Waroeng Steak & Shake

Jody Brotosuseno
lahir 3 Maret 1974 di Jakarta
istri: Siti Haryani

Siti Haryani & Jody Brotosuseno

CABANG USAHA
-Jabodetabek (14)
*Jl. Bintaro Utama Sektor 3 blok AP No. 70
*Jl. Cempaka Putih Barat 2
*Jl. Jatiwaringin Raya 241
*Jl. Kebayoran Lama 30A
*Jl. Raya Kalimalang 43
*Jl. Susilo Raya 9 Grogol
*Jl. Tebet Barat 1
*Jl. Utan Kayu 73
*Jl. Waru 22 Rawamangun
*Jl. A. Yani 112, Bogor
*Jl. M. Yasin 6 Kelapa Dua, Depok
*Jl. Margonda Raya 326, Depok
*Jl. Ir. Juanda 67 Ciputat Raya, Tangerang
*Jl. Ir. Juanda 189, Bekasi

-Yogyakarta (10)
*Jl. Kaliurang KM 6.4
*Jl. Affandi Gejayan
*Jl. Cendrawasih 30 Demangan
*Jl. Colombo 22 Samirono
*Jl. HOS Cokroaminoto 49
*Jl. Kaliurang KM 14
*Jl. Pandega Karya 18A
*Jl. Perumnas Seturan
*Jl. Tamansiswa 83
*Jl. Wates KM 2 No. 35

-Bandung (7)
*Jl. Banteng 14
*Jl. Dipatiukur 63
*Jl. Kopo Cirangrang 484
*Jl. Lengkong Kecil 21
*Jl. Lombok 9
*Jl. Prof. DR. Ir. Sutami 23
*Jl. Tamansari 54

-Semarang (7)
*Jl. Imam Bonjol 187
*Jl. Kartini 43
*Jl. Kelud Raya 2
*Jl. Prof Hamka 43 Ngaliyan Barat
*Jl. Setiabudi 60
*Jl. Singosari 65
*Jl. Supriyadi 58

-Malang (4)
*Jl. Bogor 24
*Jl. Ciliwung 46
*Jl. Kawi Bawah 18
*Jl. Soekarno-Hatta 14

-Palembang (3)
*Jl. Angkatan 66 No. 429
*Jl. Diponegoro 07
*Jl. Sumpah Pemuda 3 Ilir Barat

-Medan (3)
*Jl. Adam Malik 136
*Jl. Sisingamangaraja 314
*Jl. Dr. Mansyur 85

-Solo (2)
*Jl. DR. Wahidin 26
*Jl. Kartini 45

-Denpasar (2)
*Jl. Gatot Subroto Timur 236
*Jl. Tukad Yeh Aya

-Bandar Lampung (2)
*Jl. Dr. Susilo 69 Teluk Betung
*Jl. Zaenal Abidin 59 Pagar Alam

-Pekanbaru (2)
*Jl. Melati 49
*Jl. Teuku Tambusai (Jl. Nangka)

-Makassar (2)
*Jl. Boulevard Blok A3 No. 5 Panakkukang Mas
*Jl. Cendrawasih 180

-Sumedang: Jl. Raya Jatinangor 21
-Ungaran: Jl. Diponegoro 97
-Cirebon: Jl. Kesambi 191
-Magelang: Jl. Pahlawan 68
-Purwokerto: Jl. MT. Haryono 3A
-Tegal: Jl. Kapten Ismail 116
-Bantul: Jl. Bantul 68 A
-Surabaya: Jl. Flores 31
-Batu: Jl. Kartini 18

GOSIPNYA
Setelah menikah tahun 1997, Jody Brotosuseno sempat membuka usaha roti bakar, susu kedelai, hingga membuat kaus partai jelang Pemilu 1999. Mahasiswa Fakutas Arsitektur Universitas Atmajaya Yogyakarta ini pun bekerja di Obonk Steak, milik ayahnya, Sugondo. Jabatan Jody naik hingga menjadi manajer.

Tak puas menjadi karyawan, Jody berkeinginan mendirikan usaha sejenis. Bila Obonk Steak menyasar konsumen menengah ke atas, Jody menyasar konsumen menengah ke bawah. GOSIPNYA Jody berpendapat pangsa pasar menengah ke bawah jauh lebih banyak daripada pasar menengah ke atas.

Ia membawa motor Honda Tiger hasil berjualan kaus partai dari Solo ke Yogyakarta dan usaha roti bakar dilego untuk modal awal. Motornya dijual Rp. 8 juta. Dari modal tersebut, Rp. 7,5 juta digunakan untuk mengontrak sebuah tempat di Jalan Cendrawasih no. 30, Demangan. Ia menambah modal Rp. 3 juta untuk membeli beberapa barang dan peralatan. Perlengkapan, seperti kulkas, piring, sendok, dan garpu sisa usaha roti bakar ia pakai.

Tepat 4 September 2000, Jody mulai mengibarkan bendera Waroeng Steak and Shake yang lebih populer dengan sebutan WS. Karena steak identik dengan makanan mahal, ia memilih nama waroeng agar tidak terkesan mahal. Karena pangsa pasarnya mahasiswa dan anak muda, konsep warna warungnya dibuat mencolok sehingga dipilihlah warna hitam, kuning, dan putih.

Pertama kali buka, WS hanya menyediakan lima meja dan hot plate sebanyak 10 buah. Produk yang ditawarkan saat itu adalah sirloin, tenderloin, chicken steak, dan steak waroeng. Empat menu makanan ditambah milk shake vanila, stroberi, cokelat, es teh, dan es jeruk untuk minuman.

Steak yang ditawarkan Jody merupakan inovasi steak dengan harga murah, namun tetap menjaga kualitas. Ia melihat saat itu usaha fried chicken lokal sedang berkembang dan digemari banyak orang. Dengan konsep layaknya ayam goreng tepung tersebut, ia terinspirasi memproduksi steak daging sapi dengan balutan tepung yang terlihat besar tapi harganya murah.

Lalu, mulailah Jody dan istri menjalankan usahanya dibantu dua orang karyawan. Pemotongan daging dan memasak dilakukan sendiri. Aniek bertugas melayani konsumen, menerima order dan menjadi kasir. Karyawan membuat minuman dan mengantarkan pesanan.

Karena modal pas-pasan, untuk mempromosikan usahanya, Jody dan istri sempat menyebarkan sendiri brosur yang di-fotokopi. Selama satu tahun pertama, cobaan masih menghantui (GOSIPNYA pernah WS satu hari tak mendapat omzet sama sekali). Belum lagi, kesan steak masih identik sebagai makanan mahal. Namun, ia tak menyerah. Menu steak-nya ditambah nasi putih. Rasanya pun disesuaikan dengan lidah Indonesia.

Tahun kedua WS berjalan, Jody mengajak saudara, teman, bahkan ayah dan ibunya, Niniek Mulyani, untuk berinvestasi dalam mengembangkan usaha dengan sistem kemitraan dengan pembagian persentase keuntungan 50-50. Pada 2001, WS membuka cabang pertama.

Sistem ini ia pertahankan untuk cabang-cabang selanjutnya. Untuk kerja sama pendirian outlet-outlet baru, Jody menawarkannya kepada sejumlah ustad. Ada Ustad Yusuf Mansyur, Edi Musyafa, dan Ustad Endang. GOSIPNYA setelah 2 tahun beroperasi kerabatnya mengingatkan untuk bersedekah berzakat dan sejak itu bisnisnya berkembang pesat.

Jody pun mengajak para ustad yang bernaung dalam Waroeng Group Management, yakni BeBaQaran di Malang, Festival Kuliner (Feskul) di Jakarta, dan Bebek Goreng H. Slamet di Yogyakarta. GOSIPNYA hingga tahun 2011 karyawannya sudah lebih dari 1.000 orang.

Maicih

Dimas Merdeka

Reza Nurhilman

(GOSIPNYA bisnis ini bermula dari kegemaran Dimas akan keripik pedas). Ia iseng menjualnya di kampus dan ternyata laku. Ia memilih memproduksinya sendiri daripada hanya menjadi agen penjual keripik pedas orang lain karena pembuatannya memang relatif mudah. Maka 3 bersaudara Dimas Ginanjar Merdeka (anak sulung), Arie Kurniadi (anak kedua), dan Reza Nurhilman (anak bungsu) pun mulai mendirikan Maicih sejak tahun 2010 dengan modal 15 juta Rupiah.

Banyak versi cerita pemberian nama Maicih (GOSIPNYA sih nama tersebut digunakan agar terkesan produk mereka bukan produk sembarangan melainkan resep tradisional orang Sunda asli. Efek dari pemberian nama itu membuat banyak orang percaya bahwa yang membuat keripik itu adalah nenek-nenek tua bernama Icih).

Didi Petet

 Pandji Pragiwaksono

 Ruben Onsu

Tiwi T2

 Tukul Arwana

Meski Maicih disukai banyak orang (termasuk beberapa artis), tapi GOSIPNYA banyak yang bilang bahwa tidak ada hal yang istimewa dari produk Maicih selain strategi pemasarannya. Mula-mula mereka memanfaatkan sifat latah orang Indonesia yang obsesif pada hal yang sedang nge-trend. Dengan jenius mereka menciptakan pangsa pasar tersebut melalui twitter yang sedang trendy.

Pemasaran dibuat agar konsumen mencari-cari produk dengan cara mem-follow akun twitter Maicih lebih dulu sebelum dapat membelinya. Mereka juga meningkatkan nilai jual produk dengan mengobsesi orang agar penasaran dengan produk yang jumlahnya terbatas (karena tidak seimbang dengan promosi yang begitu gencar) dan harus mengantri sebelum membeli. Mereka juga memanfaatkan kegemaran orang Indonesia pada makanan pedas dengan cara menantang konsumen dengan bermacam tingkat kepedasan yang mereka sebut level.

Tapi lalu ada kontradiksi dalam perusahaan Maicih, Dimas ingin fokus pada kualitas produk sedangkan Arie dan Reza ingin fokus pada pengembangan jaringan. Maka Maicih pun pecah menjadi 2: Dimas menjalankan Maicih hadap depan, Reza dan Arie menjalankan Maicih hadap samping. Maicih versi Dimas beralamat di www.maicih.com, dengan twitter @maicih dan @bobmerdeka. Maicih versi Reza dan Arie beralamat di www.maicih.co.id, dengan twitter @infomaicih dan @axltwentynine.



Arie dan Reza mencoba mempromosikan Maicih seperti layaknya sebuah permainan. Pemberian nama pun dibuat seperti sebuah Kerajaan Icih: agen disebut jenderal, agen pertama disebut panglima jenderal, distributor untuk luar pulau disebut menteri perhubungan, produsen disebut menteri pangan, bagian pendataan disebut menteri keuangan.

GOSIPNYA pada tahun 2011 Reza dan Arie memproduksi keripik, jeblak, gurilem hingga 75 ribu bungkus per minggu yang dijual pada kisaran harga 11-18 ribu Rupiah dan menghasilkan omzet 4 milyar Rupiah per bulan sedangkan Dimas menjual sekitar 35 ribu bungkus per minggu dengan omzet sekitar 2 milyar Rupiah per bulan.

Perbedaan terbesar antara Maicih hadap depan dan hadap samping selain distribusinya adalah Maicih hadap depan memiliki standar kualitas yang tinggi dengan adanya izin Depkes, BPOM, dan sertifikasi halal MUI.

 Pada 11 Oktober 2014 Dimas membuka restoran Baso Maicih di Sawunggaling 2, Bandung yang menyediakan berbagai macam menu nasi goreng, mi, dan baso dengan pilihan level pedas 3, 5, 10.  GOSIPNYA Baso Maicih kurang laku sehingga tutup dan menjadi kafe Pohon Durian pindahan dari Jalan Bagus Rangin yang dikelola oleh Andi Miswar dan M. Ridha Avisena (GOSIP lain bilang Andi Mizwar dan M. Ridho Avicena).

Ramayana

Paulus Tumewu
lahir 1952 di Makassar
istri: Tan Lee Chuan

Eddy Tansil (Tan Tju Fuan)
lahir 2 Februari 1953

CABANG TOKO
No. Code Address City Region
1 C001 Jl. Taman Mini Raya East Jakarta Jakarta
2 R02 Jl. Raya Bekasi km 21, Pulogadung Bekasi Bodetabek
3 R05 Jl. Hasanuddin Bawah Terminal Blok M Mall South Jakarta Jakarta
4 R06 Jl. Pahlawan No.1000 Serpong Java West
5 R08 Jl. H. Agus Salim No. 34-38 Central Jakarta Jakarta
6 R10 Jl. Pasar Palmerah Lt. 2 West Jakarta Jakarta
7 R11 Jl. Raya Ragunan No. 113, Pasar Minggu South Jakarta Jakarta
8 R12 Jl. Pasar Baru No. 69 Central Jakarta Jakarta
9 R13 Jl. Raya Bogor, Pasar Kramat Jati, Lt. 1 East Jakarta Jakarta
10 R14 Jl. Tanjung Duren Barat, Pasar Kopro Lt. 2-3 West Jakarta Jakarta
11 R15 Jl. Dewi Sartika No. 1 Bogor Bodetabek
12 R20 Jl. Ciputat Raya, Plaza Ciputat Raya Tangerang Bodetabek
13 R21 Jl. Ir. H. Juanda, Pratama Plaza Bekasi Bodetabek
14 R22 Jl. Ragunan, ex Terminal Pasar Minggu South Jakarta Jakarta
15 R24 Jl. Raya Pondok Gede, samping Terminal Bekasi Bodetabek
16 R25 Jl. Surya Kencana No. 3 Bogor Bodetabek
17 R26 Jl. Merdeka, dekat Terminal Cimone Tangerang Bodetabek
18 R29 Jl. Kramat Jaya, Tugu Koja, Tanjung Priok North Jakarta Jakarta
19 R30 Jl. Antasari no.1, Plaza Mitra Banjarmasin Kalimantan South
20 R31 Jl. Daan Mogot Raya, Kodim Tangerang Bodetabek
21 R32 Jl. Tebet Raya Dalam, Pasar Tebet South Jakarta Jakarta
22 R33 Jl. Yos Sudarso, Koja Plaza, Tanjung Priok North Jakarta Jakarta
23 R34 Jl. Margonda Raya, Plaza Depok Bogor Bodetabek
24 R35 Jl. Raya Serang, Mal Cilegon Cilegon Java West
25 R36 Jl. Jend. A. Yani, Jambu Dua Bogor Bodetabek
26 R37 Jl. Raya Cibitung Bekasi Bodetabek
27 R38 Jl. I Gusti Ngurah Rai, Klender East Jakarta Jakarta
28 R39 Jl. Veteran Purwakarta Java West
29 R40 Jl. Lingkar Luar Barat, Cengkareng Timur West Jakarta Jakarta
30 R41 Jl. Pattimura, Sutomo, Pantuan P. Siantar Sumatra North
31 R42 Jl. Raya Bogor, Graha Cijantung East Jakarta Jakarta
32 R43 Jl. Raya Jakarta-Bogor, Cibinong Bogor Bodetabek
33 R44 Jl. Pondok Raya, Plaza Bintaro, Bintaro Tangerang Bodetabek
34 R45 Jl. Sultan Toha Jambi Sumatra Jambi
35 R46 Jl. Dr. Muwardi II, Pasar Muka  Cianjur Java West
36 R47 Jl. Lapangan Tembak, Cibubur Bogor Bodetabek
37 R48 Jl. R. Intan, Pasar Bawah, Tanjung Karang Lampung Sumatra Lampung
38 R49 Jl. HOS Cokroaminoto, Ciledug Tangerang Bodetabek
39 R50 Jl. Andi Pettarani; Panakukang Mas Ujung Pandang Sulawesi South
40 R51 Jl. Sukarno, Plaza Muara Rapak Balikpapan Kalimantan East
41 R52 Jl. Pasar Pangkal Pinang, Bangka Pangkal Pinang Sumatra South
42 R54 Jl. Letkol Iskandar, Kompleks Ilir Barat Permai Palembang Sumatra South
43 R55 Jl. Pulau Irian Samarinda Kalimantan East
44 R57 Jl. Tanjung Pura Pontianak Kalimantan West
45 R58 Jl. Sisingamangaraja Medan Sumatra North
46 R60 Jl. Gajah Mada, Pasar Simpang 3 Tarakan Kalimantan East
47 R61 Jl. Lalamentik, Floabamora Mal Kupang Bali-NT
48 R62 Jl. Iskandar Muda, Plasa Medan Baru Medan Sumatra North
49 R63 Jl. P. Antasari, Pasar Sentra Antasari Banjarmasin Kalimantan South
50 R65 Jl. Aksara No. 2 Medan Sumatra North
51 R66 Jl. Pemuda Padang Sumatra West
52 R67 Jl. Tuparev Karawang Java West 
53 R68 Jl. Altenatif, Cileungsi Bogor Bodetabek
54 R70 Jl. Pengayoman Makassar Sulawesi South
55 R71 Jl. Juanda Bogor Bodetabek
56 R73 Jl. Emmy Saelan Palu Sulawesi Central
57 R74 Jl. R.E Martadinata, Cikarang Bekasi Bodetabek
58 R75 Jl. Veteran, Kel Kota Baru Serang Java West
59 R77 Jl. A.Yani. No. 1, Kel Benteng Pasar Atas Bukit Tinggi Sumatra West
60 R78 Jl. Jend. A Yani  Baturaja Sumatra South
61 R79 Jl. Perintis Kemerdekaan Makassar Sulawesi South
62 R80 Jl. Jend. Sudirman Dumai, Kep. Riau Sumatra Riau
63 R81 Jl. Mulawarman Bontang, Kaltim Kalimantan East
64 R82 Jl. Raya Sesetan  Bali Bali-NT
65 R83 Jl. Adi Sucipto Banyuwangi Java East
66 R85 Jl. Jenderal Sudirman Duri Sumatra Riau
67 R86 Jl. Lintas Timur Kerinci Sumatra Riau
68 R88 Jl. Jend. Sudirman Paya Kumbuh Sumatra West
69 R89 Jl. Jend. Sudirman Tebing Tinggi Sumatra North
70 R90 Jl. Jend. Sudirman Kotabumi Sumatra Lampung
71 R91 Jl Raya Abepura, Kec Jayapura Selatan Abepura Papua
72 R93 Jl. Latumenten No 33 West Jakarta Jakarta
73 R94 Jl. M. Yamin Samarinda Kalimantan East
74 R95 Jl. Jend. Sudirman Balikpapan East Kalimantan
75 R96 Jl. HR. Subrantas Panam Sumatra Riau
76 R97 Jl. Raya Padalarang, Kel. Kertamulia, Kab. Bandung Barat Padalarang Java West
77 R98 Jl. Panglima Sudirman  Kediri Java East
78 R99 Jl. Guntur, Kel Pakuwon Garut Java West
79 R100 Jl Raya Plered Cirebon Java West
80 R101 Jl. Z.A. Pagar Alam Lampung Sumatra
81 R102 Jl. Pasar Kebayoran Lama Jakarta Bodetabek
82 R103 Jl. Jend. Ahmad Yani, Kel Klademak Sorong Papua
83 R105 Jl. Raya Parung, Kab Bogor Parung Bodetabek
84 R106 Jl. Siliwangi/ Kamp. Sekarwangi, Cibadak Sukabumi Java West
85 R107 Jl.H.R Lukman, Link. Kayu Manis Bogor West Java
86 R108 Jl.Raya Bogor, Cililitan, Jakarta Timur  East Jakarta Jakarta
87 R109 Jl. Teratai Putih, Duren sawit Jakarta Bodetabek
88 R110 Jl. DR. Sutomo, Kel Noyontaan, Pekalongan Pekalongan Java Central
89 R111 Jl.Sultan Hassanudin, Tanuti, Ambon  Ambon Maluku
90 R114 Jl.Bogor Baru, Kel Kedaung Jaya, Kec Tanah Bogor Bodetabek
91 R115 Mall Mega Sanur Bulu Kumba, Jl Samratulangi Bulukumba South Sulaewesi
92 R119 Jl. MT Haryono, Dinoyo Malang Java East
93 RB03 Jl. Pemuda; Jl. Jend Sudirman Salatiga Java Central
94 RB05 Jl. Tipar Gede No. 17 Sukabumi Java West
95 RB07 Jl. Pasuketan, Mal Cirebon, Lt. 1 Cirebon Java West
96 RB09 Jl. Malioboro No. 124 Jogyakarta Java Central
97 RB10 Jl. Kusuma Bangsa, THR Mal Surabaya Surabaya Java East
98 RB11 Jl. Simpang Lima, Mal Citraland, Lt. 1 Semarang Central Java
99 RB12 Jl. Rio No. 1, Cimahi Mekar Bandung Java West
100 RB13 Jl. Merdeka Timur, Plaza Mataraman Malang Java East
101 RB14 Jl. Taman Jayeng Romo, Jembatan Merah Surabaya Java East
102 RB16 Jl. Gubernur Suryo, Plaza Multi Sarana Gresik Java East
103 RB17 Jl. Jend. A. Yani  66-74  Jogyakarta Java Central
104 RB20 Jl. Diponegoro No. 103-AI Denpasar Bali-NT
105 RB21 Jl. Komplek Jodoh, Marina Batam Sumatra Batam
106 RB22 Jl. Bungur Asih Surabaya Java East
107 RB23 Jl. Raya Krian, Kompleks Pasar Krian Sidoarjo Java East
108 RB26 Jl. Wiratno Tanjung Pinang Sumatra Batam
109 RB27 Jl. Diponegoro   Sidoarjo Java East
110 RB28 Jl. Simpang Tujuh Kudus Java Central
111 RB29 Jl. Jend. Sudirman Denpasar Bali-NT
112 RB30 Jl. Kawasan Komersil Muka Kuning Batam Sumatra Batam
113 RB31 Jl. Bubutan no 1-7 Surabaya Java East

GOSIPNYA
Tahun 1974, tidak lama setelah menikah, Paulus dan istrinya pergi ke Jakarta untuk memulai bisnis. Mereka membuka sebuah toko pakaian di Jl. H. Agus Salim, Jakarta Pusat. Cabang pertama toko itu dibuka di Blok M tahun 1978 dan diberi nama Ramayana Fashion Store. Paulus juga mendirikan anak usaha bernama Robinson dan Cahaya. Tahun 1985 sepatu, tas, aksesoris mulai menghiasi Ramayana. Pada tahun yang sama, cabang pertama di luar Jakarta dibuka di Bandung.

Tahun 1989 Ramayana telah berjumlah 13 gerai dan produk yang dijual mencakup hingga kebutuhan rumah tangga, alat tulis, dan mainan. Karena memiliki begitu banyak produk, tahun 1993 konsep one stop shopping diberlakukan di setiap toko Ramayana. Tahun 1996 Ramayana terjun ke bursa saham.

Tahun 1997 cabang pertama di luar Jawa dibuka di Bali. Tahun 1999 cabang pertama di Sumatra dibuka di Bandar Lampung. Tahun 2000 cabang pertama di Kalimantan dibuka di Banjarmasin. Tahun 2002 cabang pertama di Sulawesi dibuka di Makassar. Tahun 2005 Ramayana memperluas kapasitas dengan produk elektronik dan restoran siap saji.

Pada 21 Agustus 2005 Paulus yang merupakan adik ipar dari buronan koruptor Eddy Tansil, ditangkap polisi karena diduga mengecilkan omzet yang diterima Ramayana dan tidak mengisi surat pemberitahuan pajak (SPT) dengan benar, sehingga diduga merugikan negara Rp. 399 milyar. Paulus dibebaskan dari tuntutan pidana setelah membayar tunggakan PPh Rp. 7,99 milyar (GOSIPNYA Paulus seharusnya membayar Rp. 399 milyar dan denda 400% atau sama dengan Rp. 1,995 trilyun tapi karena Paulus merupakan salah satu anggota dari 9 Naga yang menyokong dana Partai Demokrat, maka menteri keuangan saat itu, Sri Mulyani, berusaha membantunya sehingga ia hanya membayar Rp. 7,99 milyar dan denda 31,97 milyar saja).

Hingga tahun 2016, Ramayana telah memiliki 113 gerai. Tahun 2016 Paulus berada di peringkat 109 orang terkaya di Indonesia versi majalah Globe Asia dengan kekayaan sebesar 300 juta Dolar AS.

Djoko Susanto

Djoko Susanto (Kwok Kwie Fo)
lahir 9 Februari 1950 di Jakarta

KARIR
1989-2005: Direktur PT HM Sampoerna
1989-2005: Presiden Direktur PT Panamas
1989-2004: Presiden Direktur PT Alfa Retailindo
1995-2002: Presiden Direktur PT Atri Distribusindo
2001-sekarang: Presiden Komisaris PT Sumber Alfaria Trijaya
2002-sekarang: Presiden Komisaris PT Atri Distribusindo
2004-sekarang: Presiden Komisaris PT Alfa Retailindo
2005-2007: Komisaris PT Sigmantara Alfindo
2008-sekarang: Direktur PT Sigmantara Alfindo
2008-sekarang: Presiden Komisaris PT Amanda Cipta Persada

GOSIPNYA
Setelah tamat dari SMP Pah-Chung di Mangga Besar, Jakarta tahun 1965, ia melanjutkan pendidikan ke SMA Pah-Chung. Baru satu tahun ia sekolah di sana, sekolah etnis Tionghoa itu ditutup oleh pemerintah yang saat itu sedang menggalakkan nasionalisme. Ia lalu bekerja di perusahaan perakitan televisi merek Aladin.

Tahun 1971 ia ikut membantu orangtuanya mengurus toko kelontong Sumber Bahagia di Pasar Arjuna, Jakarta. Saat itu ia melihat potensi besar dalam usaha rokok dan mulai fokus dalam penjualan rokok. GOSIPNYA pada tahun 1980 Putera Sampoerna begitu penasaran dengan Djoko dan bersikeras menemuinya. Tahun 1985 Djoko dan Putera sepakat untuk membuka 15 gerai di beberapa lokasi di Jakarta.

Ia membawa PT Sampoerna ke peringkat kedua setelah Gudang Garam. GOSIPNYA kehebatannya menjual rokok membuatnya dijuluki 'Dewa Rokok'. Pada tahun 1989 ia ditunjuk menjadi direktur PT Sampoerna dan untuk mengatur distribusinya, ia ditunjuk menjadi presiden direktur PT Panamas yang merupakan anak perusahaan PT Sampoerna yang berperan sebagai distributor rokok Sampoerna.

Sampoerna memiliki sebuah gudang di Jl. Lodan no. 80, Ancol, Jakarta. Dengan modal Rp. 2 milyar, gudang itu diubah menjadi supermarket Alfa Gudang Rabat yang diresmikan pada 27 Agustus 1989 yang 40% sahamnya dimiliki oleh Putera Sampoerna dan sisanya dipegang oleh Djoko. Supermarket itu didirikan untuk mendistribusikan rokok Sampoerna A Mild. Pada tahun itu juga ia ditunjuk menjadi direktur PT Sampoerna.

Pada Oktober 1998 raksasa ritel asal Perancis, Carrefour membuka gerainya di Cempaka Putih, Jakarta. Sadar tidak akan bisa menyaingi perusahaan ritel terbesar kedua di dunia tersebut, Djoko lalu mendirikan Alfa Minimart di Jl. Beringin Raya, Karawaci, Tangerang pada 18 Oktober 1999. Djoko yang sudah menguasai benar distribusi dan bisnis ritel perlahan-lahan mampu menyaingi minimarket Indomaret milik Sudono Salim yang telah berdiri sejak tahun 1988.

Untuk menyaingi Indomaret, pada Agustus 2002 Putera menyuntikkan dana lagi yang membuat kepemilikan berubah menjadi 70% milik PT Sampoerna dan 30% dikuasai PT Sigmantara Alfindo milik Djoko. Sejak 1 Januari 2003 Alfa Minimart berganti nama menjadi Alfamart serta memakai sistem waralaba. Hanya dalam waktu dua tahun, Alfamart telah membuka 800 cabang baru.

Ancaman terbesar Djoko ternyata bukan Indomaret melainkan Philip Morris. Setelah menguasai 40% saham PT HM Sampoerna pada Maret 2005, Philip Morris menaikkan jumlah saham mereka hingga 98% pada Mei 2005. Djoko segera mengantisipasi nasibnya yang hanya memiliki 30% saham Alfamart dengan mendirikan Alfa Express lewat PT Kencana Disindo. Philip Morris ternyata tidak tertarik pada bisnis ritel dan menjual saham Alfamart kepada Djoko dan publik pada tahun 2006.

Januari 2008 PT Carrefour Indonesia mengakuisisi 75% saham PT Alfa Retailindo selaku pemilik Alfamart dan membuat gerai-gerai Alfamart berubah menjadi Carrefour Express. Akhir tahun 2009 Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan bahwa PT Carrefour Indonesia bersalah melakukan praktik monopoli dengan mengakusisi PT Alfa Retailindo. Tahun 2010 PN Jakarta Selatan memutuskan bahwa Carrefour tidak terbukti melakukan praktik monopoli.

Selain mendirikan Alfamart, pada Desember 1986 Djoko juga mendirikan Yayasan Bunda Mulia. Hingga akhir tahun 2010 gerai Alfamidi telah mencapai 248 buah dan Alfa Express mencapai 161 gerai. Hingga akhir tahun 2011 gerai Alfamart telah mencapai 5.670 buah dan Indomaret telah mencapai 6.003 gerai. Tahun 2013 Djoko Susanto berada di peringkat 25 orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan kekayaan mencapai 1,17 milyar Dolar AS.

Hingga akhir tahun 2015 Indomaret telah mencapai 12.210 gerai yang terdiri dari 3.889 waralaba dengan pendapatan perseroan Rp. 49,44 trilyun dan laba bersih Rp. 758 milyar, meningkat dari laba tahun 2014 yang mencapai Rp. 589,27 milyar. Alfamart mencapai 12.258 gerai yang merupakan kombinasi dari 11.115 gerai Alfamart, 1.143 gerai Alfamidi, Alfa Supermarket, Lawson, dan Dandan dengan pendapatan perseroan Rp. 48,26 trilyun dan laba bersih Rp. 451,08 milyar, menyusut dari laba tahun 2014 yang mencapai Rp. 539,55 milyar. Tahun 2016 Djoko Susanto berada di peringkat 14 orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan kekayaan mencapai 1,3 milyar Dolar AS.

Salim Group

Sudono Salim (Lin Shao Liang / Liem Sioe Liong 林紹良)
lahir 16 Juli 1916 di Fuqing, Fujian
meninggal 10 Juni 2012 di Singapura
kakak: Liem Sioe Hie
adik: Liem Sioe Kong 
istri: Liliani (Lie Las Nio)
meninggal 4 Maret 2016
anak: Albert Salim
Andre Salim
Anthoni Salim
Mira Salim

 Lie Las Nio




Albert, Anthoni, Andre, Mira di pemakaman Sudono


Sudwikatmono
lahir 28 Desember 1934 di Wonogiri, Jawa Tengah
meninggal 8 Januari 2011 di Singapura
istri: Sri Sulastri
anak: Martina, Miana, Tri Hanurita, Agus Lasmono

Ibrahim Risjad
lahir 2 Maret 1934 di Aceh
meninggal 17 Februari 2012 di Singapura
istri: Kristy Dewi
anak: Amirsyah, Rizal, Dina, Dedey, Selviya, Zarani, Radian

ANAK PERUSAHAAN INDOFOOD
-PT Indofood Fritolay Makmur (bekerjasama dengan PepsiCo)
-PT Nestlé Indofood Citarasa Indonesia (bekerjasama dengan Nestlé)
-PT Indolakto
-PT PepsiCola Indobeverages (bekerjasama dengan PepsiCo)
-PT Sari Incofood Corporation (bekerjasama dengan Incofood Corporation)
-PT Quaker Indonesia (bekerjasama dengan Quaker Oats Company)
-PT Surya Rengo Container
-PT Indomarco Adi Prima

MEREK-MEREK PRODUK INDOFOOD
-Mi: Indomie, Supermi, Sarimi, Pop Mie, Pop Bihun, Sakura, Mi Telur 3 Ayam, La Fonte
-Susu: Indomilk, Enak, 3 Sapi, Kremer, Orchid Butter, Indo Es Krim, Milkuat, Crima, Nice Yogurt
-Makanan ringan: Chitato, Chiki, JetZ, Cheetos, Qtela, Lays, Trenz, Wonderland, Dueto
-Penyedap makanan: sambal Indofood, bumbu spesial Indofood, bumbu racik Indofood, Magic Lezat, sirup Freiss, kecap Indofood, kecap Piring Lombok
-Makanan bernutrisi: Promina, Sun, Govit, Provita
-Minuman: Ichi Ocha, Cafela, Club, Tekita, Fruitamin, Pepsi, Mirinda, 7Up, Tropicana Twister
-Terigu: Cakra Kembar, Segitiga Biru, Kunci Biru, Lencana Merah, Taj Mahal, Chesa
-Minyak: Bimoli (dikenalkan tahun 1978), Bimoli Spesial (1993), Mahakam (1993), Happy (1996), Delima (1997)
-Margarin: Simas (1979), Palmia (1990), Amanda (1990), Malinda (1990), Simas Plamia (2008)

ANGGOTA GANG OF FOUR
-Sudono Salim (Liem Sioe Liong / Lin Shao Liang)
-Djuhar Sutanto (Liem Oen Kian / Lin Wen Chiang)
-Ibrahim Risjad
-Sudwikatmono

ANGGOTA FOUR SEAS
-Liem Lay Tuan
-Tan Le Lok
-Imin Sugiono (Liem Ngie Hoo)
-Djuhar Sutanto (Liem Oen Kian / Lin Wen Chiang)

ANGGOTA FIVE STARS
-Four Seas
-Yacob Sulaiman (Liem Chin Song)

ANGGOTA GROUP OF SEVEN
-Five Stars
-Ibrahim Risjad
-Sudwikatmono

CABANG BOGASARI BAKING CENTER (BBC)
-Banda Aceh: Jl. Tgk Imum Leung Bata Simpang Surabaya no. 3 telp. 0651 27337
-Bandung: Jl. Astana Anyar 23 telp. 022 421 4401
-Bandung: Jl. Karapitan 88E telp. 022 426 2821
-Banjarmasin: Jl. PHM Noor 88 Kel Pelambuan Samping Polsek Banjarmasin telp. 0511 441 1799
-Bogor: Jl. Pajajaran 133A telp. 0251 839 0613
-Cirebon: Komp. Cirebon Superblok, Ruko Orange Blossom 18, Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo 26 telp. 0231 829 1104
-Jakarta: Kompleks PT ISM Divisi Bogasari Jl. Raya Cilincing 1 Tanjung Priok telp. 021 4392 0144 / 430 1048
-Jakarta: Jl. RS. Fatmawati 22A telp. 021 769 2329
-Jakarta: Kelapa Gading Square B-17, Mall of Indonesia telp. 021 4586 9850
-Jember: Jl. Gajah Mada 373 telp. 0331 489 902
-Kediri: Ruko Hayam Wuruk Trade Center Blok D-3 telp. 0354 672 697
-Medan: Ruko Tata Plaza 31A, Jl. Kapten Muslim telp. 061 846 8081
-Padang: Jl. S. Parman 197 telp. 0751 705 8384
-Palembang: Palembang Square Mall, Kanto R 127 Jl. Angkatan 45/POM IX telp. 0711 380 039
-Purwokerto: Jl. Jend. Sudirman 612 telp. 0281 760 4198
-Salatiga: Jl. Yos Sudarso 21 telp. 0298 321 340
-Samarinda: Ruko Mahakam Square B01 Jl. Untung Suropati telp. 081 7507 8027
-Semarang: Jl. Tentara 67B telp. 024 7658 5088
-Surabaya: Plaza Surabaya, Shop House Blok A 8-17 Lt. 1 Jl. Pemuda 33-37 telp. 031 545 3066 
-Tangerang: Ruko Pasar Modern Blok R 83A, R 85-86 Sektor 1.2 BSD telp. 021 5315 8366

GOSIP SUDONO SALIM
Sudono Salim adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang berasal dari keluarga petani di Desa Ngu Ha, Hai Kou, Hainan. Tahun 1925 ayahnya meninggal sehingga kakaknya menjadi tulang punggung keluarga dengan menggarap sawah peninggalan ayahnya. Tahun 1929 kakaknya pergi ke Hindia Belanda. Setelah kakaknya pergi, ia harus membantu ibunya berjualan makanan dan hidup keluarganya makin susah.

Tahun 1931 Cina berperang dengan Jepang. Tahun 1937 terjadi perang besar antara Cina dan Jepang, dan untuk menghindarinya tahun 1938 ia pergi ke pelabuhan Hai Kou dan naik kapal dagang Belanda untuk menyusul kakaknya Liem Sioe Hie dan iparnya Zheng Xusheng yang telah terlebih dulu pergi ke Hindia Belanda. Sejak dulu Indonesia sudah menjadi tanah tujuan orang Cina karena meski jajahan tapi tanahnya subur. Tahun 1860 ada sekitar 222 ribu orang Cina di Indonesia dan sekitar 563 ribu pada 1905. Sejak dulu, orang-orang yang tak suka dengan dinasti Qing, pergi ke wilayah Nan Yang (Laut Selatan). Karena letak Indonesia dekat dengan Nan Yang, kebanyakan orang Cina di Indonesia datang dari tiga provinsi di Cina Selatan: Hokkian (Fujian), Guangdong, Hainan.

Setelah sebulan, kapal itu mendarat di Surabaya. Ia sempat tertahan 4 hari di pelabuhan sebelum akhirnya dilepaskan petugas Hindia Belanda karena dijamin oleh kakaknya. Ia lalu dibawa ke Kudus untuk membantu toko Liem Kiem Tjay milik pamannya untuk berjualan minyak kacang. Saat itu minyak kacang cukup penting karena selain dipakai untuk memasak, biasa dipakai juga sebagai bahan bakar pelita.

Di sana ia berkenalan dengan Lie Las Nio, gadis asal Lasem dan melamarnya. Sudono yang totok membuat orangtua gadis tersebut tidak memberi izin karena takut anaknya akan dibawa ke Cina. Ia berusaha meyakinkan mereka dan membuat lamarannya diterima. Pesta pernikahan dirayakan selama 12 hari karena keluarga istrinya cukup terpandang.

Pada tahun 1940 adiknya, Liem Sioe Kong bergabung. Mereka berdagang minyak dan cengkeh sendiri. Ketika usahanya mulai berkembang, pada tahun 1942 Jepang datang untuk menjajah Indonesia dan membuat usahanya bangkrut karena Jepang mengubah kebun tembakau menjadi kebun jarak serta menghentikan impor cengkeh dari Zanzibar. Ia juga mengalami kecelakaan dan mobil yang ditumpanginya masuk jurang di daerah Semarang. Seluruh temannya meninggal kecuali dirinya yang pingsan selama dua hari.

Ketika itu, pedagang Cina banyak mengalami kerugian karena mereka berkonflik dengan pedagang Jepang yang juga banyak mendirikan toko di Jawa. Banyak pedagang Jepang ternyata adalah mata-mata yang bertugas mencatat kehidupan sehari-hari serta menginventaris semua data persoalan pemerintahan Hindia Belanda. Persaingan antara pedagang Cina dan Jepang amat keras. Suatu saat ada orang Cina membeli barang di toko orang Jepang, rumah orang Cina itu lalu dilempari kotoran oleh orang Cina yang lainnya.

Tahun 1945 saat Jepang menyerah dalam perang, berkarung-karung uang Jepang miliknya dinyatakan tidak laku karena pemerintah menerbitkan uang baru. Ketika itu setiap orang mendapat satu Rupiah uang baru. Keluarga Liem mendapat 8 Rupiah karena berjumlah 8 orang. Ia lalu menjadi anggota Cong Siang Hwee, perkumpulan pedagang Cina yang membantu perjuangan RI memperjuangkan kemerdekaan.

Cong Siang Hwee mempercayakan seorang tokoh Muhammadiyah dari Jakarta yang merupakan ayah Fatmawati dan mertua Soekarno dari pencarian Belanda. Tokoh yang belakangan ia ketahui bernama Hasan Din itu ia sembunyikan di rumahnya selama 2 tahun. Ia yang tidak suka ikut campur urusan orang lain tidak berusaha mengetahui siapa orang yang ia tolong itu dan karenanya Hasan Din mengenalkannya pada para pemimpin tentara sehingga ia dipercaya menyuplai berbagai kebutuhan TNI mulai dari makanan, pakaian, senjata, hingga tembakau dan cengkeh.

Saat itu Kota Kudus yang terkenal sebagai pusat pabrik rokok kretek sedang mengalami kelangkaan tembakau dan cengkeh. Ia pun lalu menyelundupkan bahan baku tersebut ke Kudus dari Maluku, Sumatera, dan Sulawesi melalui Singapura dan mendapat untung banyak. Untuk menyelundupkan barang tersebut sebagai obat-obatan, ia dibantu kenalannya di Singapura, Tan Kah Kee.

Pada bulan April 1950 presiden Republik Indonesia Serikat (RIS), Datuk Muda Assaat (yang sering juga disebut Datuk Mudo dalam bahasa Minang), mengeluarkan Gerakan Benteng yaitu sebuah kebijakan ekonomi yang mengharuskan 70% saham dari sebuah perusahaan dimiliki oleh kaum pribumi. Gerakan Benteng membuatnya harus mendekati para penguasa agar ia bisa tetap berbisnis.

Tahun 1950 ia dipercaya memasok kebutuhan logistik Divisi Diponegoro di Semarang. Saat itulah ia berkenalan dengan Letkol Soeharto yang menjadi rekan bisnis seumur hidupnya. Soeharto lalu diangkat menjadi Panglima Diponegoro menggantikan posisi Ahmad Yani yang ditarik ke Jakarta untuk menjadi KSAD menggantikan posisi A.H. Nasution. Tahun 1952 ia pindah ke Jakarta dan mendirikan PT Muliatex di Kudus dan PT Tarumatex di Bandung. Tahun 1954 ia mendirikan Bank Windu Kentjana. Ia juga mendirikan PT Indara Mas yang memproduksi suku cadang sepeda, PT Indara Kentjana yang memproduksi paku, serta PT Telok Betong yang bergerak di bidang kerajinan tangan. Semuanya tidak sukses.

Pada masa pemerintahan Kabinet Ali Sastroamidjojo I (Agustus 1954-Agustus 1955), menteri perekonomian Iskaq Tjokroadisurjo mengeluarkan Sistem Ali-Baba untuk memajukan pengusaha pribumi. Etnis Tionghoa dibagi menjadi dua: totok dan babah. Totok adalah sebutan bagi orang yang datang langsung dari Cina. Babah adalah sebutan lain untuk peranakan yaitu sudah menikah dengan pribumi. Kebijakan Ali-Baba malah menjadi objek dagang dimana ali yang identik dengan pengusaha pribumi menawarkan beslit (surat keputusan) sedangkan baba/babah yang identik dengan pengusaha Tionghoa menjadi pembelinya. Pada April 1957 Kabinet Karya dibentuk dan dibuatlah Sistem Ekonomi Terpimpin sehingga Gerakan Benteng resmi dihentikan.

Pada 21 Februari 1957 Bank Windu Kentjana berubah menjadi Bank Central Asia (BCA) untuk memperluas usaha dengan menyalurkan modal ke berbagai perusahaan, salah satunya PT Mega. PT Mega diambil dari nama putri sulung Soekarno, Megawati. Hasan Din dilibatkan dalam perusahaan ini. Karena terlalu banyak perang, usahanya tidak stabil.

Tahun 1967 Soeharto menjadi presiden kedua RI dan ia mulai mendapatkan banyak kemudahan salah satunya adalah ketika ia diberi izin untuk memonopoli impor cengkeh lewat PT Mega pada tahun 1968. Keputusan monopoli itu merupakan strategi Menteri Perdagangan untuk memotong jalur distribusi cengkeh yang kala itu harus melalui Singapura dan Hongkong. Selain PT Mega, PT Mertju Buana yang dipimpin Probosutedjo juga mendapat hak kutip impor cengkeh 5% per transaksi. Dua perusahaan ini menguasai 90% panen cengkeh di Zanzibar dan Madagaskar. Mereka memasok 70% kebutuhan industri rokok kretek di Indonesia. Tahun 1981 saja total transaksi cengkeh sekitar 120 juta Dolar AS.

Ia lalu mengembangkan bisnisnya dengan mendirikan CV Waringin dan PT Permanent untuk mengekspor kopi, merica, tengkawang, kopra, timah; juga untuk mengimpor beras dan gula.

Soeharto pernah tinggal di Wonogiri, di rumah bibinya yang bernama Sanikem yang bersuamikan mantri tani bernama Prawirowihardjo. Bagi Soeharto, paman dan bibinya adalah pengganti orang tuanya. Demikian pula dengan Sudwikatmono -anak Sanikem dan Prawirowihardjo - menganggap Soeharto sebagai kakak kandungnya. Usia mereka terpaut 13 tahun.

Sudwikatmono yang biasa disapa Dwi pernah bekerja di bagian administrasi Angkatan Laut di Gunung Sahari. Selain itu, Dwi juga sempat bekerja di bagian ekspor impor PN Jaya Bhakti. Di perusahaan ini Dwi mengenal Ibrahim Risjad yang mendorongnya untuk berbisnis. Meski saat itu Dwi sudah punya naluri bisnis, tetapi ia belum berani hidup tanpa gaji bulanan. Maka itu, berjualan baginya baru sekadar usaha sampingan.

Sejak pagi-pagi buta Dwi sudah nongkrong di pelabuhan Tandjung Priok, dan langsung membooking karung-karung bekas yang tersisa dari muatan kapal laut atau pun di gudang-gudang pelabuhan, sementara istrinya, Sri Sulastri, berjualan sabun cap Tangan yang dibeli langsung dari pabrik.

Saat masih bekerja di PN Jaya Bhakti, teman Dwi dari Kudus bernama Liem Sioe Kong, memperkenalkan Dwi kepada kakaknya, Liem Sioe Liong. Ternyata Liem Sioe Liong kenal dengan Sulardi, kakaknya Dwi.

Tahun 1967, Dwi bertemu dengan Liem Sioe Liong di rumah Soeharto di Jalan Agus Salim, Menteng, Jakarta. Setelah satu jam mengobrol dengan Soeharto, Liem Sioe Liong kemudian pamit sambil memberikan kartu nama ke pada Dwi. Liem memintanya untuk datang ke kantornya di Jalan Asemka.

Keesokan harinya, Dwi tiba di kantor Liem pukul 09.45, limabelas menit lebih awal dari jam yang dijanjikan. Liem mengutarakan maksudnya bahwa ia membutuhkan seorang pribumi untuk bergabung dengan bisnisnya, dan Soeharto mengusulkan Dwi.

Dwi kaget dan bingung ditawari gaji bulanan satu juta rupiah dan saham dalam perusahaan. Gajinya di PN Jaya Bhakti hanya Rp. 400. Setelah pamit kepada Liem, Dwi sempat diberitahu penasihat hukum Liem bahwa angka itu bisa dirundingkan jika dianggap kurang.

Menurut penjelasan Soeharto kepada Dwi, Liem Sioe Liong masih warganegara asing yang kesulitan menerima pinjaman dari bank dalam jumlah besar. Maka itu, Liem membutuhkan mitra pribumi untuk mendapatkan pinjaman besar dari bank.

Selain itu, setelah Soeharto menjadi presiden, ia mengubah namanya menjadi Soedono Salim yang artinya satu dari tiga bersaudara yang punya banyak modal. GOSIPNYA SOE artinya baik, DONO artinya dana, SA artinya tiga, LIM diambil dari kata liem.

Pada tahun 1969 Liem bersama dengan Group of Seven mengubah CV Waringin menjadi PT Waringin Kentjana. Ia menjabat sebagai chairman, Sudwikatmono sebagai CEO, Djuhar dan Risjad menjadi managing director. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan hasil bumi seperti kopi, lada, karet, kopra, tengkawang, gula dan beras. Pada 7 Agustus 1970 ia bersama dengan Sudwikatmono, Ibrahim Risjad, dan Djuhar Sutanto yang lebih dikenal sebagai The Gang of Four, mendirikan pabrik tepung terigu PT Bogasari di Cilincing, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang luasnya 33 hektare dengan modal pinjaman dari pemerintah.

Para anggota Group of Seven menikmati 'koneksi' ini. Yang paling menonjol adalah Sudwikatmono yang mendapat hak monopoli film dan mendirikan Cinema 21, serta mendirikan Grup Hanurata bersama Sigit (anak Soeharto) dan Indra Rukmana (menantu Soeharto) untuk memungut royalti atas tiap kayu yang ditebang di Indonesia. Sudwikatmono juga berkiprah di bisnis eceran (Golden Truly), industri kimia, dan perbankan (Bank Surya dan Bank Subentra).

Tahun 1971 ia mendirikan PT Central Sole Agency sebagai agen mobil Volvo. Pabrik Bogasari di Tanjung Priok mulai beroperasi pada tanggal 29 November 1971. Tanggal 10 Juli 1972 pabrik Bogasari di Tanjung Perak, Surabaya seluas 3,3 hektare diresmikan. Saat ini total kapasitas produksi tepung kedua pabrik itu mencapai 3,2 juta ton per tahun. Pada Januari 1977 Bogasari mendirikan divisi tekstil yang memproduksi kantong terigu di Citeureup, Bogor.

Tahun 1975 The Gang of Four mendirikan pabrik semen PT Indocement Tunggal Perkasa. GOSIPNYA pabrik itu memonopoli semen di Indonesia. The Gang of Four lalu bekerjasama dengan Ciputra mendirikan perusahaan real estate PT Metropolitan Kentjana. Tahun 1979 (GOSIP lainnya bilang tahun 1982) ia mendirikan PT Sarimi Asli Jaya yang memproduksi mi instan merek Sarimi. Pada awalnya Sarimi tidak laku, tapi setelah membeli lisensi Indomie dari Jangkar Sakti Grup, mi instan milik Salim Grup perlahan merebut pangsa pasar Supermi (yang didirikan tahun 1968 dan pelopor mi instan di Indonesia) hingga akhirnya berhasil membeli saingannya tersebut tahun 1986. GOSIPNYA Bogasari memonopoli terigu sehingga seluruh perusahaan mi jatuh ke tangannya.

Sejak tahun 1981, Bogasari mulai membuka Bogasari Baking Center (BBC) di Jakarta dan mulai berekspansi ke seluruh Indonesia yang hingga kini sudah memiliki 16 cabang, menyusut dari jumlah total 23 buah (BBC di kota Bandar Lampung, Denpasar, Samarinda, Semarang, Solo, Sukabumi, Yogyakarta ditutup karena sepi peminat).

Pada tahun yang sama ia mendirikan PT Indomobil yang menjadi agen mobil Suzuki, Hino dan Mazda. Tahun 1984, kekayaannya ditaksir mencapai 7 milyar Dolar AS. GOSIPNYA Jumlah tersebut sama dengan keseluruhan uang yang beredar di Indonesia ketika itu.

Tahun 1985 ia mendirikan pabrik semen Tridaya Manunggal Perkasa di Cirebon dan menggabungkan PT Semen Madura, PT Perkasa Asano Abadi, PT Perkasa Krida Hasta, PT Perkasa Sabda Karya menjadi PT Indocement Tunggal Prakarsa. Tahun 1987 ia mendirikan PT Cold Rolling Mill di Cilegon yang memproduksi lembaran baja tipis. Tahun 1990 ia mendirikan PT Panganjaya Intikusuma.

Sejak tahun 1991 Bogasari mengoperasikan pabrik pasta yang menghasilkan spaghetti dan macaroni. Produk-produk pasta itu dijual dengan merek Bogasari dan La Fonte. Pada 28 Juli 1992, PT Bogasari Flour Mills berubah menjadi PT Indocement Tunggal Prakarsa Bogasari Flour Mills, dengan menjadi divisi makanan dari perusahaan semen.

Tahun 1992 ia menyerahkan Salim Group pada anaknya Anthoni Salim dan Harlim Exstrada. Tahun 1994 PT Panganjaya Intikusuma melakukan merger dengan PT Sanmaru, PT Pangan Jaya Abadi, PT Karyapangan Inti Sejati, PT Lambang Insan Makmur, PT Sarimi Asli Jaya sehingga berubah menjadi PT Indofood Sukses Makmur.

Kebijakan pemerintah membuat banyak lahirnya industri penggilingan tepung terigu baru, sehingga pada 30 Juni 1995 PT Indocement Tunggal Prakarsa Bogasari Flour Mills diakuisisi kembali lewat PT Indofood Sukses Makmur yang lalu berubah menjadi PT Indofood Sukses Makmur (ISM) Bogasari Flour Mills.

Selain tepung terigu, PT ISM Bogasari Flour Mills juga menghasilkan produk sampingan hasil dari sisa olahan penggilingan gandum berupa bran, pollard, pellet, dan industrial flour. Bran dan pollard diolah menjadi pellet untuk pakan ternak sedangkan industrial flour pada umumnya dijadikan lem di industri kayu lapis.

Tahun 1995 bersama dengan Agung Laksono, Salim Group mendirikan Indosiar. Tahun 1997 Indonesia terkena krisis moneter yang membuat presiden Soeharto lengser dan bisnisnya pun mulai goyang. Ia juga terpaksa tinggal di Singapura karena rumahnya di Gunung Sahari VI no. 12, Jakarta dijarah massa pada 14 Mei 1998.

Tahun 2006 ia dinobatkan oleh Forbes sebagai orang terkaya ke 10 di Indonesia dengan kekayaan 800 juta Dolar AS. Kini kerajaan bisnis Salim Group dipercayakan pada anaknya, Anthoni Salim, dan menantunya, Franciscus Welirang yang telah menjabat sebagai direktur Indofood sejak tahun 1992.

Eva Riyanti Hutapea
lahir 26 Desember 1952 di Jakarta

Anthoni Salim (Liem Fung Seng / Liem Hong Sien)
lahir 25 Oktober 1949

 Franciscus Welirang
lahir 9 November 1951 di Padang, Sumatra Barat
istri: Mira Salim

MEREK-MEREK PRODUK NESTLE DI INDONESIA
-Permen dan Coklat: Fox's, Polo, Milo, Kit Kat
-Minuman: Nescafe, Coffee Mate, Nestea, Nesfruta, Bear Brand
-Nutrisi Anak: Dancow, Cerelac
-Nutrisi: Nutren, Peptamen
-Susu Kental: Carnation, Cap Nona
-Sereal: Fitnesse, Koko Crunch, Corn Flakes, Milo Balls, Honey Stars, Cookies Crisp, Honey Gold Flakes

GOSIP ANTHONI SALIM
Sebelum krisis moneter 1998, Salim Group adalah perusahaan raksasa di Indonesia dengan aset 10 milyar Dolar AS. Saat krisis terjadi, para nasabah ramai-ramai menarik uang mereka sehingga BCA pun tumbang dan masuk pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). BCA terpaksa memakai BLBI yang mengakibatkan hutang hingga Rp. 52,6 trilyun dan membuat sahamnya diambil alih 92,8% oleh BPPN.

Eva Riyanti Hutapea, istri dari Deputi Gubernur BI Bun Bunan Hutapea dan alumni Fakultas Ekonomi UI 1973, yang telah bergabung dengan Indofood sejak 1994, diangkat menjadi direktur untuk menyelamatkan ISM. Langkah pertamanya adalah melaksanakan perintah atasan untuk menjual setengah saham ISM pada QAF Limited, sebuah perusahaan roti Singapura dengan merek Gardenia yang 67% sahamnya masih dimiliki olehnya.

Tahun 2000 BCA dianggap telah pulih dan diserahkan oleh BPPN ke Bank Indonesia. BCA lalu menjadi perusahaan publik. Penawaran Saham Perdana (IPO) berlangsung di tahun 2000, dengan menjual 22,5% saham ke publik. Setelah IPO, BPPN masih menguasai 70,30% dari seluruh saham BCA. BPPN kembali menjual 10% sahamnya ke publik pada tahun 2001 sehingga tersisa 60,3%. Tahun 2002, 51% saham milik BPPN dibeli Grup Djarum. Pada tahun 2004 dan 2005 BPPN melepas semua sisa sahamnya pada publik.

Tahun 2003, Eva berhasil membuat ISM stabil dengan pendapatan Rp. 18 trilyun. Setelah mendapat surat keterangan lunas dari ketua BPPN pada Maret 2004, Anthoni diangkat menjadi direktur ISM pada bulan Juni 2004.

Meski melunasi seluruh utangnya, Anthoni harus melepas beberapa perusahaannya, yaitu:
-PT Indocement Tunggal Prakarsa (65% sahamnya dimiliki Heidelberg Cement AG yang menjadi 51% tahun 2009)
-PT Bank Central Asia (51% sahamnya dimiliki Grup Djarum)
-PT Indomobil Sukses Internasional (52,3% sahamnya dimiliki PT Cipta Sarana Duta Perkasa dan 17,7% dimiliki PT Tritunggal Intipermata)
-PT Salim Ivomas Pratama (70% sahamnya dimiliki PT Guthrie Pecconina Indonesia)
-PT Indosiar Visual Mandiri (49% sahamnya dimiliki PT TDM Asset Management yang menjadi 29% tahun 2010)
-PT Sugar Group (dibeli oleh PT Garuda Panca Arta).

Ia mempertahankan PT Indofood Sukses Makmur dan PT Bogasari Flour Mills yang merupakan produsen mi instan dan terigu terbesar di dunia. Untuk mendongkrak penjualan mi instan, ia menggandeng perusahaan asal Swiss, Nestle, yang membuahkan PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia. Pendirian perusahaan tersebut menghabiskan dana Rp. 50 milyar dimana masing-masing pihak menyetor setengahnya. Bogasari ada­lah satu dari empat produsen terigu dengan omzet Rp. 5 trilyun per tahun. Tiga lainnya adalah PT Sriboga Ratu Raya di Semarang, PT Panganmas Inti Persada di Cilacap, dan PT Berdikari di Makassar. GOSIPNYA kini Bogasari menguasai 70% pangsa pasar terigu di Indonesia.

Tahun 2015 Anthoni berada di peringkat ke 3 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes dengan kekayaan 5,4 milyar Dolar AS.

Dafam Hotel

Soleh Dahlan

Billy Dahlan
lahir 6 Februari 1985 di Pekalongan

CABANG USAHA
-Dafam Jakarta: Jl. MT Haryono Kav. 10A Cawang Tel. 021 2280 7777
-Dafam Subang: Jl. A. Yani 28-30 Tel. 0260 742 6111
-Dafam Bandung: Jl. Riau (L.L.R.E. Martadinata) 160 Tel. 022 8724 3460
-Pasar Baru Square Bandung: Jl. Otto Iskandardinata 81-89 Tel. 022 422 3237
-D'Best Bandung: Jl. Otto Iskandardinata 460 Tel. 022 522 8899
-D'Rain Bandung: Jl. Lengkong Kecil 76-80 Tel. 022 8780 4800
-Vio Cimanuk Bandung: Jl. Cimanuk 15 Tel. 022 7231 099
-Vio Pasteur Bandung: Jl. Dr. Djunjunan 154 Tel. 022 8777 5061
-Vio Surapati Bandung: Jl. Surapati 51 Tel. 022 2511 718
-Dafam Cilacap: Jl. Dr. Wahidin 5-15 Tel. 0282 520 097
-Dafam Pekalongan: Jl. Urip Sumoharjo 53 Tel. 0285 4411 555
-Dafam Semarang: Jl. Imam Bonjol 188 Tel. 024 3554 111
-Meotel Kebumen: Jl. Ahmad Yani 31 Tel. 0287 381 111
-Meotel Purwokerto: Jl. Dr. Suparno Selatan 1 Tel. 0281 777 1157
-Marlin Pekalongan: Jl. Raya Wiradesa 25 Tel. 0285 4414 555

-Dafam Fortuna Yogyakarta: Jl. Dagen 60, Malioboro Tel. 0274 6429 888
-Dafam Fortuna Yogyakarta: Jl. Seturan Raya Tel. 0274 493 2080
-Cempaka Hill Jember: Jl. Gebang Cempaka 50 Tel. 0331 425 479
-Gunawangsa Surabaya: Jl. Kedung Baruk 96 Tel. 031 8700 766

-Dafam Pekanbaru: Jl. Sultan Syarif Qasim Kav. 150 Tel. 0761 851 177
-Grand Dafam Banjarbaru: Jl. Ahmad Yani KM 36,8 Tel. 0511 477 0099

GOSIP BILLY DAHLAN
Selain jaringan Hotel Dafam, Billy Dahlan juga memiliki berbagai macam usaha seperti rumah sarang burung walet, pabrik plastik, SPBU, pabrik pelintingan rokok, karaoke, perusahaan general trading, properti, dan farmasi.

Anak kedua dari tiga bersaudara yang kini menjabat sebagai Presiden Direktur ini tidak hanya mengandalkan kesuksesan ayahnya yang merupakan pendiri Hotel Dafam, Soleh Dahlan. Ketika SMA di Sydney, Australia, ia sudah bekerja paruh waktu menjadi tukang cuci piring di restoran, membersihkan gedung bioskop, menjadi kasir di bar hingga menjual tiket konser.

Setelah tamat SMA, ia kuliah jurusan Marketing dan Komunikasi di London, Inggris. Setelah selesai, tahun 2005 bersama kakaknya Wijaya Dahlan dan adiknya Junaidi Dahlan, mereka membantu orangtua mengelola sarang burung walet selama enam bulan di Pekalongan (GOSIPNYA kini mereka disebut Raja Burung Walet Pekalongan). Setelah itu ia mencoba usaha diluar bisnis keluarga dengan menjadi mitra dalam produksi rokok untuk sebuah perusahaan rokok.

Tahun 2007 ia pergi ke Semarang untuk menjual alat-alat berat. Meski sering berbisnis, GOSIPNYA ia pernah ditipu mitranya saat berbisnis saham dan tanaman. Selain sedang membangun Dafam Residence seluas 5 hektare di Pekalongan, GOSIPNYA kini Dafam sedang memperluas lagi jaringan hotelnya yaitu di Purwakarta, Bogor, Surabaya, Lombok, Linggau yang diperkirakan akan selesai tahun 2018.

Macan Group

Bobby Leong
lahir 1980
kakak: Fendi, Hendi
adik: Sanny

CABANG MACAN YAOHAN SUPERMARKET
-Pulau Brayan: Jl. K.L Yos Sudarso 121 Medan Tel. 061 662 3672 / 73 / 74
-Medan Mall: Jl. Mt. Haryono 1 Lt. II Medan Tel. 061 415 8033 / 44
-Merak Jingga: Jl. Putri Merak Jingga 8 Medan Tel. 061 452 4324
-Aksara Jl. Prof. H.M. Yamin SH 441 HI-JK Medan Tel 061 453 0886
-Sukaramai: Jl. Sutrisno 439 Medan Tel. 061 733 1171
-Tembung: Jln. Besar Tembung DSN I No. 23 Deli Serdang Tel. 061 738 6780 / 81

CABANG MACAN MART MINIMARKET
-Jl. Brigjen. Katamso 279-281 Medan Tel. 061 457 9491
-Jl. Sultan Iskandar Muda 216-220 Medan Tel. 061 451 1405
-Komp. Merbau Mas 23 Medan Tel. 061 453 1133 ext. 19
-Jl. Thamrin 74 B Medan Tel 061 451 5401
-SPBU Pertamina Titipapan Jl. Platina Raya 108 Medan Tel 061 685 9874
-SPBU Pertamina Kasuari Jl. Kasuari 56 B Medan Tel 061 847 7308
-SPBU Pertamina Pasar Merah Jl. HM. Joni / Menteng Raya 265 Medan Tel 061 733 4354
-Green Hill B2-B3 Jl. Letjend Djamin Ginting Km. 45, Sibolangit Tel 062 897 628

PENGHARGAAN
-1999: ACIM dari The Chartered Institute of Marketing (CIM-UK)
-2001: MCIM dari The Chartered Institute of Marketing (CIM-UK)
-2005: Chartered Marketer Termuda Sedunia dari MURI (Museum Rekor Indonesia)
-2005: The Best Young Marketer dari Indonesian Marketing Association (IMA)
-2007: Internet Marketing Success of the Year dari The World Internet Mega Summit di Singapura
-2007: Business Entrepreneur Award / Finalis Ernst & Young Entrepreneur of the Year
-2008: The New Wave Marketing dari Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler
-2011: The Great Entrepreneur dari Indonesia Global Foundation dan Menteri Telekomunikasi Dan Informatika Indonesia
-2011: Service Excellence Awards dari Hermawan Kartajaya

GOSIPNYA
Bobby Leong merupakan anak ketiga dari Hardie Leong. Pada 31 Mei 1985 Hardie mendirikan supermarket Macan Yaohan. Yaohan ini berbeda dengan waralaba asal Jepang yang sudah berdiri sejak tahun 1930. Tahun 1997 Bobby meraih gelar BA Retail Management dari Bournemouth University, Inggris. Tahun 1998 ia meraih gelar MBA Kent Business School - University of Kent di Canterbury, Inggris.

Setelah lulus, ia bekerja sebagai Store Asisstant di Bournemouth University Campus Store selama dua tahun. Sejak Desember 2000 ia menjadi CEO Macan Group. Bobby yang menguasai bahasa Inggris, Mandarin, Hokkian, Kanton, dan Thailand ini membuat beberapa kebijakan yang berhasil membuat Macan Group mengalahkan para saingan beratnya seperti Carrefour, Matahari, Ramayana, dan Hypermart. Bahkan Macan Yaohan yang hanya punya 3 gerai pada tahun 1999 kini telah memiliki 6 gerai.

Berkat kerja kerasnya, tahun 2011 Macan Yaohan Group menerima penghargaan Best Company of The Year dari International Achievement Foundation. Pada tahun yang sama Macan Yaohan mendapatkan Top Branding hingga 98%. GOSIPNYA kini ia mulai mengembangkan Macan Mart dengan sistem bagi hasil.

Pada Mei 2012 Macan Group mendirikan Market Place dengan luas sekitar 1.600 m² di Medan Focal Point. Market Place mengusung konsep supermarket produk segar, organik yang disertai produk personal care. Uniknya, produk yang dibeli bisa langsung diolah dan disajikan di dalam Market Place.

Fendi Leong
lahir 10 November 1972

Sedangkan kakaknya, Fendi Leong, mendirikan supermarket Macan Syariah (pada 22 Juni 2007 berganti nama menjadi Madinah Syariah) seluas 2.500 m² di Plaza Millenium Medan pada 9 Februari 2006 dan juga minimarket syariah Madinah Mart. GOSIPNYA konsep syariah ini didirikan dengan tujuan amal dimana 2,5% dari keuntungan supermarket akan dizakatkan. GOSIPNYA selain Sanny yang berpindah agama menjadi Kristen, Fendi yang awalnya beragama Budha, juga berpindah keyakinan menjadi seorang muslim dan mengubah namanya menjadi Muhammad Fendi Leong.

Pada 11 Mei 2015 seluruh supermarket mendadak tutup setelah sebelumnya sering terlambat membayar gaji karyawan. Para karyawan mengetahui Macan Yaohan dan Macan Mart bangkrut dari SMS berantai. GOSIPNYA mereka tidak hanya kalah bersaing dengan supermarket besar, tapi bahkan kalah bersaing dengan Alfamart dan Indomaret.

Kawan Lama

ACE HARDWARE
Ace Hardware didirikan tahun 1924 oleh Richard Hesse, E. Gunnard Lindquist, Frank Burke, dan Oscar Fisher di Chicago, Illinois, AS. Tahun 1928 Ace yang menjadi PT ini diberi nama Ace karena terinspirasi oleh pilot utama (Ace / As) pesawat tempur perang dunia pertama yang mampu mengatasi segala rintangan. Pada tahun 1949 cabang toko Ace telah mencapai ratusan dengan jumlah penjualan 10 juta dolar AS.

Hesse pensiun tahun 1973 dan Ace dijual kepada para ritelnya sendiri dan kantor pusatnya pindah ke kota kecil Oak Brook, Illinois. Karena merupakan usaha gabungan, setiap toko di Ace Hardware terlihat berbeda. Agar semua toko dikenal sebagai Ace Hardware, diluncurkanlah program "The Vision 21" hingga Ace menjadi toko seperti sekarang ini.

Puncak penjualan terjadi tahun 2007 dengan jumlah 12,5 milyar dolar AS. Meski pada tahun 2011 jumlah penjualan menurun menjadi sekitar 3 milyar dolar AS tapi jumlah toko cabang meningkat terus dan tercatat mencapai 4.444 toko pada Mei 2011.

Wong Jin

Kuncoro Wibowo

Kawan Lama Group

SERVICE CENTER KAWAN LAMA
-Jakarta: Jl. Puri Kencana 1, Meruya-Kembangan Jakarta Barat
Phone : (021) 5829127, 5829121
-Bekasi: Jl. Industri Selatan Blok PP 4 Kawasan Industri Jababeka II, Cikarang
Phone : (021) 89837500
-Banten: Jl. Ahmad Yani 135, Blok J-K Sukmajaya, Cilegon
Phone : (0254) 391904, 374233
-Bandung: Jl. Pungkur 219
Phone : (022) 4213939
-Semarang: Ruko THD Blok D3-4 Jl. H. Agus Salim
Phone : (024) 3580426/28 (ext. 32/33)
-Solo/Yogya: Jl. Diponegoro 84
Phone : (0274) 642 9098/99
-Sidoarjo: Jl. Raya Juanda Km. 4,5
Phone : (031) 868 8328/868 2328
-Bali: Jl. Buluh Indah 120 A-B Denpasar
Phone : (0361) 9005859, 9005856
-Lampung: Jl. Diponegoro No. 98 A-B Teluk Betung
Phone : (0721) 474480
-Palembang: Jl. R. Sukamto 111-112 (seberang PTC Mall)
Phone : (0711) 351198, 364255
-Medan: Jl. Gajah Mada 5 B-C
Phone : (061) 4527269/(061) 4530063
-Pekanbaru: Jl. Soekarno Hatta No 8 C-D 28292
Phone : (0761) 853-366,839,687
-Samarinda: Ruko Alaya Junction II Blok LB-12
Phone : (0541) 4100637 - 4100640
-Balikpapan: Jl. Jend. Sudirman (Stal Kuda) 18
Phone : (0542) 763 698
-Banjarmasin: Jl. A. Yani Km. 7.7 Kertak Hanyar II
Phone : (0511) 4240050 
-Bontang: Jl. Brigjen Katamso 10 (seberang kantor PDAM Bontang)
Phone : (0548) 5102198
-Batam: Komplek Kara Junction Blok B No.12-13A
Phone : (0778) 460908

GOSIPNYA
Pada tahun 1955 Wong Jin membuka toko peralatan sederhana di Glodok, Jakarta. Tongkat kepemimpinan beralih pada anaknya yang ke 4 dari 9 bersaudara, Kuncoro Wibowo pada tahun 1968. Tahun 1980, toko kian membesar menjadi PT Kawan Lama Sejahtera (KLS). Dari 9 bersaudara, hanya 6 orang yang ikut mengembangkan Kawan Lama yaitu: Ijek Widya Krisnadi, Prabowo Widya Krisnadi, Thersa, Thasya dan Tharisa. Tiga anak perempuan lainnya menikah dan mengikuti suami mereka.

Tahun 1997 KLS memperkenalkan merek mereka sendiri, Krisbow, yang diambil berdasar nama adik Kuncoro, Prabowo Widya Krisnadi. GOSIPNYA ada juga yang mengatakan Krisbow adalah singkatan dari Kristian Bowo yang entah siapanya Kuncoro. GOSIP lain mengatakan produk Krisbow adalah produk yang diimpor dari Cina lalu dilabeli merek Krisbow.

Sejak tahun 2004, Kawan Lama tidak hanya mengembangkan Ace Hardware tapi juga waralaba furnitur asal Thailand, Index Furnishing yang kini menjadi Informa (GOSIPNYA untuk menjadi agen merek-merek besar, sejak tahun 1973, pada usia 17 tahun Kuncoro sudah bepergian mencari produk ke Singapura, Hong Kong, dan Jepang). Kini banyak perusahaan besar menjadi klien Kawan Lama seperti Garuda Indonesia, Panarub, Astra Internasional, Indomobil, Krama Yudha Tiga Berlian (Mitsubishi), PT Bukit Asam, PT Tambang Timah, Freeport, Adaro, Aneka Tambang, Newmont, dan Gulf Resources. Pada tahun 2006, produk Krisbow yang menargetkan pangsa pasar menengah ke bawah mulai dipasarkan ke Malaysia dan Singapura.

Pada tahun 2011, toko cabang Ace terbesar di dunia sebesar 14.695 meter persegi dibangun di Living World Mall, Tangerang, Indonesia (GOSIPNYA omzet KLG tahun 2011 mencapai 1 trilyun Rupiah). Pada tahun 2013 Kuncoro Wibowo tercatat sebagai orang terkaya ke 33 di Indonesia versi majalah Forbes dengan total kekayaan 910 juta dolar AS.

Pada tahun 2016 bisnis retail terus berkembang yang meliputi 117 gerai Ace Hardware, 67 gerai Informa, 7 gerai Toys Kingdom, 9 gerai Office 1 Superstore, 3 gerai Pendopo, 12 gerai Bike Colony, dan 124 gerai Chatime. Pada tahun 2016 kekayaan Kuncoro Wibowo meningkat menjadi 1,4 milyar Dolar AS dan berada di peringkat 19 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes.

Sejak Juni 2016, Kawan Lama mulai merambah bisnis restoran dengan membuka waralaba asal Korea: Cupbop.