Sosro

Sosrodjojo

Soemarsono

Soetjipto, Soegiharto, Surjanto

Soetjipto

CABANG USAHA GRUP REKSO (PT ANGGADA PUTRA REKSO MULIA)
-PT Sinar Sosro (minuman): Teh Botol Sosro, Fruit Tea, S-Tee, Country Choice, Tebs, Air Mineral Prima, Joy Tea, Happy Jus, Xian Lu, Creso
-PT Gunung Slamat (teh seduh dan celup)
-PT Sinar Jatimulia Gemilang (kemasan)
-PT Adhi Putra Mulia (properti): Hotel Mercure
-PT Adhi Putra Mulia (properti)
-PT Agropangan Putra Mandiri (agribisnis)
-PT Rekso Nasional Food (divisi pengembangan waralaba): McDonald's
-PT Puri Tirta Kencana (kebugaran dan kecantikan)
*PT Sinar Inesco
*PT Cibuniwangi
*PT Karya Sinar Ciguha
*PT Perkebunan Gunung Rosa Djaja
*PT Perkebunan Gunung Manik

GOSIPNYA
Pada tahun 1940, keluarga Sosrodjojo memulai usahanya di kota Slawi, Jawa Tengah dengan memproduksi dan memasarkan teh seduh dengan merek Teh Cap Botol. Pada tahun 1953 anak-anak Sosrodjojo yaitu Soegiharto, Soemarsono, Soetjipto, Surjanto, hijrah ke Jakarta untuk mengembangkan usaha.

Untuk menyiasati penjualan daun teh yang terus turun harganya, tahun 1965, Teh Wangi Melati yang sudah terkenal di Jawa Tengah merek Cap Botol mulai dijual secara eceran dengan mendatangi beberapa pasar.

Dengan mobil, mereka memutar lagu, mengundang dengan pengeras suara bahwa ada pembagian teh gratis. Setelah banyak orang berkumpul, mereka memasak dan menyeduh teh langsung di tempat. Teh lalu dibagikan kepada orang-orang yang ada di pasar. Cara ini kurang berhasil karena teh yang telah diseduh terlalu panas dan proses penyajiannya terlalu lama.

Mereka lalu mencoba cara lain dengan membawa air panas dari kantor. Kali ini teh dimasukkan ke dalam panci-panci besar dan dibawa ke pasar dengan mobil bak terbuka. Cara ini dianggap gagal karena teh yang dibawa sebagian besar tumpah dalam perjalanan dari kantor ke pasar. Hal ini disebabkan karena ketika itu jalanan di Jakarta masih berlubang.

Akhirnya muncul ide untuk membawa teh yang telah diseduh di kantor dan dikemas ke dalam botol bekas kecap atau limun yang sudah dibersihkan. Ternyata cara ini berhasil menarik minat pengunjung. Pada tahun 1969 muncul ide untuk menjual teh siap minum dalam kemasan botol dengan nama Teh Cap Botol Soft Drink Sosrodjojo.

Desain yang dipakai mengalami tiga kali perubahan yaitu tahun 1969, tahun 1972 dan tahun 1974. Tahun 1972 merek Teh Cap Botol diubah dengan penulisan Cap yang kecil, yang akan terbaca Teh Botol saja dari jauh. Tulisan Soft Drink dihilangkan, dan Sosrodjojo disingkat menjadi Sosro. Tahun 1974 Desain diubah seperti sekarang.

Ketika pengiriman mencapai 100 krat per hari (1 krat berisi 24 botol) tahun 1974, mereka sepakat mendirikan pabrik. Tanggal 17 Juli 1974 PT Sinar Sosro yang berlokasi di Jalan Raya Sultan Agung KM. 28 Bekasi resmi didaftarkan oleh Soegiharto, Soetjipto dan Surjanto. Dua tahun kemudian, Soemarsono bergabung. Saat itu pabrik mampu memproduksi 6000 botol per jam.

Soetjipto punya cara unik memberi harga untuk tiap botol di agen dan eceran. Sebotol tidak dihargai melebihi harga parkir yaitu Rp. 25 di tingkat pengecer sedangkan pedagang kaki lima boleh menjual 2 kali lipat.

Tahun 1981 mereka mendirikan PT Union Multipack, pabrik yang membuat mereka memproduksi minuman nonbotol. Mereka lalu membagi-bagikan kotak pendingin diatas roda dorong pada para pengecer. Teh dingin begitu menarik di kota Jakarta yang panas. Bersamaan dengan berdirinya pabrik di Tambun, Bekasi, dilakukan juga ekstensifikasi bisnis lewat strategi pengemasan. Tahun itu meluncurlah Teh Botol kemasan kotak atau Teh Kotak. Tahun 1984 penjualan mencapai 40.000 krat dan kardus per bulan. Sosro menguasai 80% pangsa pasar.

Tahun 1989 keluarga Soemarsono melepas saham pada Soegiharto sedangkan keluarga Surjanto melepasnya tahun 1992. Seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan, sejak tanggal 27 November 2004 PT Sinar Sosro bernaung dibawah PT Anggada Putra Rekso Mulia atau Grup Rekso (GR). Grup Rekso didirikan Soegiharto pada 27 November 1997. Kepemilikan sahamnya memang yang paling besar di bisnis Sosro dan adik kakaknya lebih memilih membesut bisnis masing-masing.

Dalam mengembangkan GR, Soegiharto dibantu lima anaknya yang semuanya lulusan sekolah di luar negeri. Mereka adalah Peter Soekianto Sosrodjojo, Joseph Soewito Sosrodjojo, Richard S. Sosrodjojo, Kurniati Sosrodjojo dan Sukowati Sosrodjojo. Kelima anaknya itu ditempatkan di berbagai bisnis yang berada di bawah GR.

Sukowati Sosrodjojo

Peter dijadikan komisaris di GR dan Joseph dijadikan CEO PT Sinar Sosro. Richard dipercaya mengelola PT Agropangan Putra Mandiri. Kurniati mengelola PT Puri Tirta Kencana yang bekerjasama dengan Martha Tilaar. Sukowati mengelola PT Adhi Putra Mulia yang memiliki bisnis Hotel Mercure, PT Asia Pasifik Properti dan PT Rekso Nasional Food yang mengakuisisi McDonald's Indonesia dari Bambang Rachmadi tahun 2009. Karena lebih menonjol, Sukowati dipercaya menjadi CEO Grup Rekso.

GOSIPNYA laba bersih PT Sinar Sosro tahun 2008 mencapai Rp. 1,8 trilyun dimana Rp. 9 milyar berasal dari keuntungan ekspor yang mencakup Brunei, Singapura, Malaysia, Australia, Amerika Serikat dan negara-negara Timur Tengah.

Munculnya berbagai jenis minuman dalam kemasan seperti Minute Maid Pulpy Orange dan teh hijau Nu Green Tea, serta makin tingginya kesadaran orang untuk hidup sehat, sehingga lebih suka minum air mineral, GOSIPNYA membuat produksi Teh Botol Sosro turun sekitar 30% dan membuat beberapa mesin produksi dihentikan.

Tahun 2012 GR melalui anak usahanya, PT Asia Pasifik Properti (APP), menggandeng Jumeirah Group untuk mendirikan Jumeirah Resort senilai Rp. 1,5 trilyun. Pada Maret 2016 PT Adhi Putra Mulia bekerjasama dengan Accor Hotel untuk mendirikan Hotel Ibis Jakarta Harmoni. Hingga akhir tahun 2016 McDonald's masih belum diwaralaba oleh Sosro karena gerainya masih berjumlah 171, masih jauh dibawah 250 sehingga belum wajib diwaralabakan pada pihak ketiga sesuai Permen Kemendag Nomor 58/M-DAG/PER/9/2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.