Soedomo Mergonoto

Soedomo Mergonoto (Go Tek Kie / Go Tek Hwie 无德辉) lahir 3 juni 1950
istri: Mimihetty Layani (赖媚媚) lahir 17 Mei 1967 di Singkawang
ayah: Go Soe Loet lahir 1907, meninggal 12 Juli 1993 di Singapura
ibu: Po Goan Cuan lahir 30 juni 1911, meninggal 14 Oktober 2002 di Singapura
kakak: Soetikno Gunawan (Go Tek Yok) lahir 13 Agustus 1936 di Cina
Wu Yuee (Go Guat Ngo) lahir 10 Oktober 1938 di Cina
Indra Boedijono (Go Tek In) lahir 13 April 1949
adik: Singgih Gunawan (Go Tek Seng) lahir 19 Desember 1951
Lenny Setyawati (Go Tek Lian) lahir 2 Agustus 1953
Wiwik Sundari Guntur (Go Tek Hong) lahir 3 Agustus 1956

ayah mertua: Simon Petrus Mountrady Layani (Lay Se Chiap) meninggal 29 April 2017 di Surabaya
ibu mertua: Natalia Luanna Limina
anak: Christeven Mergonoto (无志好) lahir 20 September 1990 di Surabaya - Velae Dawn Leiman
Kevin Christopher Mergonoto (无志泉)
Vincent Christopher Mergonoto (无志成)
Angelica Carolyne Mergonoto (无丽欣)

Kevin, Christeven, Vincent, Angelica

GOSIPNYA
Tahun 1920 Go Soe Loet yang baru berusia 13 tahun, merantau ke Indonesia dari Fujian, Cina. Ia tidak bisa membaca dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Untuk bertahan hidup, ia mengawali usahanya dengan menjual sayur. Setelah 8 tahun bergelut di sayur mayur, tahun 1927 ia bekerjasama dengan saudaranya Go Bie Tjong dan Go Soe Bie, mereka mendirikan perusahaan kopi bubuk merek Hap Hoo Tjan di Jalan Panggung, Kenjeran, Surabaya. Mereka berjualan kopi setelah mengamati ternyata orang Indonesia sangat senang minum kopi.

Go Soe Loet

Seluruh proses pembuatan masih dilakukan secara manual, mulai dari menimbang hingga membungkus kopi dengan kertas koran. Tahun 1928 ia menjual kopi itu dengan memikul. Sekali pergi berjualan, setidaknya ia membawa 20 kilogram kopi bubuk. Ia mulai berkeliling jam 6 pagi dari Jalan Panggung, lalu menelusuri kampung-kampung hingga jam 3 pagi ke Pelabuhan Tanjung Perak.

Untuk menekan harga agar terjangkau oleh masyarakat luas, ia mencampur kopi bubuknya dengan jagung. Perlahan-lahan kopinya mulai banyak peminat sehingga ia memutuskan naik becak untuk mengirim pesanan dalam jumlah banyak pada tahun 1950. Tahun 1952-1978 ia mulai berjualan dengan mengayuh sepeda menawarkan kopinya ke pabrik dan ke toko-toko di sekitar Pabean hingga Wonokromo, Surabaya.

Sebagai anak ke-4 dari 7 bersaudara, Soedomo Mergonoto, sudah menunjukkan minat yang besar terhadap usaha ini. Soedomo berkeliling kota dengan sepeda ontel tiap hari bersama Soetikno Gunawan dan Indra Boedijono. Tahun 1957 Soedomo membuat produk baru kopi Kapal Api. Ide membuat logo Kapal Api berawal dari seringnya Go Soe Loet menjual kopi di Pelabuhan Tanjung Perak. Di sana Soedomo sering melihat kapal-kapal bersandar sehingga lahirlah logo kapal api.

Tahun 1962 kongsi usaha Hap Hoo Tjan pecah lalu aset-asetnya dibagi tiga. Go Soe Loet mendapat bagian pabrik penggorengan kopi dan melanjutkan produksi kopi dibantu Soetikno, Indra dan Soedomo. Tahun 1982 Hap Hoo Tjan dinyatakan bangkrut.

Pada 7 Juni 1967 ketua Kabinet Ampera, Jendral TNI Soeharto mengeluarkan Instruksi Presidium Kabinet Ampera No. 37/U/IN/6/1967 tentang Kebijaksanaan Pokok Penyelesaian Masalah Cina menutup sekolah asing untuk WNI sehingga pendidikan Soedomo di SMA Sim Cong, Ngaglik, Surabaya hanya sampai kelas satu.

Soedomo merasa harus melakukan sejumlah terobosan yaitu:
-Mesin canggih untuk meningkatkan kapasitas produksi
-Promosi secara agresif
-Membuat kemasan eceran
-Lahan luas untuk pabrik dan kantor
-Perbaikan manajemen

Saat itu Kapal Api baru mempekerjakan 10 orang dengan mesin goreng lokal seharga 150 ribu Rupiah dan mesin giling seharga 10 ribu Rupiah. Suatu saat, ia kaget ketika membaca sebuah ensiklopedia bahwa mesin kopi yang umum dipakai di Indonesia saat itu adalah teknologi tahun 1800-an.

Tahun 1978 ia mengunjungi pameran mesin interpack di Dusseldorf dan melihat mesin buatan Jerman seharga 130 juta Rupiah. Karena tidak punya uang, ia mengingat-ingat mesin tersebut dan mencoba membuat ulang. Mesin pun jadi dengan harga 4,5 juta Rupiah. Meski secara fisik mirip, hasil produksinya tidak seharum mesin impiannya dan volumenya pun terbatas.

Ia lalu beriklan di TVRI, stasiun TV satu-satunya di Indonesia saat itu. Ia memilih Paimo, pelawak Srimulat sebagai bintang Kapal Api tahun 1978. Langkahnya waktu itu adalah gebrakan dunia pemasaran. Meski iklan TV hanya satu tahun, pengaruhnya luar biasa. Dari urutan ke-7 daerah Jawa Timur saat itu, menjadi ke-1.

Tahun 1980 Soedomo menghubungi pemasok mesin di Indonesia yaitu Lembaga Ikatan Indonesia Jerman. Dari sana ia mendapatkan kontak PT Erieska, agen mesin Jerman tersebut di Jakarta. Ia hanya diberi syarat bayar uang muka 20%, sisanya dicicil tiap 6 bulan selama 1,5 tahun. "Saya memberanikan diri mengambil kredit yang hanya 5 juta dari Bank Bumi Daya," kenang Soedomo. Dengan mesin baru kapasitas melonjak dari 300 kg/hari menjadi 500 kg/jam.

Langkah berikutnya adalah meningkatkan mutu kemasan. Ia terinspirasi kesuksesan Unilever tahun 1970-an yang berhasil memasarkan sabun lux dalam kemasan yang dibungkus rapi, dijual eceran, dibayar tunai dan harus antri untuk mendapatkan barangnya. Sebuah cara yang sangat baik dibanding cara menjual kopinya yang harus dalam skala besar per karung, sering dicicil, dan tidak ada sistem antrian.

Kopi yang sebelumnya diproduksi dengan ukuran 10 kg/kaleng dijual eceran dengan ditimbang dan dibungkus koran, diubah jadi kemasan plastik 100 gram, 250 gram, 500 gram, dan seterusnya.

Tahun 1981 ia membeli tanah seluas 1 hektare di Jalan Raya Gilang, Sidoarjo dan memindahkan pabrik PT Santos Jaya Abadi. Sekarang total lahan produksinya mencapai 10 hektare. Pabriknya menempati areal 3 hektare, kantornya menempati gedung berlantai tiga, berdiri di atas lahan 15x50 meter. PT Santos Jaya Abadi juga melahirkan banyak merek minuman terkenal seperti ABC, Good Day, Fresco, Ya!, Kapten, Excelso dan Ceremix.

Ketika mulai pindah pabrik, ia menyadari bahwa jika manajemen tidak diperbaiki maka akan sulit maju. Ia lalu kursus dan mengikuti berbagai seminar manajemen. Merasa tidak mampu, ia memakai jasa konsultan. Saat itu ia memakai administrasi 1 orang dan sales 2 orang, sedangkan ia hanya memantau dan menandatangani cek.

Distribusi Kapal Api

Tahun 1982 produknya masuk Jakarta. Tahun 1984 ia meluaskan jaringan ke seluruh Indonesia. Tahun 1985 ia berekspansi ke Arab Saudi. Mula-mula ekspor hanya 500-600 kg, sekarang 6-7 kontainer/tahun. Tahun 1987 produknya masuk Hongkong, tahun 1990 masuk Taiwan dan Malaysia. Tapi mereknya tak selalu diterima. Di Hongkong mereknya menjadi Wenz, di Taiwan jadi Excelso karena di luar negeri nama berbau melayu diremehkan.

Tahun 1986 ia mendirikan PT Sulotco Jaya Abadi yang memproduksi kopi Kalosi Toraja, Celebes Kalosi, dan kopi Luwak. Tahun 1990 ia mendirikan PT Excelso Multi Rasa yang membawahi kedai Excelso. Ini merupakan jaringan kedai kopi modern pertama di Indonesia. Kedai Excelso pertama dibuka tahun 1991 di Plaza Indonesia, Jakarta.

GOSIPNYA Soedomo juga membuka pabrik di Cina tahun 1985. Setelah Perdana Menteri Zhou Enlai meninggal pada Januari 1976, Deng Xiaoping sebenarnya adalah calon utama pengganti Zhou Enlai. Namun, para pendukung setia Mao semasa Revolusi Budaya yaitu Kelompok Empat, berhasil menyingkirkan Deng.

Baru setelah Mao Zedong meninggal pada September 1976 dan digantikan oleh Hua Guofeng, serta Kelompok Empat telah disingkirkan, ia didukung oleh Hua Guofeng untuk kembali menduduki jabatan di dalam partai komunis. Tahun 1978 Deng menggagas reformasi ekonomi Cina bernama 改革开放 (Gaige Kaifang / reformasi dan keterbukaan) dengan sistem pasar sosialis. Empat pilar modernisasi adalah pertanian, industri, perdagangan dan investor asing, serta layanan finansial.

Reformasi ini dibuat karena Deng menganggap Revolusi Kebudayaan ala Mao Zedong gagal total. Deng menilai seseorang harus dihargai berdasarkan kemampuan dan kerja kerasnya, bukan semua serba sama ala komunis. Tahun 1979 Deng menggagas pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di pantai timur Cina yang terdiri dari Shenzhen, Zhuhai, Shantou, Xiamen, Hainan. Konsep ini memberikan perlakuan khusus sektor industri seperti keringanan pajak dan pembangunan berbagai fasilitas infrastruktur seperti jalan raya, listrik, dan pelabuhan.

Pertumbuhan ekonomi Cina tumbuh pesat mencapai 9,6% per tahun. Bahkan pertumbuhan ekonomi di Shenzhen pada tahun 1981-1984 mencapai 75% per tahun. Istilah "Kecepatan Shenzhen" atau "Efisiensi Shenzhen" pun lahir untuk menyebut standar kemajuan yang juga dikejar di daerah-daerah lain.

Pada masa ini Soedomo berkunjung ke KEK di Cina. Ia menemukan banyak hal menarik. Di mana-mana ada baliho besar, mirip iklan kampanye yang isinya mengingatkan masyarakat akan pentingnya investasi. Investor asing harus dihormati, wajib diberi kemudahan, dibantu semaksimal mungkin, agar pabrik-pabrik baru segera berdiri.

GOSIPNYA baliho besar di jalan-jalan raya itu kira-kira berbunyi, "Pejabat pemerintah yang mempersulit investor segera dipecat. Pemerintah serius," ujarnya dalam sebuah seminar KADIN Sidoarjo di Hotel Utami, kawasan Bandara Juanda.

Baliho itu bukan omong kosong. Ia membuktikan sendiri manisnya pelayanan aparat birokrasi Tiongkok. Kepada pemerintah daerah, ia menyampaikan rencana membuka pabrik, berikut prospek serta kontribusi untuk pengembangan ekonomi masyarakat. Tanpa banyak basa-basi, aparat pun bertanya: Berapa luas lahan yang dibutuhkan? Lokasi macam apa? Ia lantas meminta lahan sekian hektare.

Menurutnya kesiapan lahan itu tak sekadar fisik belaka, tapi juga surat-surat dan urusan tetek-bengek lainnya. Ketika si pengusaha datang ke lokasi, ia tak perlu pusing menghadapi persoalan pembebasan lahan. Tidak perlu khawatir digugat atau didemo oleh warga. Tak ada pemerasan, pungli, dalam bentuk apa pun. Investor bagi pemerintah Tiongkok (pusat sampai daerah), ibarat raja atau tamu yang harus dihormati.

Di Indonesia kebetulan ia sering mengalami urusan penyediaan lahan untuk pabrik, gudang, perkebunan, dan sebagainya tak mudah. Minta lahan seribu hektare memang kadang-kadang dipenuhi pemda tapi urusannya jauh dari kata selesai. Bukan tak mungkin lahan itu tanah sengketa, dipenuhi unjuk rasa, hingga aksi pematokan atau pelemparan oleh warga.

"Bupatinya bilang ada, tapi selanjutnya ngurus dhewe. Apa enggak pusing investornya? Padahal, kita orang ini kan mau kerja. Lha, kalau diriwuki terus ya gak iso kerja," bebernya. Pabrik kopi miliknya di Cina dibuat mirip di Sidoarjo. Hasil produksinya diekspor ke Arab Saudi, Hongkong, Taiwan, Malaysia.

Ketika Alibaba mulai terkenal tahun 2003, baliho-baliho itu mulai dicabut diganti oleh baliho investor lokal yang mulai menggeliat menjadi raksasa. Meski hingga sekarang Cina masih terbuka terhadap investor asing, cerita tentang baliho tersebut seakan menjadi dongeng bagi para investor Indonesia.

Tahun 1991 Soedomo  meluncurkan permen Relaxa dan Dorini di bawah PT Agel Langgeng. Tahun 1992 ia mendirikan PT Fastrata Buana untuk mendistribusikan produk-produk Kapal Api Group. Tahun 1994 Monysaga Prima didirikan untuk memproduksi minuman dalam kemasan. Tahun 1994 PT Santos Jaya Abadi berkembang dan menambah modal dengan memasukkan Singgih Gunawan ke jajaran pemilik saham. Singgih adalah saudara kandung Soedomo.

Tahun 2000 ia mengakuisisi PT Inasentra Unisatya, produsen aneka permen seperti Pindy, Morello, Dreamy, Goldy. Bisnis klinik kecantikan ia masuki melalui Miracle dan Meliderma. Di Surabaya klinik ini termasuk pemimpin pasar kelas atas. Ia juga mendirikan pabrik mesin kopi mini yang dijual ke McDonald's, Hotel Shangri-La, Hotel Hyatt, dan hotel bintang lainnya.

Ia juga pernah gagal seperti ketika meluncurkan kopi Santos dan permen Dorino sehingga rugi Rp. 1 milyar. Ia baru sadar kesalahannya ketika diadakan survei bahwa masyarakat lebih senang permen rasa mint yang pedas.

Ashley Nicole Krieger

Pada 20 Maret 2011 anak Soedomo, Vincent, menabrak seorang wanita berumur 23 tahun, Ashley Nicole Krieger, ketika balapan ilegal dengan temannya Chandra Dicky Purnomo di kota Santa Clara, California, Amerika Serikat. Vincent mengebut hingga 80 mil per jam di jalan yang batas maksimumnya 35 mil per jam. Mobil Mercedes-Benz CLS 63 hitam milik Vincent menabrak mobil Honda Civic Ashley dan membuat Ashley cedera kepala berat dan pembuluh aortanya robek. Ashley pingsan dan segera dilarikan ke rumah sakit. Tidak ada narkoba dan alkohol dalam kecelakaan ini. Vincent dibebaskan dengan uang jaminan 500 ribu Dolar AS. Pada 27 Maret 2011 Ashley dinyatakan meninggal dunia di Stanford Medical Center.

Pengadilan menyatakan adanya kesepakatan resmi dari keluarga Ashley dan keluarga Vincent pada 8 maret 2012 bahwa keluarga Vincent memberikan 1 juta Dolar AS untuk membereskan masalah civil lawsuit. Beberapa bulan kemudian keluarga Chandra juga memberikan 150 ribu Dolar AS kepada keluarga Ashley untuk membereskan masalah yang sama. Pada 4 Desember 2012 Vincent dan Chandra divonis penjara 1 tahun dan akan dibebaskan dalam 6 bulan jika berkelakuan baik.

Pada Juni 2012 Soedomo dilaporkan oleh Erwin Kusuma selaku ahli waris dari Ahmad Rivai Anwar yang memiliki saham mayoritas PT Santos Jaya Abadi, ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Soedomo dilaporkan atas tuduhan pelanggaran Pasal 263, Pasal 266, Pasal 372, dan Pasal 374 KUHP, yakni pasal-pasal tentang penggelapan dan pemalsuan akta otentik.

Dalam catatan dokumen pendirian perusahaan tanggal 18 Mei 1979, PT Santos Jaya Coffee Company didirikan dengan modal awal sebesar Rp. 40 juta yang terbagi atas 400 surat sero. Nilai modal itu diantaranya berupa aset perindustrian, penggorengan, penggilingan dan pembungkusan kopi, pembuatan mebel, alat-alat rumah tangga, percetakan, periklanan, cleaning services, peternakan dan perikanan.

Selain berupa aset, modal awal juga berupa uang tunai sebesar Rp. 8 juta atau setara 80 surat sero yang disuntik oleh Ahmad sebesar Rp. 6 juta (60 surat sero), Soedomo sebesar Rp. 800 ribu (8 surat sero), Indra sebesar Rp. 800 ribu (8 surat sero), dan Julia Poernomo sebesar Rp. 400 ribu (4 surat sero). Dalam akta perubahan pendirian perusahaan tahun 2002, modal perseroan menjadi Rp. 100 milyar, dibagi menjadi satu juta lembar saham. Dalam akta perubahan ini Ahmad tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham.

Di akte itu juga dicantumkan Soedomo menjabat sebagai direktur utama, Ahmad sebagai direktur, Indra sebagai komisaris utama, dan Julia menjadi komisaris. Selang setahun, tepatnya 30 April 1980, dilakukan perubahan nama perusahaan menjadi PT Santos Jaya Abadi yang digunakan hingga sekarang.

Soedomo dituduh memalsukan akta perusahaan nomor 24 dan 25 tentang pengalihan saham milik almarhum Ahmad tersebut. Saham Ahmad dinyatakan telah dijual. Akta itu ditunjukkan setelah Ahmad meninggal, sehingga Erwin merasa dirugikan Rp. 750 milyar.

Erwin mengklaim ayahnya tetap memiliki saham di Santos Jaya Abadi dengan membawa bukti surat wasiat ayahnya. Ia lalu mengirim somasi meminta saham ayahnya itu dibayarkan. Soedomo memiliki bukti lain bahwa saham Ahmad telah dijual dengan bukti-bukti catatan notaris.

"Perbuatan terlapor (Soedomo) menyebabkan kerugian bagi klien kami, setidak-tidaknya hak atas dividen yang belum pernah dibayar sebesar Rp. 750 milyar," ujar kuasa hukum Erwin, Zulhendri Hasan.

Karena kesehatannya yang terus memburuk, Ahmad meninggal dunia pada 10 April 2002. Ia meninggalkan seorang istri dan lima anak. Tiga tahun sebelum meninggal, Ahmad membuat surat wasiat yang ditujukan kepada ahli waris dan rekan-rekannya sesama pendiri PT Santos Jaya Abadi.

Surat wasiat tertanggal 25 Agustus 1999 yang ditulis tangan itu antara lain berisi permintaan Ahmad apabila ia meninggal pihak perusahaan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Ia juga meminta haknya berupa kepemilikan saham dan dividen yang belum pernah diberikan perusahaan diserahkan kepada ahli warisnya. Memenuhi amanat surat wasiat itu, beberapa pekan setelah kematian Ahmad, sang istri, Hartuti mengirim surat ke komisaris utama PT Santos Jaya Abadi, Indra Boedijono. Isinya meminta dilakukan RUPS.

Tak lama berselang, surat itu dijawab. Isinya mengejutkan, pihak perusahaan menjelaskan bahwa Ahmad sudah tidak lagi memiliki saham. Tak itu saja, perusahaan juga mengirimkan salinan akte nomor 24 dan 25 tertanggal 18 Mei 1979 yang dibuat di hadapan notaris Eugenie Gandaredja. Pada intinya, isi dua akte itu menjelaskan bahwa seluruh saham milik Ahmad sudah dibeli oleh Indra Boedijono dan Soedomo.

Zulhendri menduga akte nomor 24 dan 25 itu sarat dengan rekayasa. Berdasarkan pengakuan ahli waris, hingga menjelang akhir hayatnya, Ahmad tidak pernah berbicara bahwa sahamnya di perusahaan sudah kosong. Almarhum juga tidak pernah menyebut atau menunjukkan kepada ahli waris adanya akte nomor 24 dan 25 tadi. "Semasa Rivai hidup, akta itu tidak pernah ada," kata Zulhendri.

Selain itu, Zulhendri menambahkan, setelah membandingkan isi kedua akte itu ditemukan banyak kejanggalan. Misalnya, tanggal terbit akte nomor 24 dan 25 bersamaan dengan tanggal terbit akte nomor 23 di hadapan notaris yang sama, Eugenie Gandaredja. Zulhendri pun bingung, bagaimana mungkin, pada 18 Mei 1979, dibuat akta pendirian perusahaan yang menyebut Ahmad memiliki 60 lembar saham, tapi di tanggal yang sama dan notaris yang sama, diterbitkan dua akte bahwa Ahmad sudah tidak lagi memiliki saham. Karena itu, Zulhendri menduga akte 24 dan 25 dibuat pihak perusahaan setelah kematian Ahmad.

Kejanggalan makin mencolok setelah mencermati alamat kantor notaris yang tercantum di akte 23, akta 24, dan 25. Di akta 23 disebut alamat kantor notaris berada di Embong Malang, Nomor 97, Surabaya. Tapi di akte 24 dan 25, alamat kantor notaris berada di Jalan Embong Wungu Nomor 25, Surabaya. "Dua akte tersebut (akte 24 dan 25) patut diduga palsu," tuding Zulhendri.

Sementara itu, pihak PT Santos Jaya Abadi melalui kuasa hukumnya, Frans H. Winarta membantah tudingan akte nomor 24 dan 25 adalah dokumen palsu. "Palsu tidaknya sebuah akte tidak serta merta tampak dari bersamaannya kedua akte itu terbit dengan akte 23, pun dengan notaris sama tetapi alamat berbeda," Frans menegaskan.

Menurut Frans, mungkin saja benar dalam satu waktu kantor notaris pindah ke alamat lain. Mungkin juga benar jika sesaat Ahmad diberikan saham, saham tersebut langsung dijual kembali kepada Soedomo dan kawan-kawan dalam satu waktu. "Kalau itu yang terjadi, saya kira bukan palsu ya, manipulatif mungkin," ia menambahkan.

Palsu atau tidaknya sebuah akte, menurut Frans, lebih pada isi yang tidak benar atau tanda tangannya palsu. Sedangkan yang dimaksud dengan manipulatif dapat berupa seseorang menyerahkan surat kuasa kepada notaris untuk dibuatkan akte di lain hari. Padahal, perbuatannya sudah dilakukan sebelumnya. "Agar berkekuatan hukum dan aman, maka diberikanlah surat kuasa yang mencantumkan tanggal hari ini bukan hari sebelumnya," ujar Frans.

Meski manipulatif, Frans menilai dimajukannya tanggal pembuatan akte, boleh-boleh saja selama ada persetujuan kedua belah pihak, yakni klien dengan notaris. "Asalkan tidak boleh merugikan orang lain," imbuh Frans. Bagaimana jika pihak Rivai merasa dirugikan? "Semua itu harus dibuktikan di pengadilan," ujar Frans.

Setelah terbukti di pengadilan bahwa surat wasiat Ahmad Rivai palsu, Soedomo melaporkan balik Erwin ke Mabes Polri dengan tuduhan pencemaran nama baik. "Bodohnya, materai surat wasiat itu tidak cocok dengan tahun pembuatan. Makanya dia kalah. Lalu saya laporkan balik kasus pencemaran nama baik, dia kalah," ujar Soedomo. Karena mengingat jasa-jasa Ahmad, Soedomo meminta pengadilan tidak memenjarakan Erwin, tapi cukup menerima sanksi hukuman percobaan.

Tahun 2013 Wiwik dan Lenny menggugat perdata masalah warisan Go Soe Loet yang berupa saham PT Santos Jaya Abadi. Mereka menggugat berdasar surat wasiat tertanggal 10 Oktober 1994 yang dibuat oleh Po Guan Cuan. Mereka meminta pembagian warisan saham dengan porsi sama. Dalam wasiat disebutkan Soedomo, Indra, Singgih masing-masing mendapatkan 30%, sedangkan Wiwik dan Lenny masing-masing hanya 5%. Pada 12 September 2013 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya melalui majelis hakim yang diketuai Erri Mustianto memenangkan pihak penggugat. Pengadilan memutuskan pembagian saham harus dilakukan secara merata.

Keputusan itu disesalkan pihak tergugat. Soedomo melalui kuasa hukumnya, Kukuh Pramono Budi, menganggap banyak kejanggalan dalam putusan majelis hakim. Menurutnya secara aturan, wasiat hanya bisa dibatalkan oleh orang yang membuat wasiat. Sedangkan pengadilan tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan.

Selain itu PT Santos Jaya Abadi secara hukum di depan notaris Eugenie Gandaredja dimiliki empat orang yaitu: Ahmad Rivai (yang sahamnya dijual pada Soedomo dan Indra sehingga tidak dianggap lagi), Soedomo, Indra, dan Julia selaku istri Indra. Sehingga tidak bisa dikatakan sebagai perusahaan warisan. Jika dilakukan pembagian saham, hanya pendiri yang mendapat bagian saham tersebut. Sedangkan pihak lain yang tidak tercantum, mustahil mendapatkan bagian saham. Terkecuali, dilakukan penjualan ke publik.

Kepemilikan perusahaan hanya dari para pendiri dan penanam modal sedangkan Go Soe Loet, Po Guan Cuan, Lenny, Wiwik tidak pernah ikut menanam modal di perusahaan tersebut. Soedomo menambahkan, secara aturan pembagian saham dilakukan melalui RUPS. Mereka yang berhak mendapatkan adalah pendiri dan penanam modal saja.

Soedomo dan Indra langsung mengajukan banding atas putusan tersebut ke Pengadilan Tinggi Surabaya. Namun Pengadilan Tinggi Surabaya menolak banding para tergugat. Dalam pertimbangannya, majelis hakim baik di PN Surabaya maupun di Pengadilan Tinggi Surabaya menyatakan bahwa PT Santos Jaya Abadi didirikan tahun 1975. Padahal menurut Soedomo, tidak ada bukti PT Santos Jaya Abadi didirikan tahun 1975, termasuk tidak ada juga bukti Go Soe Loet, Po Guan Cuan, Lenny, Wiwik memiliki saham PT Santos Jaya Abadi.

Tidak terima putusan tersebut, Soedomo dan Indra juga Notaris Rika You Soo Shin yang membuat Akta Wasiat Po Guan Cuan mengajukan kasasi di Mahkamah Agung (MA). Pada 25 November 2015 permohonan kasasi dikabulkan oleh MA sehingga menyatakan gugatan Wiwik dan Lenny ditolak.

Ketika permohonan kasasi diajukan ada gugatan dari Wu Yuee pada tahun 2014 yang menarik perhatian publik. Semula hubungan ke-7 anak Go Soe Loet rukun sebelum adanya gugatan dari Lenny dan Wiwik pada tahun 2013.

Gugatan itu membuat Wu Yuee tidak diakui sebagai anak sah Go Soe Loet oleh Singgih, Lenny, Wiwik padahal Soetikno, Indra dan Soedomo tidak meragukan Wu sebagai anak Go Soe Loet. Indra dan Soedomo bahkan rela melakukan uji tes DNA di lembaga Eijman tapi Singgih, Lenny, Wiwik masih tidak mengakui Wu. Bahkan hakim ketua majelis Hari Widodo, hakim anggota Manungku Prasetyo, dan hakim anggota Sri Herawati tidak memberi kesempatan untuk mengajukan pembuktian.

"Tes DNA jelas 99% saudara kandung, masak bohong. Waktu mama masih hidup, dia (Wu Yuee) sering datang ke Surabaya. Waktu mama sakit, dirawat di Singapura, juga datang menjenguk," kata Soedomo. Soedomo melanjutkan Wu juga pernah datang ke Indonesia menjadi wali pernikahan anaknya Singgih kata Soedomo sambil menunjukkan bukti-bukti file foto di tabletnya.

Wu datang ke Indonesia bersama ibunya Po Guan Cuan ketika bisnis Go Soe Loet sukses. Saat itu, Po Guan Cuan juga mengajak anak pungut bernama Go Tek Yok yang disahkan oleh pengadilan menjadi Soetikno Gunawan ke Surabaya. Di Indonesia, Po Guan Cuan kembali melahirkan lima anak, yakni Indra, Soedomo, Singgih, Lenny dan Wiwik.

Dalam travel document Po Guan Cuan ke Indonesia pada 17 September 1947, terdapat keterangan foto wajah Wu dan Soetikno. Ia datang ke Indonesia ketika di Cina sedang perang dan tinggal di Surabaya beberapa tahun.

Soedomo lalu menceritakan perjalanan Wu setelah beberapa tahun tinggal di Surabaya, Wu kembali ke Cina untuk kuliah. Sementara Soetikno tinggal di Surabaya. Selepas kuliah di Cina, Wu bekerja sebagai guru di sana lalu menikah dan menetap di sana. Indra dan Soedomo bersedia membagi warisan orangtua berupa tanah atau lahan, rumah, emas serta berlian.

Sebenarnya yang diminta Wu hanyalah pengakuan sebagai seorang anak dari Go Soe Loet dan Po Guan Cuan. Namun gugatan Wu itu tidak dikabulkan oleh MA karena saat itu MA sedang menangani gugatan Lenny dan Wiwik.

Soedomo mengatakan bukti-bukti yang mendukung Wu adalah anak kandung Go Soe Loet dan Po Guan Cuan adalah Undang-Undang Tentang Notaris RRT; Notarial Certificate Translation; Berita Duka Go Soe Loet; Kementerian Luar Negeri Republic Of China; Berita Duka Po Guan Cuan; Kartu Data Siswa; dan Hasil Identifikasi DNA.

Menjadi pertanyaan atas dasar apa majelis hakim menolak mengabulkan gugatan Wu, sebab putusan itu tanpa didukung oleh bukti-bukti. Karena putusan hakim yang terlalu gegabah, lalai dan teledor tersebut membuat Wu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya.

Wu di masa tuanya ingin melihat semua saudara-saudaranya rukun. Bagi yang tidak mengakuinya Wu ingin dites DNA. Masalah Wu akhirnya selesai setelah pada 25 November 2015 permohonan kasasi dikabulkan oleh MA sehingga menyatakan Wu adalah anak kandung sah Go Soe Loet dan Po Guan Cuan.

Akhir tahun 2015 Soedomo mengatakan memilih menggunakan teknologi mesin otomatis yang akan diterapkan di perusahaannya sekitar tahun 2020 agar produksi tetap berjalan cepat dan efisien karena kenaikan upah minimum regional (UMR) tidak diimbangi dengan produktivitas. Efisiensi tersebut bakal mengurangi 60% tenaga kerja. "Tiga tenaga kerja Indonesia tingkat produktivitasnya sama dengan satu tenaga kerja dari Tiongkok. Kasir saja, misalnya, antara kasir Indonesia sama kasir dari Tiongkok, beda kecepatan dan produktivitasnya," ujarnya.

Hal tersebut mulai dilakukan di negara-negara maju seperti Cina, Amerika Serikat, dan Jepang. Di Indonesia pun hal tersebut mulai terlihat dengan dibukanya toko swalayan JD.ID X-Mart seluas 270m² tanpa pegawai manusia di PIK Avenue, Jakarta pada 2 Agustus 2018.

Sementara itu di sektor hulu ia menggunakan strategi lain. Ia memilih menerapkan semacam corporate social responsibility, seperti yang dilakukannya terhadap para pekerja perkebunan kopi milik Kapal Api di Toraja, Sulawesi Selatan.

"Saya ambil satu kebijakan, tiap karyawan saya berikan lahan tiga hektare untuk dikelola sendiri tanpa ada UMR lagi. Nanti hasilnya kami tampung sesuai harga pasar," kata Soedomo. Sedangkan di waktu senggang, perusahaannya memberikan mereka dana untuk beternak kambing, sapi, kerbau, atau babi.

Ia membeberkan minimnya perusahaan kopi yang memiliki perkebunan sendiri karena UMR tiap tahun naik sedangkan kopi dipetik satu-satu. Para pemetik kopi tersebut mendorong biaya menjadi mahal.

Ia juga memberikan opininya tentang bisnis, "Bisnis masa sekarang haruslah mencari info yang banyak. Juga banyak kerja keras dan inovasi. Siapa yang memiliki info duluan, ia yang dapat kesempatan memenangkan persaingan."

Menurutnya, jaman dahulu sangat berbeda dengan jaman sekarang. “Kalau jaman dulu kita masih menggunakan kekuatan badan kita untuk berjuang, tapi sekarang tidak bisa lagi karena sudah jamannya teknologi dan informasi. Jadi siapa yang punya ilmu dan menguasai informasi itu yang akan menjadi pemenang,” cetusnya.

Misalnya, ingin menjadi pengusaha sukses, harus mengetahui informasi atau membaca peluang apa yang paling disukai oleh orang yang berduit. Atau membuat produk bagaimana orang mau membelinya. Jika produk yang dibuat tidak laku atau tidak mau dibeli orang, berarti usaha tersebut gagal.

Pada 27 Juli 2018 Mimi Alawiyah, salah satu trainer senior di Indonesian Coffee Association, menjelaskan lewat acara Shopee X Anomali Coffee, di Anomali Coffee Menteng, Jakarta, bahwa memilih biji kopi yang terbaik sesuai dengan selera bisa dicek dengan metode skoring.

Pertama Anda bisa menilai wangi kopi sebelum diseduh, setelah biji dihaluskan, jika Anda suka wangi salah satu jenis kopi, bisa diberi nilai tinggi antara skala 6-9. Lalu seduhlah dengan air panas sekitar suhu 91-93 Celcius atau setelah didiamkan 10 menit pasca mendidih. Lalu ciumlah setelah diseduh, apa wanginya bertambah, ataukah malah berkurang, lalu beri skor lagi dengan skala yang sama, sesuai aroma kesukaan Anda.

Penilaian selanjutnya ialah dalam segi rasa kopi. Berbagai kopi dari Nusantara punya varian rasa yang beragam, mulai dari nutty, tobaco, chocolate, hingga aneka buah. Anda bisa merasakannya dengan menyeruput kopinya dengan sendok teh, usahakan mengenai seluruh bagian lidah agar terasa varian rasanya. Jika dominan pahit, akan terasa di pangkal lidah, rasa manis terasa di ujung lidah, asam di sisi lidah dan sebagainya. "Kalau nutty, cokelat, buah, tembakau, asam, dan lainnya itu masih rasa asli kopi, kalau prengus, rasanya anyir itu sudah rusak kopinya," kata Mimi yang sudah 10 tahun menggeluti dunia kopi.

Penilaian berikutnya ialah after taste, setelah Anda sruput kopi tersebut telanlah lalu disusul menelan ludah dua-tiga kali. Jika rasa kopi masih mengganjal di tenggorokan, maka after taste-nya rendah, sebaliknya jika bersih di tenggorokan, maka after taste-nya disebut clean. Anda bisa kembali memberi nilai tinggi di rasa kopi yang Anda suka, juga di after taste yang paling clean.

Lalu saatnya mengukur tingkat keasaman dan body kopi. Keasaman ialah rasa asam yang dikeluarkan dari seduhan kopi, sedangkan body terkait kekentalan yang berbanding lurus dengan rasa pahitnya.

"Antara acidity dan body biasanya berbanding terbalik, kalau sangat asam, maka pahit atau body-nya berkurang, sebaliknya juga. Tapi bisa jadi dua-duanya balance di medium (sama-sama tidak terlalu pahit, dan tidak terlalu asam)," katanya lagi.

Terakhir Anda tinggal merata-rata hasilnya, semua skor tadi dijumlahkan dan dibagi enam kategori tadi. Anda bisa melihat mana jenis kopi yang sesuai selera Anda dari hasil nilai tertinggi jika Anda membandingkan berbagai jenis kopi.

Velae Dawn Leiman


Sejak 2013 perlahan-lahan Soedomo mulai menyerahkan kendali perusahaan pada anaknya dengan menugaskan Christeven mengembangkan Kapal Api Global dan menugaskan Kevin mengembangkan Excelso. Pada 20 Mei 2017 Christeven menikah dengan Velae Dawn Leiman di Grand City Mall, Surabaya.

Pada 1 Juni - 30 September 2018, Kapal Api bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (BEKRAF) memperkenalkan gerakan wirausaha sosial (sociopreneurship) Secangkir Semangat #buatnyatatujuanmu. Pada akhir program di bulan februari 2019, ide bisnis terbaik akan memperoleh modal usaha hingga Rp 250 juta dan dibimbing langsung oleh Yoris Sebastian sehingga ide bisnisnya benar-benar dapat berjalan. Kompetisi dapat diikuti lewat https://www.secangkirsemangat.id/.

Jos Oren

Bernardus Yosep Te Victoria lahir 8 September 1978 di Lampung
ayah: Sutarno
ibu: Meisinah
istri: Maria

GOSIPNYA
Bernardus Yosep Te Victoria yang biasa dipanggil Jos didandani seperti perempuan dengan memakai rok hingga usia 5 tahun karena ayahnya ingin anak perempuan. Nama belakangnya pun awalnya adalah Fitria, karena selisih empat hari dari Idul Fitri. Ketika akan masuk SD, selain dilarang memakai rok oleh gurunya, nama Fitria pun diubah menjadi Victoria. Ketika kecil ia pernah sakit tipus selama dua bulan dan berbaring terus di ranjang sehingga rambutnya jadi kribo hingga kini.

Meski memiliki anak kaya, penampilan sang ibu amat sederhana. "Sampai saat ini, ibu saya masih menjalankan profesinya berjualan secara keliling yang pendapatan per hari nya tak lebih dari Rp. 20.000-Rp. 25.000. Walaupun saya sudah ratusan kali memintanya berhenti, tetap saja dia tidak mau. Itulah ibu saya," kata Jos yang kini sudah memiliki 3 anak.

Ayahnya adalah seorang petani di Lampung, yang punya pekerjaan sampingan sebagai penjual bakso. Sejak kecil Jos terbiasa bekerja keras, mulai angon kerbau sebelum sekolah hingga menjadi tukang ojek ketika SMA untuk menambah uang saku.

Karena tidak punya biaya untuk kuliah, Jos memutuskan merantau ke Jakarta tahun 1996 dengan bekal ijazah SMA. Usahanya sempat berkembang berkat bisnis rental kamera, tapi lalu bangkrut karena tergiur bisnis batu giok. Ia memulai lagi dari nol sebagai sales buku. Profesi sebagai sales membuatnya terbiasa ditolak.

Penghasilan sebagai sales tak cukup untuk hidup sehingga ia mencari pekerjaan lain. GOSIPNYA ia harus bisa bertahan hidup dengan hanya Rp. 3.000 per hari dari uang operasional sewaktu menjadi sales. GOSIPNYA ia sering menyamar sebagai mahasiswa agar bisa naik angkot dengan tarif Rp. 1.000.

Kakaknya, Mbak Gendut, yang bekerja di sebuah rumah sakit, mendapat kabar dari seorang karyawan ANTV yang kerap check-up di sana, bahwa di tempatnya bekerja sedang ada lowongan pekerjaan.

Jos lalu bekerja di ANTV karena terpesona oleh gedung mewahnya meski tidak mengerti pekerjaan macam apa menjadi office boy. Setelah bekerja ia baru tahu bahwa office boy adalah istilah keren untuk jongos. Bekerja di stasiun TV membuatnya sadar bahwa ia memiliki ketertarikan di bidang penyiaran dan multimedia.

Ia sangat antusias memperhatikan kru televisi bekerja. ia sering bertanya pada para kru berbagai hal tentang dunia broadcasting dan multimedia. Ia pernah memakai komputer kantor untuk belajar mengedit video dan ada yang tidak sengaja terhapus. Untungnya editornya baik dan memaafkan kesalahannya.

Ia hanya bekerja 9 bulan di ANTV karena bosnya, Daniel Tumiwa, mengajaknya bergabung ke MTV Indonesia yang saat itu baru tayang di Indonesia dan merupakan bagian dari ANTV.
Daniel Tumiwa, salah seorang pendiri MTV Asia yang menjabat sebagai Head of Marketing, memberi akses belajar seluas-luasnya kepada Jos.

Bekerja di MTV membuatnya harus bisa bahasa Inggris. "Sering saya sengaja memutuskan kabel telepon karena tidak mengerti harus menjawab dalam bahasa Inggris," tuturnya. Sembari bekerja dan belajar editing video, ia lalu belajar bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA. "Tadinya saya mau kursus saja, tapi dipikir-pikir, kalau lulus kursus tidak ada wisudanya. Sedangkan saya ingin merasakan wisuda, karena di keluarga kami tidak ada yang wisuda," katanya. Tapi karena sibuk bekerja, ia tidak lulus kuliah. Di kampus itu juga ia bertemu calon istrinya, Maria.

Setelah mengalami PHK di MTV, ia sempat berdagang bakso. Saat itu Daniel Tumiwa mendirikan rumah produksi Vertigo dan ia dipanggil lagi untuk bekerja. Di sini ia banyak menimba ilmu sehingga ia bermimpi untuk punya perusahaan sendiri. Keinginan itu disampaikan ke sahabatnya, Bowo.

Pada Januari 2007 Jos dan Bowo membuka rumah produksi yang diberi nama Vertical. Proyek perdananya adalah Soundrenalin senilai Rp. 1 milyar. Bisnisnya terus bertumbuh hingga kini dan ia mendirikan beberapa perusahaan baru.

Bisnis pertamanya adalah Numedia yang merupakan perusahaan yang bergerak pada layanan digital signage untuk media luar ruang. Misalnya, layanan yang diberikan kepada Indomaret. Bisnis kedua, adalah Go Line, yakni aplikasi berbasis sistem antrian online. Misalnya, untuk diaplikasikan di rumah sakit.

Bisnis ketiga adalah Numyseed Academy, yaitu kampus yang bergerak di bidang perhotelan dan pelayanan yang berlokasi di Cianjur, Jawa Barat. Bisnis keempat adalah Numotion, yang merupakan perusahaan rumah produksi sekaligus rumah grafis. Bisnis kelima adalah situs www.kamubisa.com, yang merupakan Web TV Channel yang menayangkan berbagai video tutorial.





Tahun 2012 ia mencoba ikut kompetisi balap Kelas Klasik. Ia lalu pindah ke Kelas Retro. "Sebenarnya saya tidak punya basic pebalap. Kebetulan saja senior-senior saya di Corolla Retro Club banyak yang jadi pebalap; lalu iseng-iseng saya ikut ajang drag, dan ternyata bisa naik podium," ujarnya.

Jos akhirnya merasa capek, "Ajang drag itu kan nunggunya lama. Jadi, saya berpikir ingin mencoba balap touring dengan ikut di Kelas Old School, sampai gelaran ISSOM Seri Pertama. Eh, dari iseng ingin mencoba, sekarang malah kecanduan!"

Mantan Ketua Indonesia Corolla Classic Club ini mencoba turun lagi di Kelas Retro 1600 dan Retro 2000 – yang kebetulan digabung – dengan menunggangi Corolla SR tahun 1979. Meski memakai mobil kelas 1600 ia mencoba bertanding di dua kelas tersebut dan ternyata ia berhasil menjuarai Kelas Retro 1600 dan Juara 3 Kelas Retro 2000 di ajang Indonesia Sentul Series of Motorsport 2015 (ISSOM 2015) Seri Kedua.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2016, teman-temannya mendorong untuk membuat buku atau film terkait kisah hidupnya. Ia tidak begitu yakin. Dua bulan setelah itu, Daniel Tumiwa mengunjunginya dan memberitahunya untuk membuat buku  karena buku tersebut dapat menginspirasi mereka yang membacanya.

Pada 8 September 2018, tepat ketika usianya 40 tahun, ia meluncurkan buku berjudul I'm Jongos yang menceritakan tentang kisah hidupnya. Ia ingin pensiun di usia 45 tahun. Ia bertekad membangun 'rumah pintar', sejenis panti penampungan bagi anak-anak yang diyatim-piatukan keadaan. Di rumah ini akan diajarkan aneka macam skill mulai dari berkebun, beternak, perbengkelan, hingga multimedia, untuk melatih jiwa wirausaha mereka sekaligus menumbuhkan mental pemberi dan mengikis habis mental peminta.

Traveloka

Ferry Unardi
lahir 16 Januari 1988 di Padang

Albert Zhang, Derianto Kusuma, Ferry Unardi

GOSIPNYA
Setelah lulus SMA tahun 2004, Ferry Unardi kuliah jurusan Computer Science and Engineering di Purdue University, Amerika Serikat. Setelah lulus tahun 2008, ia bekerja sebagai Software Engineer di Microsoft, Seattle.

Setelah bekerja selama 3 tahun, Ferry mencoba peruntungannya ke Cina dan mendapat inspirasi terkait industri wisata dan penerbangan. Ferry tidak percaya diri untuk memulai startup sehingga memutuskan untuk melanjutkan kuliah mengambil jurusan Administrasi Bisnis di Harvard Business School tahun 2011.

Setelah melewati 1 semester di Harvard, Ferry merintis startup di bidang pencari tiket pesawat. Ide ini berawal saat Ferry kesulitan mencari tiket pesawat untuk pulang ke Padang. Di saat libur kuliah, ia hendak pulang ke Indonesia. Rute yang tersedia hanya sampai ke Jakarta dan harus mencari tiket lagi untuk bisa sampai ke Padang. Selain itu ketika mencari tiket lewat situs penyedia tiket, sering disconnect dan tidak ada kontak lebih lanjut dari agen travel tersebut.

Pada tahun 2012 Ferry berhasil meyakinkan Derianto bahwa tahun tersebut adalah waktu yang tepat untuk memulai sesuatu di bidang usaha agen online travel di Indonesia, karena pasarnya besar dan belum ada kompetitor yang berarti. "Kami melihat contoh-contoh perusahaan serupa dari Amerika dan China (Kayak, Qunar, CTrip) sebagai contoh role model yang kami ikuti," jelas Derianto.

Pada Maret 2012 Ferry dan Derianto mengajak satu orang Indonesia lainnya yang merupakan teman sekelas Ferry di Purdue: Albert Zhang. Ferry dan Derianto bertugas mengurus program, sedangkan Albert mengurus desain. Saat itu Derianto sudah bekerja selama 2 tahun di LinkedIn sedangkan Ferry sudah bekerja 3 tahun di Microsoft, serta Albert sudah 3,5 tahun bekerja di Netsuite (sebuah anak perusahaan Oracle).

Derianto Kusuma adalah peraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Komputer tingkat SMA pada tahun 2003 di Balikpapan. Semua penerima medali OSN mendapatkan beasiswa dari Sampoerna Foundation untuk kuliah S1 di universitas lokal. Setelah meraih prestasinya itu, Derianto berkesempatan mengikuti tahapan Pelatnas I Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI), Pelatnas II TOKI, Pelatnas III TOKI hingga terpilih dalam 4 besar untuk mewakili Indonesia di International Olympiad in Informatics (IOI).

Pada IOI 2004 di Yunani, ia berhasil meraih medali perak; kemudian meraih medali perak juga pada tahun 2005 IOI Polandia, dan sekali lagi mendapat medali perak pada IOI 2006 di Meksiko. Setelah mendapatkan medali IOI tahun 2004, ia mendapat beasiswa penuh (biaya kuliah dan hidup) dari Sampoerna Foundation ke sekolah manapun di seluruh dunia.

Ia lalu mendaftar ke 5 universitas di Amerika, diterima di 3 sekolah, dan pada tahun 2006 akhirnya memilih Stanford University jurusan Computer Science di Silicon Valley. Hingga menyelesaikan S1 tahun 2010, Sampoerna Foundation telah menanggung biayanya hingga 180.000 Dolar AS.

Di masa kuliah ia sudah tidak terlalu aktif mengikuti kompetisi, meski pernah juga mengikuti hingga berhasil ke semifinal Facebook Hacker Cup. Ia merasa ada prioritas lain dalam hidupnya yang harus mulai diperhatikan, yaitu karir pekerjaan dan pergaulan sosial.

Pada tahun 2006 Derianto pernah diajak untuk membuat startup seperti Twitter (saat itu Twitter belum ada) tapi ia tolak karena tidak begitu antusias dengan startup. Ketika kuliah ia magang di Microsoft tahun 2008 dan 2009 sebelum akhirnya bekerja di Microsoft tahun 2010.

Ketika sedang libur, ia berkumpul dengan teman-temannya asal Indonesia dan membicarakan tentang mendirikan startup di Indonesia. Ia tertarik dan hampir pulang ke Indonesia di akhir tahun 2010 untuk mulai mendirikan startup e-commerce tapi tidak punya keberanian sehingga ia kembali bekerja di Microsoft.

Ia lalu mendengar kabar bahwa gaji di perusahaan startup di Silicon Valley lebih tinggi dan lebih menyenangkan. Ia lalu melamar bekerja pada Google, Facebook dan LinkedIn. Setelah ditolak oleh Facebook, ia menerima tawaran dari Google dan LinkedIn (yang saat itu masih perusahaan kecil dan belum IPO).

Setelah berdebat dengan kedua orangtuanya yang lebih memilih Google karena lebih terkenal, ia tetap lebih memilih LinkedIn. Alasannya karena LinkedIn menawarkan tanggung jawab yang lebih besar. Setelah bekerja di LinkedIn, Derianto merasa beruntung telah memilih perusahaan yang tepat karena saat itu LinkedIn sedang berusaha melakukan Initial Public Offering (IPO) yang merupakan pengalaman yang sangat berharga untuknya. Selain itu, LinkedIn juga memakai Java yang merupakan keuntungan bagi Derianto ketika akan membuat Traveloka; karena lebih umum dan lebih mudah mencari karyawan dibanding Python/Go/bahasa lain yang dipakai Google.

Setelah LinkedIn IPO pada 19 Mei 2011 dengan penawaran perdana 45 Dolar AS, harga sahamnya ditutup di 94,25 Dolar AS hanya dalam waktu sehari. Dengan harga itu valuasi LinkedIn mencapai 9 milyar Dolar AS dan mendapat lebih dari 350 juta Dolar AS lewat IPO yang membuat LinkedIn menjadi salah satu perusahaan dengan IPO terbesar setelah Google tahun 2004. Hal ini membuat Derianto menjadi lebih percaya diri.

Setelah beberapa kali pertemuan dengan Ferry di akhir 2011 dan awal 2012, Derianto akhirnya mengundurkan diri dari LinkedIn dan kembali ke Indonesia pada Februari 2012 untuk memulai Traveloka. Mereka bekerja dari pagi hingga malam setiap hari. Tidak ada yang pernah berpengalaman membangun startup. Bahkan LinkedIn pun jauh lebih besar karena punya 400 karyawan. Satu-satunya pengalaman yang sangat membantu mereka ketika bekerja di perusahaan besar adalah pengalaman membuat teknologi dengan proses dan sistem yang matang sebelum diluncurkan ke publik.

Traveloka di-launching pada Oktober 2012 dengan konsep awal situs pembanding tiket pesawat. Saat itu mereka sangat optimis bisa diterima pasar karena berdasarkan pengalaman pribadi hampir tidak ada situs yang menyediakan layanan penerbangan dengan lengkap, metode pembayaran yang terpercaya belum banyak, dan disertai layanan pelanggan 24 jam.

Keunggulan mereka terletak dari tim inti yang semuanya mengerti pemprograman dan mengerjakan sendiri situs dari nol sehingga ketika ada yang error, mereka bisa langsung memperbaikinya. Suatu hal yang tidak dimiliki perusahaan lain.

Tahun 2013 Traveloka berubah menjadi situs reservasi tiket pesawat. Hambatan yang dimiliki Ferry bukan hanya mengelola tim yang mulanya hanya 8 orang tapi meyakinkan maskapai penerbangan agar bersedia bekerjasama dengan Traveloka.

Pada awal launching tidak ada maskapai yang mau bekerja sama. Traveloka menjual tiket sebagai reseller tanpa komisi. Setelah jumlah kunjungan terus meningkat, para maskapai mulai melirik lalu mulai bekerja sama dan memberi profit 5% dari harga total tiket pesawat pada Traveloka.

Tidak ada metode secara langsung untuk meyakinkan konsumen agar transaksi di Traveloka. Yang dilakukan pertama kali adalah mengejar jumlah kunjungan dengan cara meningkatkan kualitas situsnya, mulai dari tampilan, fitur, informasi, hingga Search Engine Optimization (SEO).

Setelah semakin banyak pengunjung yang mampir, semakin banyak peluang terjadinya transaksi. Setelah transaksi berhasil diharapkan untuk penerbangan berikutnya mereka kembali memakai Traveloka dan merekomendasikan pada teman-temannya. Selain mulut ke mulut, strategi lain tentu saja lewat media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram serta media konvensional seperti reklame, koran dan televisi.

Itulah strategi Traveloka yang kini mendapat banyak saingan seperti tiket.com (yang telah diakuisisi blibli), pegipegi, nusatrip, reservasi.com, skyscanner, pergi.com, tiket2, wego, airyrooms. GOSIPNYA persentase angka kunjungan yang menjadi transaksi mencapai 2-5% per hari dengan kunjungan sekitar 250.000 pengunjung per hari.

Sejauh ini Traveloka sudah mendapatkan pendanaan dari beberapa perusahaan modal ventura. Pendanaan pertama berasal dari East Ventures pada tahun 2012 dan Global Founders Capital pada tahun 2013, serta Hillhouse Capital Group, JD.com, Sequoia Capital, dan Expedia tahun 2016-2017 senilai 500 juta Dolar AS.

Pada 11 November 2017 Derianto terkena isu walk out ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sambutan di JIExpo Kemayoran dalam rangka peringatan 90 tahun Kolese Kanisius berdiri. Padahal Derianto tidak hadir karena sedang melakukan perjalanan dinas yang telah direncanakan beberapa bulan sebelumnya.

Saat itu yang melakukan walk out pertama kali adalah pianis Ananda Sukarlan yang diikuti oleh ratusan alumni dan hadirin yang lain. Setelah Anies selesai memberi sambutan dan meninggalkan acara, Ananda Sukarlan dan sejumlah alumni yang sempat walk out, kembali ke tempat duduk masing-masing.

Ananda kemudian memberikan pidato selepas menerima penghargaan. Dalam pidatonya, komposer Rapsodia Nusantara ini memberi penjelasan atas sikapnya meninggalkan ruangan. Ananda mengkritik panitia yang telah mengundang Anies hadir dalam acara tersebut. "Anda telah mengundang seseorang dengan nilai-nilai serta integritas yang bertentangan dengan apa yang telah diajarkan kepada kami," kata Ananda. Entah siapa yang menghembuskan isu tersebut yang pasti #UninstallTraveloka sempat menjadi trending topic Twitter di Indonesia.

Kini Traveloka tidak hanya menyediakan tiket pesawat, tapi juga pemesanan hotel, pemesanan taksi, tiket kereta api, tiket bus, tiket wahana wisata, pembayaran data internet, PLN, PDAM, BPJS, pembelian voucher game, hingga ulasan tempat makan. Per Juni 2018, Traveloka memiliki sekitar 2.300 karyawan yang tersebar di 6 negara: Indonesia, Malaysia, Vietnam, Singapura, Thailand, Filipina.

Pada 15-31 Mei 2018 Traveloka menyelenggarakan undian berhadiah untuk menonton pertandingan babak 16 besar dan semi final Piala Dunia 2018 secara langsung di Rusia. Pelanggan setia Traveloka dapat menukarkan 200 poin dengan 1 nomor undian. Hadiah dari undian Traveloka Points ini berupa 2 paket perjalanan untuk menyaksikan pertandingan babak 16 besar dan 1 paket perjalanan untuk babak semi final. Paket perjalanan ini masing-masing berlaku untuk 2 orang serta dilengkapi dengan tiket pesawat pergi-pulang dan akomodasi gratis untuk total perjalanan selama 5 hari 4 malam.

Ketika Piala Dunia 2018 diselenggarakan, Traveloka menjadi sponsor resmi dan menggelar nonton bareng di 100 kota di Indonesia. Selain itu pelanggan dapat menukar Traveloka Points dengan merchandise Piala Dunia berupa satu set tato maskot Piala Dunia, topi, handuk, pin, hingga replika trofi yang merupakan merchandise terbaik dan bisa ditebus dengan 5.000 poin.

Pada 27 November 2018 Derianto mengundurkan diri dari jabatan CTO-nya. "Traveloka kini sedang melalui tahap transisi, pekerjaan transformasi teknologi saya telah selesai dengan terbentuknya tim yang kuat untuk membawa pondasi kokoh kami untuk terus maju dan jalan untuk Traveloka ke depannya telah terjamin dengan pembiayaan atau investasi terbaru. Kini adalah waktu yang tepat bagi saya untuk melanjutkan bab selanjutnya dari hidup saya," ujarnya.

Ferry Unardi menjadi orang kaya termuda dengan usia 30 tahun dari daftar 150 orang terkaya di Indonesia yang dirilis Majalah Globe Asia pada Juni 2018 dan berada di peringkat 146 dengan kekayaan 146 juta Dolar AS.

Rupiah


Tabel Pecahan uang era Hindia Belanda
Nama Nilai Keterangan
Ringgit 2,5 Rupiah
Kupang 0,5 Ringgit
Uang 1/3 Tali
Sen 0,01 Rupiah ada koin ½, 1, 2½, 5, 10, 25, 50, 100 Sen
Tali 25 Sen
Picis 10 Sen
Ketip / Kelip / Stuiver / Belong 5 Sen
Gobang / Benggol 2,5 Sen
Pincang 1,5 Sen
Peser 0,5 Sen
Cepeng, Hepeng 0,25 Sen

Ket:
-Pada tahun 1833, diputuskan bahwa satuan duiten tak lagi digunakan dan sebagai gantinya adalah 1 Gulden = 120 sen. Lalu di tahun 1854, nilai 1 Gulden = 100 sen.
-Hingga tahun 1940 ada 3 macam uang: logam, kertas, gantian (surrogaat).
-Uang logam dikeluarkan oleh pemerintah, uang kertas oleh Javasche Bank (Bank Indonesia). Yang disebut uang logam adalah uang emas 10 dan 5 Rupiah, uang perak ringgit serta satuan di bawahnya.
-Uang emas disebut uang standar. Ringgit, Rupiah, suku disebut uang tanda. Tali sampai peser disebut pasmunt.
-Uang gantian adalah giro, wesel, cek, telegrafis overdracht. Uang gantian bukan uang sah dan tidak berwujud.
-Sumatera dan Jawa memiliki mata uang sendiri: dolar Sumatera (hingga tahun 1824) dan Rupiah Jawa (hingga tahun 1816).
-Pada tahun 1944, Rupiah Hindia-Belanda (dibagi-bagi dalam 100 sen) diperkenalkan.
-Setelah kemerdekaan Indonesia, mata uang pertama yang dikeluarkan secara resmi oleh pemerintah RI adalah Oeang Repoeblik Indonesia, yang kemudian digantikan oleh rupiah. Hal itu menggantikan Gulden selama-lamanya. Namun, Belanda menginginkan Gulden sebagai mata uang digunakan kembali dan pada tahun 1946 dicetaklah uang kertas: 5, 10, 25, 50, 100, 500 dan 1000 Gulden oleh Javasche Bank (yang juga disebut Rupiah). Pada tahun 1948, uang kertas terakhir senilai ½, 1 dan 2½ Gulden dicetak.

Masa Peredaran Uang
Nilai Dari Sampai
1/2 sen 1856 1945
1 sen 1855 1945
2 1/2 sen 1856 1945
5 sen atau 1/20 Gulden 1854 1922
1/10 Gulden 1854 1945
1/4 Gulden 1826 1945
1/2 Gulden 1826 1834
1 Gulden 1821 1840
Uang kertas yang beredar adalah ½, 1, 2½, 5, 10, 25, 50 dan 100 Gulden.

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Tahun Rupiah
1946-1949 tidak diketahui
1949 3,8
1950 7,6
1952 11.4
1962 1205
1965 4995
1965-1970 250
1970-1971 378
1971-1978 415
1978 625
1980 626
1985 1110
1990 1842
1995 2248
22 Jan 1998 17000
Jun 1998 16650
1999 7810
2000 8396
2001 10265
2002 9260
2003 8570
2004 8985
2005 9705
2006 9200
2007 9125
2008 9666
2009 9447
2010 9036
2011 9113
Des 2012 9718
Jun 2013 9908
Jul 2013 10270
Agu 2013 10848
Sep 2013 11406
Nov 2013 11905
Des 2013 12270
Des 2014 12835
Des 2015 13788
Des 2016 13463
Des 2017 13385
1 Okt 2018 15000
Ket:
-Tahun 1965 diperkenalkan rupiah baru dengan mencoret 3 angka nol
-Diberlakukan sistem Nilai Tukar Mengambang Terkendali mulai tahun 1978 sampai Juli 1997

Pada awal pertengahan tahun 2010 BI melontarkan kebijakan redenominasi karena riset Bank Dunia menyebutkan bahwa uang pecahan Rupiah Indonesia Rp 100.000 adalah yang terbesar kedua di dunia setelah Dong Vietnam (VND) 500.000. Hasil itu didapat dengan tidak menyertakan Dolar Zimbabwe (ZWD) yang pecahan uangnya pernah mencapai 100 trilyun pada tahun 2009.





Edy Ongkowijaya

Edy Ongkowijaya, Alyssa Mia Ong, Adrianna Ong, Morin Ng

CABANG USAHA
Indonesia
-Jakarta
*SUPERMALL KARAWACI, Resto Walk LG Unit WS telp 021 5421-1962
*KELAPA GADING, Jl Boulevard H4, No.4 Kelapa Gading telp 021 2245-7293
*AEON MALL BSD CITY, Lantai 3, Food Carnival telp 0856-7777-627
*MALL AMBASSADOR, Lt. 4 Blok D no. 7 telp 0812-8255-6268
*GRAND DADAP CITY, Jl. Prancis Kosambi (Level 2) telp 0895-2771-7553
*MALL ARTHA GADING, West Food Court Lt. 2 telp 0821-1285-3807
*ITC ROXY MAS, Food District Lt. 4 FC 29-31 telp 0888-1122-881
*PASAR TANAH ABANG, Blok A Lt. 8 Food Court telp 021 2357-2271
*KALIBATA CITY SQUARE, Teras Quliner, FB No. 7 telp 0852-8905-6285
*CIBUBUR JUNCTION, Jl. Jambore telp 0813-4498-8395
*ITC BSD, Lt. 2 Blok B2, No. 12 (Food Court) telp 0812-8000-5388
*EMPORIUM PLUIT MALL, Food Court Lt. 4 No. 16 telp 021 6667-6820
*PGMTA TANAH ABANG, Pusat Grosir Tanah Abang Lt. 6 telp 021 3003-5364 / 0819-3296-3222
*RAWAMANGUN, Jl. Balai Pustaka Timur No. 18 C telp 0858-8300-2157
*CENTRAL PARK MALL, Urban Kitchen Lt. 4 telp 0899-8915-408
*SUNTER, Jl. Sunter Hijau Raya Blok S 4 No. 12 telp 021 651-6031 / 0821-1173-7070
*CEMPAKA PUTIH, Jl. Cempaka Putih Raya No. 20 H telp 021 2242-1813
*SOHO PANCORAN, Lt. LGM No. 02 telp 0812-9373-3007

-Cirebon
*GRAGE CITY MALL, Lt. 1 F1-15A telp 0231 8332-655
*GRAGE MALL, Lt. F1-059-060 telp 0231 223164

-Pontianak
*Jl AW Syahrani No. 23 Kelurahan Air Hitam, Samarinda Ulu (Samping Gg. 52, dekat pool taxi globalindo) telp 0541 2521-087 / 0822-9596-8899
*Jl. Gatot Subroto/Serindit No. 218 telp 0541 6524-746
*Jl. Agus Salim No. 72-76 telp 0561 736-373

-Singkawang: SINGKAWANG GRAND MALL Lt. GF Unit 11-12 telp 0562 6300-040
-Batam
*MEGAMALL BATAM CENTRE, Lt. 2 Unit SF 100, telp 0778 472-020
*BCS MALL, Lt. 3 Blok C7 No. 06 telp 0822-2003-9991
*NAGOYA HILL MALL, Lt. 3 telp 0778 743-0412
*BENGKONG, Ruko Anugerah Mas No 6,7,8 Bengkong Ratu telp 0822-2003-9991

-Jayapura
*KOMPLEKS RUKO JAYAPURA, Jl. Pacific Permai Blok B No. 1 Ruko Dok. 2 telp 0821-9777-0077
*WAENA MEGA, Dept Store Waena, Jl. Raya Waena Sentani No. 5
*SENTANI, Ruko Panjang No. 6-7, Jl. Raya Hawaii (Pertigaan Jalan Stadion Barnabas Youwe) Sentani Kota telp 0967 5161-159

-Medan
*MILLENIUM ICT CENTER, Lt. Dasar No. 11A-12-12A telp 061 8003-0459
*RINGROADS CITYWALKS, Level 1 No. 10 telp 061 8002-6563
*CAMBRIDGE CITY SQUARE, LG No. 09 telp 0811-6062-666
*SUZUYA MARELAN PLAZA, Lt. 1 telp 0811-6172-666
*KUALANAMU AIRPORT, Lt. 02 telp 0853-6202-6061

-Makassar
*Jl. Hertasning No. 88-88A telp 0411 882-882 / 0813-5538-7777
*Jl. Penghibur No. 31, Pantai Losari telp 0851-0001-2889 / 0811-4081-377

-Manado
*MULTIMART, Lt. 2 Kawasan Mega Mas telp 0431 3445-588
*Jl. Sudirman (Depan Hotel Sintes Peninsula) telp 0853-9997-0688
*CAMBRIDGE CITY SQUARE, LG No. 09 telp 0811-6062-666
*MANTOS, Lt. 3 SF-05A/06 telp 0431 8890-358

-Balikpapan: Jl. Mt Haryono No. 95/96 (Depan KFC) telp 0542 8514-425 / 0852-5000-2829
-Banda Aceh: Jl. Tengku Panglima Polem No. 158 & 160 (Peunayong Banda Aceh) telp 0853-5932-2113
-Bandung: Jl. Veteran No. 38 telp 0811-2282-094
-Palembang
*Komplek SPBU Singapore Station 8 Ilir, Jl. Dr. M Isa 16 (Depan Grand Zuri Hotel) telp 0711 5735-133
*Jl. Gatot Subroto No. 4A-5A (Samping Kantor Panasonic)

Singapura
- 176 ORCHARD ROAD, The Centrepoint #01-59/62
- BAGHDAD STREET, Baghdad St No 23
- TIONG BAHRU PLAZA, Level 3
- CITY SQUARE MALL, Serangoon Road
- LOT 1 MALL, Choa Chu Kang Level 4
- NATIONAL UNIVERSITY HOSPITAL, Level 5
- CITY PLAZA PAYA LEBAR ROAD, Ground Floor

Myanmar
-SEIN GAY HAR SUPER CENTRE, No 44 Pyay Road Dagon Township, Yangon City
-CAPITAL HYPERMARKET, Unit 306, Level 3. Min Nandar Road, Daw Bon Township, Yangon

Malaysia
-Kuala Lumpur
*PARKSON MAJU JUNCTION, Lot No. Lg. 14&Lg. 15, Lower Ground Floor Parkson Maju Junction, Jalan Tunku Abdul Rahman
*WANGSA MAJU, No. 8, Jalan Wangsa Delima 10
*CYBERJAYA, No. 3a, Cottage Walk, Persiaran Apec
*MYDIN MALL SEREMBAN 2, Lot Gk-05 Mydin Mall
*IOI CITY MALL, Lot Lg 78a, IOI City Mall, IOI Resort City, 62502 Putrajaya
*PLAZA ALAM SENTRAL, No. G16-G18, Ground Floor, Plaza Alam Sentral, Shah Alam, Selangor
*BANDAR BARU AMPANG, No. 12, Jalan Wawasan 2/12, Bandar Baru Ampang 68000 Ampang
*CHERAS, No. 18 Jalan Damai Raya 2, Alam Damai
*SELAYANG GSW-03, Gr Floor, Kompleks Selayang Mall, Jalan Su 9, Taman Selayang Utama, 68100 Batu Caves, Selangor
*PUTRAJAYA, No. 37, Jalan Diplomatik Presint 15
*AEON SHAH ALAM, Lot S-18, Second Floor, Aeon Mall Shah Alam, Seksyen 13, 40100 Shah Alam, Selangor
*GIANT HYPERMARKET BATU CAVES, Lot A-08, Giant Batu Caves Mall, Jalan Batu Caves Bandar Selayang, 68100 Daerah Gombak, Selangor. Selayang Star City, 68100
*SELAYANG STAR CITY, Lot LG-07,LG-17 & LG-AL-07, LG Floor Selayang Star City, 68100 Batu Caves Selangor
*LOWYAT. G-012A, Lowyat Plaza Jalan Bukit Bintang, 55100 Kuala Lumpur

-Kelantan: AEON KOTA BAHRU, Lot S-30, Second Floor Kg. Sireh, Jl. Jambatan Sultan, Yahya Petra 15050 Kota Bharu, Kelantan.

-Penang
*HYPERMARKET BUKIT MERTAJAM, Lot G-02 GF. 3600 Seberang Perai Tengah, Pulau Pinang
*SUNWAY CARNIVAL MALL, Lot LG-05, LG Floor, Sunway Carnival Mall, 3068, Jalan Todak Pusat Bandar Seberang Jaya, 13700 Seberang Jaya, Pulau Pinang.

Brunei
*DELIMA SQUARE, Unit 9, GF,Delima Square
*SERI QLAP MALL, Unit 20-22, Ground Floor, Food Arena, Seri Qlap Mall

GOSIPNYA
Edy Ongkowijaya lahir tahun 1978 di Medan sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. Tahun 1993 ia masuk Secondary School (SMP) kelas 3 di Singapura. Setahun kemudian usaha otomotif milik ayahnya bangkrut. Ia diminta pulang ke Indonesia tapi tak ia turuti.

Ia lalu menjadi tukang cuci piring, pelayan restoran, guru les privat anak SD, mengajar badminton, hingga jadi bellboy di hotel untuk bertahan hidup. Ia sempat menumpang di rumah temannya sebentar, lalu menyewa kamar kos 200 Dolar Singapura per bulan. Tiap hari ia makan mi instan dan roti tawar, serta minum air pancuran di jalan.

Ia pernah hampir menyerah, tapi satu pengalaman pahit membuatnya bertahan. Ia pernah pacaran dengan anak orang kaya. Ibunya telepon dan bilang, "Kamu mau kasih makan apa anak saya?". Penghinaan itu melecut semangatnya. Ia menempel foto ibu itu di atas tempat tidurnya agar tiap kali mau menyerah, teringat ia pernah dihina.

Ia lalu memanfaatkan kemampuannya dalam bersosialisasi agar akrab dengan pemilik kantin di sekolahnya. Tiap pulang sekolah, pemilik kantin yang biasa ia sapa 'Pak Cik' suka membungkuskan sisa makanan hari itu untuk makan malamnya.

Hal ini sangat berkebalikan dengan masa kecilnya yang tidak pernah hidup susah. Ketika keluarganya jatuh miskin, banyak teman yang menjauh karena takut dimintai uang. Dari pengalaman itu, ia pun jadi tahu mana teman yang sesungguhnya.

Setelah lulus Junior College (SMA), ia kuliah di Nanyang Polytechnic, mengambil diploma jurusan marketing. Kebetulan, sekolahnya itu mendapat subsidi dari Pemerintah Singapura. Di masa kuliah itu juga, ia masih tetap terus bekerja dan bisa mengirim uang ke Indonesia untuk membantu keluarganya. Lulusan politeknik di Singapura hanya setara Diploma 1 di Indonesia.

Setelah lulus Diploma, siswa dengan subsidi harus menjalani kerja praktek selama 3 tahun di salah satu perusahaan di Singapura. Ia lulus tahun 2000 lalu bekerja di perusahaan Jepang di Singapura. Ia mulai bisa menabung lebih banyak dan mengirim uang lebih banyak juga pada orangtuanya, bahkan bisa membiayai adiknya hingga menikah. Meski saat itu gajinya cukup besar, ia berpikir tidak akan pernah bisa jadi orang kaya jika terus bekerja pada orang lain.

Tahun 2004 ketika sedang makan di restoran Es Teler 77, ia berpikir untuk membuka usaha sejenis tapi ia belum punya modal. Ia lalu bertemu dengan seorang pemodal yang mau membiayainya membeli waralaba Es Teler 77. GOSIPNYA kebiasaannya bergaul tanpa pandang bulu membuat pelanggannya betah datang ke restorannya sehingga laba restorannya semakin besar. 

Ia melihat persaingan yang tidak sehat di tempatnya berjualan di Orchard Road. Sepanjang jalan itu ada empat gerai Es Teler 77 berdekatan sehingga ia melepas waralaba Es Teler 77 dan membeli waralaba Ayam Penyet Ria yang pernah dicobanya saat berkunjung ke Batam pada tahun 2006.

Setelah membuka Ayam Penyet Ria, media Singapura meliputnya sehingga restorannya menjadi terkenal. Untuk makan di restorannya harus rela antri. Karena kesuksesannya ini, Nanyang Polytechnic mengundangnya untuk berbagi ilmu mengenai kewirausahaan.

Saat itu banyak artis Indonesia yang singgah ke restorannya. Ia sering meminta sang artis untuk berfoto di restorannya dan memberi testimoni. Foto-foto artis yang makan di tempatnya menjadi promosi gratis yang terbukti cepat mendongkrak popularitas Dapur Penyet. Karena sering bertemu artis, ia menjadi dekat dengan sejumlah artis sehingga pada tahun 2007 ia membangun usaha event organizer. Pada tahun yang sama ia memutuskan kontrak Ayam Penyet Ria karena perbedaan manajerial.

Ia sempat mendatangkan grup band Peter Pan ke Singapura yang ternyata sukses besar. Sejak itu setahun sekali ia mengusahakan menggelar konser di Singapura. Tahun 2008 ia mendatangkan Samson, tahun 2009 Ungu, tahun 2010 mendatangkan Rossa. Tahun 2013 ia menggelar konser mega bintang yang menampilkan delapan artis Indonesia dalam satu panggung di Compass Ballroom, Resort World Convention Centre, Pulau Sentosa, Singapura.

Ayahnya pernah memberi nasihat, "Lebih baik berbuat salah tapi pernah mencoba, daripada tidak pernah salah karena tidak pernah mencoba". Karena itulah tahun 2007 ia mencoba membuka usaha bernama Waroeng Penyet dengan konsep Ayam Penyet Ria bersama beberapa teman sekolahnya.

Setelah hampir 2 tahun tidak ada laporan keuangan, ia hanya mendapat permintaan maaf yang tidak terhitung sehingga bisnis itu bubar. Ia hanya menerima cek senilai 600 Dolar Singapura meski ia bekerja sangat keras.

Setelah berminggu-minggu mengurung diri di kamar, pacarnya yang kini jadi istrinya, Morin Ng, tetap bersabar mengantarkan makanan dan membujuknya agar mencoba berbisnis lagi. Tahun 2009 ia mencoba lagi membuat Dapur Penyet di food court Jurong Point yang ternyata laku keras. GOSIPNYA menteri Singapura dan pejabat Indonesia yang datang ke Singapura pernah memesan katering padanya.

Cobaan datang lagi. Tukang masaknya harus pergi meninggalkan Singapura selama 3 hari karena berurusan dengan Departemen Tenaga Kerja Singapura. Ia dilaporkan mempekerjakan tukang masak ilegal. Padahal, izin kerja tukang masaknya masih dalam proses pengurusan. Ia didenda 18 ribu Dolar Singapura.

Kejadian itu sempat membuatnya bingung karena tukang masaknya harus dideportasi. Jika ia mengganti dengan tukang masak lain, dikhawatirkan akan mengubah rasanya. Ia terpaksa belajar 3 hari penuh untuk mempelajari resep dan cara memasak hidangan untuk restorannya.

Ia berpikir sudah saatnya membuat sistem memasak yang benar. Pada tahun pertama membuka usahanya, ia hampir ikut melakukan semua tugas, walau telah memiliki karyawan. Selain mengurus manajerial, ia juga bertugas di dapur, mencuci piring, menjadi pelayan, dan membuang sampah. Ia selalu katakan kepada karyawannya, "You don’t work for me, but you work with me."

Tahun 2010 seorang temannya menyarankannya untuk mewaralabakan restorannya tapi tidak ada yang mau karena banyak yang menganggap ia sudah gagal berbisnis ayam penyet dengan merek sebelumnya. Tahun 2011 ia diperkenalkan oleh temannya kepada orang Malaka yang ingin membuka Dapur Penyet di Malaysia. Padahal setahun sebelumnya, ia sudah menawarkan pada tiga orang Malaysia untuk membeli waralaba Dapur Penyet tapi ditolak. Gerai pertama di Malaysia pun dibuka di Maju Junction Mall, Kuala Lumpur pada tahun 2011.

Ia lalu mengubah konsep Dapur Penyet menjadi modern layaknya restoran cepat saji. Dalam waktu dua tahun, sudah ada lima cabang di Malaysia. Karena Terkenal lewat Dapur Penyet, namanya pun jadi sering dipanggil Edy Penyet.

Pada Juli 2012 seorang teman mengajaknya membuka cabang di ITC Roxy Mas, Jakarta. Ternyata restorannya langsung ramai. Ia lalu membuka cabang di Plaza Semanggi, ITC Mangga Dua, dan Mal Artha Gading. Di Indonesia nama Dapur Penyet diubahnya menjadi D’Penyetz karena nama Dapur Penyet sudah ada yang punya. Tahun 2014 ia mulai membuka cabang di Brunei. GOSIPNYA untuk membuat satu gerai baru dibutuhkan sekitar 1,2-1,8 milyar Rupiah yang sudah mencakup renovasi, peralatan, dengan berbagai peralatan.

Tawaran membuka cabang lalu berdatangan dari Australia, Hongkong, dan Thailand, tapi ia berpikir panjang sebelum menerimanya karena ia selalu turun tangan langsung jika menemukan masalah. Dengan cabang di lima negara saja ia sudah kewalahan, belum lagi masalah pengiriman bahan-bahannya. Ia berencana menguatkan dulu sistemnya sebelum terjun ke pasar yang lebih luas. Kini ia juga sedang mengembangkan merek lainnya: D'Cendol, D'Bakso, dan D'Minang.

Ny. Liem

Elizabeth Lim Kurnia Awangsih (Lim Kim Wang)
lahir tahun 1928
meninggal 13 Juli 2018

suami: Hardja Gunawan (Liem Hong Goan)
ayah: Liem Teng Hwee
ibu: Kan Tjoen Nio
ayah mertua: Liem Ie Mo
ibu mertua: Khoe Tjing San

anak: Lim Harto (Lim Heng Tjing) - Lenny Limiyati (Soh Lim Le Ni)
Dr. Med. Hartono Gunawan Schoeck (Lim Heng Tjoe) - Chendawati (Tjoeng Mei Tjen)
Henny Hasibuan (Lim Heng Mey) - Darius Hasibuan


Ny. Liem bersama Chendawati

Chendawati

Lenny Limiyati

GOSIPNYA
Sekitar tahun 1966 Ny. Liem yang saat itu tinggal di Jl. Gandapura Bandung sering diminta menunjukkan keahliannya dalam bidang pastry untuk para ibu-ibu di lingkungan sekitarnya. Ia melakukannya karena ia memang hobi memasak. Tahun 1971 teman-temannya yang berjumlah sekitar 50 orang menyarankannya membuka kursus dengan mereka sendiri sebagai murid awalnya. Saat itu ia telah pindah ke Jl. Naripan 52 yang hingga kini masih dipakai sebagai tempat kursus.

Pada tahun 1990, putra Ny. Liem, Dr. Med. H. Gunawan menikah dengan salah seorang murid kursus Ny. Liem, Chendawati. Pada tahun 2000, Ny. Liem menyerahkan pengelolaan LPK Ny. Liem kepada Chendawati. Tahun 2007 Chendawati membuka sebuah toko baru di Jl. Naripan 80 yang juga menjual bahan dan alat kue.

Kursus dibagi menjadi dua: reguler dan privat. Untuk kelas reguler, setiap peserta dikenakan biaya Rp. 200 ribu per hari. Sedangkan untuk privat Rp 1,5 juta untuk lima materi. Ny. Liem juga menyediakan paket kursus tertentu seperti menghias kue tart tingkat dasar, tingkat mahir, atau paket lengkap dengan biaya kursus 1 juta Rupiah yang sudah termasuk bahan dan sertifikat dari Ny. Liem untuk 8 kali pertemuan dengan durasi 2 jam tiap pertemuan. GOSIPNYA dari awal toko dibuka hingga kini, murid Ny. Liem sudah lebih dari 10 ribu orang.

Chendawati minimal sekali hingga dua kali dalam setahun menyempatkan diri mengikuti berbagai kursus di luar negeri. Dedikasi Chendawati pada profesinya membuatnya dianugrahi Best Woman Entrepreneur 2008 oleh Ikatan Pembauran Perempuan Pengusaha Indonesia, sedangkan LPK Ny. Liem terpilih sebagai juara 1 Lembaga Tata Boga Provinsi Jawa Barat. GOSIPNYA hingga kini di Indonesia tidak ada yang dapat menyaingi kelezatan dan keindahan kue-kue Ny. Liem.

Diluar bidang pastry, Chendawati juga sangat peduli terhadap lingkungan sekitarnya. GOSIPNYA ia pernah memberikan kursus kue gratis kepada murid dan guru SLB sekota Cimahi, anak-anak cacat di Bandung, anak panti asuhan dan ibu-ibu Dharma Wanita.

Selain Chendawati, Ny. Liem memiliki menantu lain yang tak kalah hebatnya yaitu Lenny Limiyati. Lenny sudah belajar cara membuat kue dari mertuanya sejak tahun 1981. Haus akan ilmu, ia memperdalam ilmu ke berbagai negara dan mendapat sertifikat dari Gordon Blue (Prancis) tahun 1996, Grain PRDI (Cina) tahun 2003, Suzuki Gakuen Shizuoko (Jepang) tahun 2004, UFM (Thailand) tahun 2004, Liu Rong Hua dan US Wheat (Taiwan) tahun 2004 serta Hanny Sison (Filipina). Sejak tahun 1997 ia membuka sendiri toko kue bernama Nessa di Jl. Cicendo 11 Bandung.

Sungai Budi Group

PRODUK ROSE BRAND
-Tepung:
*Tapioka Rose Brand: 500 gram, 25 kg, 50 kg, 850 kg
*Beras Putih Rose Brand: 200 gram, 250 gram, 500 gram, 50 kg
*Ketan Putih Rose Brand: 500 gram, 50 kg
*Tapioka Gunung Agung: 500 gram, 25 kg, 50 kg, 850 kg
*Tapioka Pak Tani Gunung: 500 gram, 25 kg, 50 kg, 850 kg

-Gula
*Gula Cair Rose Brand: 12 botol/box @ 500 ml, 1500 ml, jeriken 30 kg
*Gula Tebu Rose Brand: 1kg

-Minyak
*Minyak Goreng Rose Brand: cangkir 240 ml, botol 1000 ml & 2000 ml, refill 1000 ml & 2000 ml
*Margarin Rose Brand: 17 gram, 200 gram, 4 kg, 4,5kg, 10 kg, 15 kg, 20 kg, 25 kg
*Minyak Goreng Tawon: 1000 ml, 2000 ml

-Kelapa
*Santan Rose Brand: 65 ml, 200 ml, 1000ml
*Jeli Delcoco: 240 gram, 360 gram, 1000 gram

-Bihun
*Bihun Rose Brand: 250 gram, 400 gram
*Bihun Jagung Rose Brand: 320 gram
*Mi Instan Rose Brand: 55 gram
+Bihun rebus rasa asam pedas
+Bihun rebus rasa ayam bawang
+Bihun rebus rasa soto ayam
+Bihun rebus rasa kaldu ayam
+Bihun goreng

CABANG USAHA
Anak usaha PT Sungai Budi
-PT Budi Starch & Sweetener Tbk (25,03%)
-PT Tunas Baru Lampung (26,49%)

Anak usaha PT Budi Starch & Sweetener Tbk
-PT Associated British Budi (50,1%)
-PT Budi Lumbung Ciptatani (99,98%)
-Budi Starch & Sweetener Singapore (100%)

Anak usaha PT Tunas Baru Lampung
-PT Adi Karya Gemilang (99,8%)
-PT Agro Bumi Mas (90%)
-PT Bangun Nusa Indah Lampung (99,99%)
-PT Bangun Tata Lampung Asri (99,71%)
-PT Budi Dwidaya Perkasa (99,99%)
-PT Budi Nusa Cipta Wahana (98%)
-PT Bumi Perkasa Gemilang (73,94%)
-PT Bumi Sentosa Abadi (99,97%)
-PT Dinamika Graha Sarana (29,41%)
-PT Samora Usaha Jaya (99,23%)
-PT Solusi Jaya Perkasa (90%)
-PT Surya Andalan Primatama (90%)

GOSIPNYA
Sudah sejak lama etnis Tionghoa tersebar hingga daerah terpencil. Di Lampung mereka ada di Gunung Sugih, Sukadana, Menggala, Labuhan Maringgai. Dari Cina mereka ke Jawa, lalu ke Lampung dan menyewa kandang kerbau milik pribumi. Dulu rumah di Lampung masih rumah panggung yang di bawahnya dijadikan kandang kerbau. Kandang itu lalu dijadikan tempat tinggal dan tempat berdagang oleh etnis Tionghoa. Daerah-daerah terpencil jadi ramai karena mereka berdagang hingga malam hari.

Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, pemerintah mulai membantu kaum pribumi dengan menyingkirkan etnis Tionghoa yang kala itu sukses di bidang ekonomi sehingga dianggap menghambat perkembangan ekonomi kaum pribumi. Tindakan fenomenal pemerintah saat itu adalah ketika pada April 1950 mengeluarkan Peraturan Benteng yang menyatakan bahwa etnis Tionghoa tidak boleh mendirikan perusahaan jika tidak memiliki saham dari etnis yang lain.

Pemerintah juga memanfaatkan UU kewarganegaraan tahun 1910 yang dibuat pemerintah Belanda yang membuat orang Tionghoa memiliki kewarganegaraan rangkap dengan mengeluarkan UU No. 3/1946 tentang 'Warga Negara dan Penduduk Negara' yang membuat status kewarganegaraan penduduk keturunan Tionghoa di Indonesia bermasalah. Pada tahun 1955 lewat Konferensi Asia Afrika di Bandung, Perdana Menteri Cina, Zhou Enlai mencoba mengatasi masalah itu sehingga dibuat Perjanjian Dwi-Kewarganegaraan RI-RRC yang lalu disahkan menjadi UU No. 62/1958 tentang 'Kewarganegaraan Republik Indonesia'. UU No. 62/1958 melahirkan Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia atau lebih dikenal dengan SBKRI.

Pada November 1959 pemerintah juga lalu mengeluarkan PP No. 10/1959 yang berisi tentang larangan orang asing berusaha di bidang perdagangan eceran di tingkat kabupaten ke bawah (di luar ibu kota daerah) dan wajib mengalihkan usaha mereka kepada warga negara Indonesia. UU No. 62/1958 dan PP No. 10/1959 membuat ratusan ribu orang Tionghoa kembali ke Cina sehingga usaha dan harta mereka di Indonesia diambil oleh kaum pribumi. Daerah-daerah terpencil kembali menjadi sepi meski usaha mereka diambil alih dan diteruskan oleh kaum pribumi.

PP No. 10/1959 membuat etnis Tionghoa di Lampung pindah ke Teluk Betung dan memulai kembali usaha dari nol. Salah satunya adalah Ngadiman Winata (Oey In Teng) yang sudah mulai berdagang sejak tahun 1947. Tahun 1965 ia merintis kembali usahanya di Teluk Betung dari sebuah pabrik minyak kelapa. Setelah agak besar, ia mendirikan CV Bumi Waras lalu mengembangkan usahanya hingga berdagang tapioka, sawit, sabun, minyak goreng, tepung, dan lainnya.

Widarto Oey
lahir 1947

Albert Oey
lahir 1974 di Teluk Betung

Alfred Oey
lahir 1976 di teluk Betung

Pada Maret 1982 Ngadiman meninggal dunia karena kecelakaan pesawat terbang. Usahanya diteruskan oleh adiknya Widarto Oey (Akaw). GOSIPNYA Widarto sering berkata kasar baik pada bawahan maupun anak istrinya sedangkan Istrinya, Hong Chu, cerewet dan sombong serta tidak bijaksana sehingga membuat mereka tidak disukai oleh para pekerja. Putri Widarto, Widiana (Phing-Phing) telah bercerai, sedangkan putranya, Albert (Hong-Hong) dan Alfred (Ah-Pet) sombong dan suka foya-foya.

Santoso Winata
lahir 1962 di Jakarta

GOSIPNYA adik Ngadiman yang lain, Handoko Winata, memilih keluar dari perusahaan yang disertai dengan pesangon dan pembagian rata harta. Anak kedua Ngadiman, Sutrisno Winata, juga memilih keluar dari perusahaan dan pembagian rata harta. Masalah terjadi ketika Sutrisno menginginkan bagiannya senilai 88 juta Dolar Hongkong hasil dari penjualan 2 properti di Hongkong dari total 205 juta Dolar Hongkong yang dibagi bersama Widarto dan anak Ngadiman yang lain, Santoso Winata. Widarto dan Santoso merasa keberatan karena menurut mereka 205 juta tersebut bukanlah profit perusahaan, melainkan modal perusahaan. Hal ini membuat Sutrisno menggugat Widarto dan Santoso ke pengadilan Hongkong tahun 1986.

CV Bumi Waras berkembang menjadi Sungai Budi Group (SBG). SBG memiliki anak perusahaan yaitu PT Budi Starch Sweetener & Tbk (dulu PT Budi Acid Jaya) dan PT Tunas Baru Lampung. GOSIPNYA perusahaan kelapa sawit sering berbuat curang terhadap warga lokal. Mereka membuat perjanjian bagi hasil dengan cara membujuk agar mereka setuju menyerahkan lahan yang mereka diami untuk dikelola oleh perusahaan sawit dan menjanjikan akan membagikan hasilnya. Biasanya perusahaan lalu ingkar dan mengusir mereka dari lahan itu. GOSIPNYA warga yang terusir lalu bertahan hidup dengan cara menjadi BEraksi GALak (begal).

Sekitar tahun 1975 muncul komplotan begal yang menamakan diri Gabungan Anak LIar (GALI). Begal yang dalam aksinya merampok dan membunuh dengan sadis membuat masyarakat resah sehingga membuat pemerintah Orde Baru melancarkan aksi penembakan misterius (petrus) di seluruh Indonesia pada awal tahun 1980.

Target begal yang diidentikan sebagai vrijman / free man (preman) adalah yang bertato. Sejak dulu tato identik dengan narapidana karena pelaku kejahatan ditandai dengan cap permanen ketika dipenjara agar setelah keluar dari penjara dapat mudah dikenali oleh masyarakat agar waspada dan terhindar dari penjahat.

Salah satu kelompok begal paling berbahaya berasal dari Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. GOSIPNYA penduduk desa ini memiliki ilmu hitam berupa kekebalan tubuh, melompati sungai puluhan meter, hingga menghilang dalam sekejap dari pandangan.

Masyarakat Jabung juga terkenal memiliki nyali tinggi untuk mempertaruhkan pi’il – istilah masyarakat Lampung untuk menyebut kehormatan dan harga diri. Menumbangkan lawan yang disebut memiliki kesaktian menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jabung. Hingga kini ilmu hitam sering dikaitkan dengan masyarakat Jabung dan sering disebut sebagai ilmu kebatinan alias ilmu dari masyarakat Batin.

Setelah Orde Baru usai, begal kembali merajalela. Tidak hanya dari Lampung, para penjahat dari Jawa dan daerah lain GOSIPNYA kabur dan bersembunyi di Desa Negeri Ratu, Kecamatan Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara. GOSIPNYA mereka bersembunyi di daerah itu karena jauh lebih sepi dibanding kawasan yang sudah ramai sejak lama yaitu jalur Lampung-Palembang-Jambi-Pekanbaru-Medan karena dekat dengan Singapura dan Kuala Lumpur.

Selain itu, masyarakat mulai berani mengemukakan pendapat dan memperjuangkan hak-hak mereka atas lahan yang mereka anggap diklaim secara sepihak, baik oleh pemerintah Orde Baru maupun oleh perusahaan. Maka kasus pun bermunculan ke muka publik yang lebih dikenal sebagai kasus Mesuji. Beberapa perusahaan besar yang terlibat sengketa lahan adalah:
-PT Sugar Group
-PT Silva Inhutani Lampung
-PT Barat Selatan Makmur Investindo
-PT Sumber Wangi Alam dan PT Treekreasi Marga Mulia

Selain PT Bangun Nusa Indah Lampung melawan warga Kabupaten Tulang Bawang yang mengakibatkan 9 orang tewas pada tahun 1999, CV Bumi Waras pun ternyata berseteru dengan warga bernama Maryono tahun 2010 yang mengakibatkan tewasnya Maryono.

Kabupaten Mesuji

Kabupaten Ogan Komering Ilir


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korban Mesuji Akumulasi sejak 1999", https://nasional.kompas.com/read/2011/12/30/05105193/korban.mesuji.akumulasi.sejak.1999. PT BUmi Wa
Lokasi Mesuji sebenarnya ada dua, yaitu Mesuji yang masuk wilayah Kabupaten Mesuji, Lampung, dan Mesuji yang masuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Meski berbeda wilayah, Mesuji di dua wilayah itu sama-sama memiliki perkebunan sawit yang dikelola perusahaan besar. Hingga kini sengketa masih berlangsung di Mesuji.

Tahun 2017 Widarto Oey berada di peringkat 130 orang terkaya Asia 2017 versi Globe Asia dengan kekayaan 620 juta Dolar AS setelah Tax Amnesty.

Es Cendol Elizabeth

Rohman

CABANG USAHA
-Bandung
*Jl. Inhoftank 64
*Jl. Otista 518

-Majalaya: Jl. Babakan 36-26
-Tasikmalaya: Jl. K.H. Zaenal Mustofa 216

GOSIPNYA
Tahun 1972 saat Rohman berusia 8 tahun, ayahnya meninggal dunia sehingga ia mengikuti pamannya meninggalkan Pekalongan menuju Bandung. Setiap hari ia membantu pamannya berjualan cendol dengan rute Tegallega-Cicendo-ITB-Tegallega selama 7 tahun. GOSIPNYA saat itu hanya ada 4 orang penjual cendol di Bandung.

Dari membantu paman, ia diberi uang jajan. Uang itu tidak pernah dipakai untuk diri sendiri tapi dikirim ke kampung untuk membantu adik-adiknya yang bersekolah. Jika ada uang sisa, ia tabung sehingga kemudian ia bisa membeli gerobak roda untuk berjualan cendol. Ia memulai jualan di kawasan Leo Genteng, Astana Anyar. Setelah berkeliling, ia selalu memarkirkan jualannya di sebuah rumah di Jalan Ciateul.

GOSIPNYA suatu ketika Elizabeth pulang ke rumahnya di Jalan Ciateul 15 sambil membawa tas sisa yang masih bisa dijual kembali. Melihat Rohman berjualan di depan rumah, Elizabeth menitipkan tas-tas sisa kepada Rohman untuk dijual. Rohman yang tidak lulus SD ragu bisa menjual tas. Elizabeth tidak memaksa, berapapun barang yang laku ia terima.

Rohman sempat mengeluh karena beberapa pembeli memaksa jika beli tas, maka cendolnya gratis. Meski sudah dijelaskan bahwa tas yang dijualnya adalah barang titipan, mereka tetap memaksa. Ia lalu melapor kepada Elizabeth sehingga Elizabeth mengganti cendol yang diminta pembeli tas.

Tahun 1979 ia memutuskan untuk berjualan cendol sendirian di depan toko tas Elizabeth di Jalan Otista. Ia berjualan sambil membantu menjaga toko. Pada jam 5 sore dagangannya biasanya sudah habis terjual dan ia lalu membantu membereskan toko dengan sukarela.

GOSIPNYA suatu ketika ada pelanggan toko meminta cendolnya secara gratis. Pemilik toko, Elizabeth Halim, lalu membeli cendolnya untuk dijadikan bonus kepada pelanggan yang membeli tasnya. Elizabeth pun membuatkannya kartu nama sehingga sejak itu dagangannya dikenal dengan nama "Es Cendol Elizabeth".

GOSIP lain bilang karena Rohman tidak bisa baca tulis, ketika ada pesanan Rohman meminta Elizabeth menuliskan pesanannya. Elizabeth selalu menulis memakai bon toko tas sehingga Elizabeth menyuruhnya menamai jualan Rohman dengan nama "Es Cendol Elizabeth".

Tahun 1982 keluarga Rohman pindah ke daerah Inhoftank. Mereka mengontrak rumah berukuran 3x3 meter sebagai tempat tinggal. Setelah berjualan beberapa tahun ia mulai membangun tokonya pelan-pelan di Jl. Inhoftank 64. Tahun 1994 cendolnya mulai dilirik supermarket Yogya yang memintanya memasok ke Yogya. Kini sejumlah supermarket dipasok sebanyak 200 paket per bulan. Satu paket berisi 200 liter. Ketika bulan puasa jumlahnya naik menjadi 1.000-1.500 paket. GOSIPNYA rata-rata penjualan cendolnya mencapai 5-10 ribu gelas per hari bahkan mencapai 50 ribu gelas di bulan puasa.

Pada 2 Maret 1997 dibuka toko tas Elizabeth baru berlantai lima dengan luas tanah 1.000 meter persegi di Jl. Ciateul (kini Ibu Inggit Garnarsih) 15. Ia juga mulai meluaskan usaha dengan menyewakan kompleks ruko. Ia lalu membeli perkebunan gula di Cilacap, Jawa Tengah sehingga ia mampu menyimpan stok gula dalam jumlah banyak. Hal ini membuat harga cendolnya relatif stabil.

Cendolnya pun makin lama makin terkenal dan menjadi merek cendol paling populer di Bandung sehingga membuat banyak pedagang ikut berjualan memakai mereknya. Hal itu membuatnya memindahkan pusat usaha ke garasi rumah miliknya di Inhoftank tahun 2004. GOSIPNYA ia terpaksa pindah karena terbit Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 02 Tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah yang melarang kaki lima berjualan di trotoar.

Banyak yang mengeluh rasa cendolnya berbeda-beda. Ternyata mereka membeli dari pedagang gerobak yang membuat sendiri cendol mereka. GOSIPNYA bahan baku Es Cendol Elizabeth harus didatangkan dari luar kota Bandung: tepung sagu berasal dari Lampung dan Garut, daun suji sebagai pewarna alami diambil dari petani di Majalaya dan Pekalongan, gula kelapa sebagai pemanis berasal dari Pekalongan, kelapa untuk santan diambil dari Tasikmalaya.

Tri Bagus

Kini pengelolaan toko di Majalaya diserahkan pada putri pertamanya Nur Hayati sedangkan toko di Bandung dikelola oleh putri keduanya Nur Hidayah yang sudah menikah dengan Tri Bagus. Toko di Tasikmalaya dikelola oleh putri ketiganya.

Baso Tahu Tulen Situ Indah

Maya Indrawati

CABANG USAHA
Bandung:
-Jl. Situ Indah 4 Pagarsih (pusat) Buka: 06.00-21.00
-Jl. Haji Akbar 2 (samping Kartika Sari) Buka: 07.00-18.00
-Jl. Sadewa (depan Bistik Sadewa) Buka: 19.00-23.00
-Jl. Setiabudi 107 Buka: 08.00-22.00
-Jl. Kemuning (samping Primarasa) Buka: 09.00-19.00
-Jl. Buah Batu 201 Buka: 07.00-22.00
-Jl. Pagarsih 176 (depan Ruko Taman Senang) Buka: 09.00-21.30
-Jl. Nana Rohana 37 (Yayasan Dana Sosial Priangan) Buka: 09.00-22.00
-Jl. Holis 83 Buka: 08.00-22.00
-Jl. Gatot Subroto 7 Buka: 07.00-21.00
-Jl. Diponegoro 52 Buka: 08.30-21.30
-Rest Area Tol Pasteur KM 1 Buka: 06.00-23.30

Delivery: 022 603-9204, 022 607-9277, 0851-0073-6861, 0851-0632-2990

GOSIPNYA
Kiki Kelvin mulai berjualan siomay ketika kelas 3 SMA, yakni tahun 1993. Setelah setahun, muncul pesaing memakai nama yang sama: Baso Tahu Tulen. Ia lalu mengganti gerobak biasa dengan gerobak motor yang didesain seperti mobil box sehingga dapat menampung peralatan, perlengkapan hingga bahan baku. Tak hanya itu, di bagian sisi kiri dan kanan box, dituliskan profil singkat usaha berupa nama dan nomor kontak pemesanan.

GOSIPNYA kunci sukses keberhasilannya adalah bahan baku berkualitas tinggi. Adonannya terbuat dari 70% ikan tenggiri, sisanya tepung sagu Cap Tani dan bumbu seperti merica, garam, bawang, gula, kacang tanah Tuban dan cabai merah keriting dari Lembang. Ia menyatakan bahwa siomay buatannya bisa tahan 2-7 hari jika ditaruh di dalam kulkas.



GOSIP lain bilang usaha ini dirintis oleh Kiki Kelvin bersama dengan Maya Indrawati tahun 2000. Uniknya di beberapa papan namanya terdapat tulisan "Terpercaya sejak tahun 1950". Meski harganya mahal (Rp. 7.000 per buah tahun 2018) dibanding pesaingnya yang hanya berkisar antara Rp 2.500-4.000 per buah tahun 2018, Maya mengaku menjual lebih dari seribu buah per hari. GOSIP lain bilang mereka masih terikat tali saudara dengan Sin Sien Hin yang asli sehingga mengetahui resep yang enak untuk membuat baso tahu yang merupakan resep tahun 1950.

Satu-satunya pesaing berat adalah keluarga pedagang baso tahu Sin Sien Hin. Dulu pemiliknya hanya seorang; tapi setelah laku, 8 saudara lainnya ikut berjualan memakai nama Sin Sien Hin dengan resep yang berbeda-beda. Mereka terbagi jadi dua: Baso Tahu Tulen Tegallega (Sin Sien Hin) dan Baso Tahu Sin Sien Hin (Ooy). Banyak orang yang pernah mencicipi baso tahu Sin Sien Hin asli mengatakan rasanya sepadan dengan harganya yang lebih mahal dari Situ Indah. Merek dengan rasa inkonsisten ditambah harga yang mahal, membuat banyak orang lebih memilih Situ Indah.