lainnya, isu tersebut berkembang ketika suatu waktu seseorang yang baru berteman dengan salah satu anak Ratnawati bermain ke rumahnya dan membanggakan serta melebih-lebihkan cerita tentang perjudian yang dilakukan oleh anak Ratnawati tersebut).

Wendy Chandra (paling kiri) bersama Henry Purnomo (paling kanan)

GOSIPNYA pada tahun 2000 anak Ratnawati yang lain, Henry Purnomo, menjalankan bisnis game dengan membeli saham Vega Fantasy Land di Jl. Ranggamalela 3 Bandung. Ia memegang jabatan sebagai Presiden Komisaris sedangkan perusahaan ia serahkan pada sang pendiri, Wendy Chandra. Hingga kini, perusahaan tersebut telah menerbitkan sejumlah majalah sukses seperti Cinemags, Gamestation, Game Guide, Animonster, Kiddo, Gadget, Macworld, dan Archi & Meidy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.