Bob Doank

Robby Tjahjadi (Bob Doank)
lahir 1957 di Bandung

USAHA
-Imah Seniman: Jl. Kolonel Masturi 8, Lembang, Bandung telp. 022-2787768
-Warung Kampung: Jl. Raya Tangkuban Perahu, Lembang, Bandung telp. 022-61311037
-Sapu Lidi: Jl. Sersan Bajuri Komp. Graha Puspa, Lembang, Bandung telp. 022-2786915
-Sapu Lidi Bali: Jl. Raya Pengosekan, Banjar Pengosekan Kelod, Ubud, Bali telp. 0361-977309
-Bebek Nonggeng: Jl. Cokorda Rai Pudak, Teges, Mas Ubud, Bali telp 0361-9160484

GOSIPNYA
Robby Tjahjadi yang lebih dikenal dengan nama Bob Doank sudah berbisnis dengan menjual mainan kembang api sejak umur 11 tahun. GOSIPNYA ia mengganti nama Robby Tjahjadi dengan julukan Bob Doank karena mirip dengan pelaku bisnis impor mobil ilegal yang juga bernama Robby Tjahjadi. Pada umur 18 tahun, ia membuat celana formal berbahan baku kanvas dan dipasarkan hingga ke seluruh Indonesia tapi tidak berhasil. Ia lalu membuat kaos nyeleneh di Bali yang juga gagal. GOSIPNYA ia sempat membuka banyak department store di Jakarta yang gagal total dan membuat ia bangkrut.

Tahun 1986 ia kembali ke Bandung. Dengan modal warisan dari orangtuanya yang telah meninggal senilai 900 ribu Rupiah, ia lalu menampung celana dan baju yang sudah rusak. Celana jeans yang telah bolong, ia sobek-sobek sehingga terlihat seperti sengaja dibuat berseni dan ia jual di Jalan Cihampelas. Karena dianggap tren baru, bisnisnya berjalan lancar dan ia mulai mengekspor ke Dubai, Jeddah, dan Moskow tahun 1996 bersama saudara-saudaranya.

Ketika itu ia sudah berkeluarga dan anaknya sudah agak besar dan butuh biaya sehingga ia menjalankan bisnis semaksimal mungkin. Ketika ia dan seorang temannya membuka toko di Moskow, ternyata Rusia belum modern. Kantor yang ia buka juga tak berizin dan penjualan dilakukan di kontainer.

Tahun 1998 terjadi krisis moneter di Asia. Karena Rusia pun terkena krisis, ia kembali ke Bandung. Karena pernah memprediksi bahwa ia takkan sanggup melawan produk Cina yang murah di industri garmen, ia pernah mencoba belajar memasak secara otodidak. Ia pernah menjual masakan Indonesia dengan gerobak di Cihampelas dan banyak yang menyukai masakannya.

Ia lalu membeli lahan kosong di daerah Lembang dengan cara mencicil. Rencananya, ia hendak membangun vila di sana, tapi tertunda karena krisis moneter. Ia membangun hutan dengan barang bekas karena keterbatasan dana. Ia lalu mencoba menjual makanan dengan membuka Dapur Sapu Lidi tahun 1999 yang tenyata sukses besar. Ia lalu meneruskannya dengan membuka Sapu Lidi Makan di Sawah tahun 2001 dan Warung Kampung tahun 2004.

Melihat bisnisnya berkembang, tahun 2010 ia membuka Imah Seniman karena melihat ada hutan lumayan luas dan membuka Sapu Lidi Resort di Ubud, Bali tahun 2013. GOSIPNYA Sapu Lidi di Bali berawal dari temannya yang minta dibuatkan konsep resto kafe tapi berkendala di tengah jalan, sehingga ia meneruskannya.

Kecintaannya pada alam diterapkan pada bisnisnya. Ketika ia membuat Imah Seniman, tak ada satu pun pohon yang ditebang. Tak hanya peduli pada lingkungan, ia juga peduli pada masyarakat sekitar resornya. Hal itu ditunjukkan pada resor Sapu Lidi Ubud.

Resor berada di tengah sawah dan dekat dengan perkampungan sekitar yang dibuat menjadi desa seni. Ia menghidupkan kegiatan budaya dan berkesenian langsung di rumah-rumah penduduk. Penduduk bisa membuat lukisan, seni ukir, atau patung. Sementara para wanita bisa membuat kuliner khas Bali. Resornya juga meminimalisasi sampah plastik. Sementara sampah organik akan dibuat pupuk.

Tahun 2013 ia membuka restoran bernama Bebek Nonggeng di Teges, Ubud. GOSIPNYA bisnis ini adalah penyaluran hobi masaknya dan seluruh menu yang ditawarkan di resornya adalah kreasinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.