Salim Group

Sudono Salim (Lin Shao Liang / Liem Sioe Liong 林紹良)
lahir 16 Juli 1916 di Fuqing, Fujian
meninggal 10 Juni 2012 di Singapura
kakak: Liem Sioe Hie
adik: Liem Sioe Kong 
istri: Liliani (Lie Las Nio)
meninggal 4 Maret 2016
anak: Albert Salim
Andre Salim
Anthoni Salim
Mira Salim

 Lie Las Nio




Albert, Anthoni, Andre, Mira di pemakaman Sudono


Sudwikatmono
lahir 28 Desember 1934 di Wonogiri, Jawa Tengah
meninggal 8 Januari 2011 di Singapura
istri: Sri Sulastri
anak: Martina, Miana, Tri Hanurita, Agus Lasmono

Ibrahim Risjad
lahir 2 Maret 1934 di Aceh
meninggal 17 Februari 2012 di Singapura
istri: Kristy Dewi
anak: Amirsyah, Rizal, Dina, Dedey, Selviya, Zarani, Radian

ANAK PERUSAHAAN INDOFOOD
-PT Indofood Fritolay Makmur (bekerjasama dengan PepsiCo)
-PT Nestlé Indofood Citarasa Indonesia (bekerjasama dengan Nestlé)
-PT Indolakto
-PT PepsiCola Indobeverages (bekerjasama dengan PepsiCo)
-PT Sari Incofood Corporation (bekerjasama dengan Incofood Corporation)
-PT Quaker Indonesia (bekerjasama dengan Quaker Oats Company)
-PT Surya Rengo Container
-PT Indomarco Adi Prima

MEREK-MEREK PRODUK INDOFOOD
-Mi: Indomie, Supermi, Sarimi, Pop Mie, Pop Bihun, Sakura, Mi Telur 3 Ayam, La Fonte
-Susu: Indomilk, Enak, 3 Sapi, Kremer, Orchid Butter, Indo Es Krim, Milkuat, Crima, Nice Yogurt
-Makanan ringan: Chitato, Chiki, JetZ, Cheetos, Qtela, Lays, Trenz, Wonderland, Dueto
-Penyedap makanan: sambal Indofood, bumbu spesial Indofood, bumbu racik Indofood, Magic Lezat, sirup Freiss, kecap Indofood, kecap Piring Lombok
-Makanan bernutrisi: Promina, Sun, Govit, Provita
-Minuman: Ichi Ocha, Cafela, Club, Tekita, Fruitamin, Pepsi, Mirinda, 7Up, Tropicana Twister
-Terigu: Cakra Kembar, Segitiga Biru, Kunci Biru, Lencana Merah, Taj Mahal, Chesa
-Minyak: Bimoli (dikenalkan tahun 1978), Bimoli Spesial (1993), Mahakam (1993), Happy (1996), Delima (1997)
-Margarin: Simas (1979), Palmia (1990), Amanda (1990), Malinda (1990), Simas Plamia (2008)

ANGGOTA GANG OF FOUR
-Sudono Salim (Liem Sioe Liong / Lin Shao Liang)
-Djuhar Sutanto (Liem Oen Kian / Lin Wen Chiang)
-Ibrahim Risjad
-Sudwikatmono

ANGGOTA FOUR SEAS
-Liem Lay Tuan
-Tan Le Lok
-Imin Sugiono (Liem Ngie Hoo)
-Djuhar Sutanto (Liem Oen Kian / Lin Wen Chiang)

ANGGOTA FIVE STARS
-Four Seas
-Yacob Sulaiman (Liem Chin Song)

ANGGOTA GROUP OF SEVEN
-Five Stars
-Ibrahim Risjad
-Sudwikatmono

CABANG BOGASARI BAKING CENTER (BBC)
-Banda Aceh: Jl. Tgk Imum Leung Bata Simpang Surabaya no. 3 telp. 0651 27337
-Bandung: Jl. Astana Anyar 23 telp. 022 421 4401
-Bandung: Jl. Karapitan 88E telp. 022 426 2821
-Banjarmasin: Jl. PHM Noor 88 Kel Pelambuan Samping Polsek Banjarmasin telp. 0511 441 1799
-Bogor: Jl. Pajajaran 133A telp. 0251 839 0613
-Cirebon: Komp. Cirebon Superblok, Ruko Orange Blossom 18, Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo 26 telp. 0231 829 1104
-Jakarta: Kompleks PT ISM Divisi Bogasari Jl. Raya Cilincing 1 Tanjung Priok telp. 021 4392 0144 / 430 1048
-Jakarta: Jl. RS. Fatmawati 22A telp. 021 769 2329
-Jakarta: Kelapa Gading Square B-17, Mall of Indonesia telp. 021 4586 9850
-Jember: Jl. Gajah Mada 373 telp. 0331 489 902
-Kediri: Ruko Hayam Wuruk Trade Center Blok D-3 telp. 0354 672 697
-Medan: Ruko Tata Plaza 31A, Jl. Kapten Muslim telp. 061 846 8081
-Padang: Jl. S. Parman 197 telp. 0751 705 8384
-Palembang: Palembang Square Mall, Kanto R 127 Jl. Angkatan 45/POM IX telp. 0711 380 039
-Purwokerto: Jl. Jend. Sudirman 612 telp. 0281 760 4198
-Salatiga: Jl. Yos Sudarso 21 telp. 0298 321 340
-Samarinda: Ruko Mahakam Square B01 Jl. Untung Suropati telp. 081 7507 8027
-Semarang: Jl. Tentara 67B telp. 024 7658 5088
-Surabaya: Plaza Surabaya, Shop House Blok A 8-17 Lt. 1 Jl. Pemuda 33-37 telp. 031 545 3066 
-Tangerang: Ruko Pasar Modern Blok R 83A, R 85-86 Sektor 1.2 BSD telp. 021 5315 8366

GOSIP SUDONO SALIM
Sudono Salim adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang berasal dari keluarga petani di Desa Ngu Ha, Hai Kou, Hainan. Tahun 1925 ayahnya meninggal sehingga kakaknya menjadi tulang punggung keluarga dengan menggarap sawah peninggalan ayahnya. Tahun 1929 kakaknya pergi ke Hindia Belanda. Setelah kakaknya pergi, ia harus membantu ibunya berjualan makanan dan hidup keluarganya makin susah.

Tahun 1931 Cina berperang dengan Jepang. Tahun 1937 terjadi perang besar antara Cina dan Jepang, dan untuk menghindarinya tahun 1938 ia pergi ke pelabuhan Hai Kou dan naik kapal dagang Belanda untuk menyusul kakaknya Liem Sioe Hie dan iparnya Zheng Xusheng yang telah terlebih dulu pergi ke Hindia Belanda. Sejak dulu Indonesia sudah menjadi tanah tujuan orang Cina karena meski jajahan tapi tanahnya subur. Tahun 1860 ada sekitar 222 ribu orang Cina di Indonesia dan sekitar 563 ribu pada 1905. Sejak dulu, orang-orang yang tak suka dengan dinasti Qing, pergi ke wilayah Nan Yang (Laut Selatan). Karena letak Indonesia dekat dengan Nan Yang, kebanyakan orang Cina di Indonesia datang dari tiga provinsi di Cina Selatan: Hokkian (Fujian), Guangdong, Hainan.

Setelah sebulan, kapal itu mendarat di Surabaya. Ia sempat tertahan 4 hari di pelabuhan sebelum akhirnya dilepaskan petugas Hindia Belanda karena dijamin oleh kakaknya. Ia lalu dibawa ke Kudus untuk membantu toko Liem Kiem Tjay milik pamannya untuk berjualan minyak kacang. Saat itu minyak kacang cukup penting karena selain dipakai untuk memasak, biasa dipakai juga sebagai bahan bakar pelita.

Di sana ia berkenalan dengan Lie Las Nio, gadis asal Lasem dan melamarnya. Sudono yang totok membuat orangtua gadis tersebut tidak memberi izin karena takut anaknya akan dibawa ke Cina. Ia berusaha meyakinkan mereka dan membuat lamarannya diterima. Pesta pernikahan dirayakan selama 12 hari karena keluarga istrinya cukup terpandang.

Pada tahun 1940 adiknya, Liem Sioe Kong bergabung. Mereka berdagang minyak dan cengkeh sendiri. Ketika usahanya mulai berkembang, pada tahun 1942 Jepang datang untuk menjajah Indonesia dan membuat usahanya bangkrut karena Jepang mengubah kebun tembakau menjadi kebun jarak serta menghentikan impor cengkeh dari Zanzibar. Ia juga mengalami kecelakaan dan mobil yang ditumpanginya masuk jurang di daerah Semarang. Seluruh temannya meninggal kecuali dirinya yang pingsan selama dua hari.

Ketika itu, pedagang Cina banyak mengalami kerugian karena mereka berkonflik dengan pedagang Jepang yang juga banyak mendirikan toko di Jawa. Banyak pedagang Jepang ternyata adalah mata-mata yang bertugas mencatat kehidupan sehari-hari serta menginventaris semua data persoalan pemerintahan Hindia Belanda. Persaingan antara pedagang Cina dan Jepang amat keras. Suatu saat ada orang Cina membeli barang di toko orang Jepang, rumah orang Cina itu lalu dilempari kotoran oleh orang Cina yang lainnya.

Tahun 1945 saat Jepang menyerah dalam perang, berkarung-karung uang Jepang miliknya dinyatakan tidak laku karena pemerintah menerbitkan uang baru. Ketika itu setiap orang mendapat satu Rupiah uang baru. Keluarga Liem mendapat 8 Rupiah karena berjumlah 8 orang. Ia lalu menjadi anggota Cong Siang Hwee, perkumpulan pedagang Cina yang membantu perjuangan RI memperjuangkan kemerdekaan.

Cong Siang Hwee mempercayakan seorang tokoh Muhammadiyah dari Jakarta yang merupakan ayah Fatmawati dan mertua Soekarno dari pencarian Belanda. Tokoh yang belakangan ia ketahui bernama Hasan Din itu ia sembunyikan di rumahnya selama 2 tahun. Ia yang tidak suka ikut campur urusan orang lain tidak berusaha mengetahui siapa orang yang ia tolong itu dan karenanya Hasan Din mengenalkannya pada para pemimpin tentara sehingga ia dipercaya menyuplai berbagai kebutuhan TNI mulai dari makanan, pakaian, senjata, hingga tembakau dan cengkeh.

Saat itu Kota Kudus yang terkenal sebagai pusat pabrik rokok kretek sedang mengalami kelangkaan tembakau dan cengkeh. Ia pun lalu menyelundupkan bahan baku tersebut ke Kudus dari Maluku, Sumatera, dan Sulawesi melalui Singapura dan mendapat untung banyak. Untuk menyelundupkan barang tersebut sebagai obat-obatan, ia dibantu kenalannya di Singapura, Tan Kah Kee.

Pada bulan April 1950 presiden Republik Indonesia Serikat (RIS), Datuk Muda Assaat (yang sering juga disebut Datuk Mudo dalam bahasa Minang), mengeluarkan Gerakan Benteng yaitu sebuah kebijakan ekonomi yang mengharuskan 70% saham dari sebuah perusahaan dimiliki oleh kaum pribumi. Gerakan Benteng membuatnya harus mendekati para penguasa agar ia bisa tetap berbisnis.

Tahun 1950 ia dipercaya memasok kebutuhan logistik Divisi Diponegoro di Semarang. Saat itulah ia berkenalan dengan Letkol Soeharto yang menjadi rekan bisnis seumur hidupnya. Soeharto lalu diangkat menjadi Panglima Diponegoro menggantikan posisi Ahmad Yani yang ditarik ke Jakarta untuk menjadi KSAD menggantikan posisi A.H. Nasution. Tahun 1952 ia pindah ke Jakarta dan mendirikan PT Muliatex di Kudus dan PT Tarumatex di Bandung. Tahun 1954 ia mendirikan Bank Windu Kentjana. Ia juga mendirikan PT Indara Mas yang memproduksi suku cadang sepeda, PT Indara Kentjana yang memproduksi paku, serta PT Telok Betong yang bergerak di bidang kerajinan tangan. Semuanya tidak sukses.

Pada masa pemerintahan Kabinet Ali Sastroamidjojo I (Agustus 1954-Agustus 1955), menteri perekonomian Iskaq Tjokroadisurjo mengeluarkan Sistem Ali-Baba untuk memajukan pengusaha pribumi. Etnis Tionghoa dibagi menjadi dua: totok dan babah. Totok adalah sebutan bagi orang yang datang langsung dari Cina. Babah adalah sebutan lain untuk peranakan yaitu sudah menikah dengan pribumi. Kebijakan Ali-Baba malah menjadi objek dagang dimana ali yang identik dengan pengusaha pribumi menawarkan beslit (surat keputusan) sedangkan baba/babah yang identik dengan pengusaha Tionghoa menjadi pembelinya. Pada April 1957 Kabinet Karya dibentuk dan dibuatlah Sistem Ekonomi Terpimpin sehingga Gerakan Benteng resmi dihentikan.

Pada 21 Februari 1957 Bank Windu Kentjana berubah menjadi Bank Central Asia (BCA) untuk memperluas usaha dengan menyalurkan modal ke berbagai perusahaan, salah satunya PT Mega. PT Mega diambil dari nama putri sulung Soekarno, Megawati. Hasan Din dilibatkan dalam perusahaan ini. Karena terlalu banyak perang, usahanya tidak stabil.

Tahun 1967 Soeharto menjadi presiden kedua RI dan ia mulai mendapatkan banyak kemudahan salah satunya adalah ketika ia diberi izin untuk memonopoli impor cengkeh lewat PT Mega pada tahun 1968. Keputusan monopoli itu merupakan strategi Menteri Perdagangan untuk memotong jalur distribusi cengkeh yang kala itu harus melalui Singapura dan Hongkong. Selain PT Mega, PT Mertju Buana yang dipimpin Probosutedjo juga mendapat hak kutip impor cengkeh 5% per transaksi. Dua perusahaan ini menguasai 90% panen cengkeh di Zanzibar dan Madagaskar. Mereka memasok 70% kebutuhan industri rokok kretek di Indonesia. Tahun 1981 saja total transaksi cengkeh sekitar 120 juta Dolar AS.

Ia lalu mengembangkan bisnisnya dengan mendirikan CV Waringin dan PT Permanent untuk mengekspor kopi, merica, tengkawang, kopra, timah; juga untuk mengimpor beras dan gula.

Soeharto pernah tinggal di Wonogiri, di rumah bibinya yang bernama Sanikem yang bersuamikan mantri tani bernama Prawirowihardjo. Bagi Soeharto, paman dan bibinya adalah pengganti orang tuanya. Demikian pula dengan Sudwikatmono -anak Sanikem dan Prawirowihardjo - menganggap Soeharto sebagai kakak kandungnya. Usia mereka terpaut 13 tahun.

Sudwikatmono yang biasa disapa Dwi pernah bekerja di bagian administrasi Angkatan Laut di Gunung Sahari. Selain itu, Dwi juga sempat bekerja di bagian ekspor impor PN Jaya Bhakti. Di perusahaan ini Dwi mengenal Ibrahim Risjad yang mendorongnya untuk berbisnis. Meski saat itu Dwi sudah punya naluri bisnis, tetapi ia belum berani hidup tanpa gaji bulanan. Maka itu, berjualan baginya baru sekadar usaha sampingan.

Sejak pagi-pagi buta Dwi sudah nongkrong di pelabuhan Tandjung Priok, dan langsung membooking karung-karung bekas yang tersisa dari muatan kapal laut atau pun di gudang-gudang pelabuhan, sementara istrinya, Sri Sulastri, berjualan sabun cap Tangan yang dibeli langsung dari pabrik.

Saat masih bekerja di PN Jaya Bhakti, teman Dwi dari Kudus bernama Liem Sioe Kong, memperkenalkan Dwi kepada kakaknya, Liem Sioe Liong. Ternyata Liem Sioe Liong kenal dengan Sulardi, kakaknya Dwi.

Tahun 1967, Dwi bertemu dengan Liem Sioe Liong di rumah Soeharto di Jalan Agus Salim, Menteng, Jakarta. Setelah satu jam mengobrol dengan Soeharto, Liem Sioe Liong kemudian pamit sambil memberikan kartu nama ke pada Dwi. Liem memintanya untuk datang ke kantornya di Jalan Asemka.

Keesokan harinya, Dwi tiba di kantor Liem pukul 09.45, limabelas menit lebih awal dari jam yang dijanjikan. Liem mengutarakan maksudnya bahwa ia membutuhkan seorang pribumi untuk bergabung dengan bisnisnya, dan Soeharto mengusulkan Dwi.

Dwi kaget dan bingung ditawari gaji bulanan satu juta rupiah dan saham dalam perusahaan. Gajinya di PN Jaya Bhakti hanya Rp. 400. Setelah pamit kepada Liem, Dwi sempat diberitahu penasihat hukum Liem bahwa angka itu bisa dirundingkan jika dianggap kurang.

Menurut penjelasan Soeharto kepada Dwi, Liem Sioe Liong masih warganegara asing yang kesulitan menerima pinjaman dari bank dalam jumlah besar. Maka itu, Liem membutuhkan mitra pribumi untuk mendapatkan pinjaman besar dari bank.

Selain itu, setelah Soeharto menjadi presiden, ia mengubah namanya menjadi Soedono Salim yang artinya satu dari tiga bersaudara yang punya banyak modal. GOSIPNYA SOE artinya baik, DONO artinya dana, SA artinya tiga, LIM diambil dari kata liem.

Pada tahun 1969 Liem bersama dengan Group of Seven mengubah CV Waringin menjadi PT Waringin Kentjana. Ia menjabat sebagai chairman, Sudwikatmono sebagai CEO, Djuhar dan Risjad menjadi managing director. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan hasil bumi seperti kopi, lada, karet, kopra, tengkawang, gula dan beras. Pada 7 Agustus 1970 ia bersama dengan Sudwikatmono, Ibrahim Risjad, dan Djuhar Sutanto yang lebih dikenal sebagai The Gang of Four, mendirikan pabrik tepung terigu PT Bogasari di Cilincing, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang luasnya 33 hektare dengan modal pinjaman dari pemerintah.

Para anggota Group of Seven menikmati 'koneksi' ini. Yang paling menonjol adalah Sudwikatmono yang mendapat hak monopoli film dan mendirikan Cinema 21, serta mendirikan Grup Hanurata bersama Sigit (anak Soeharto) dan Indra Rukmana (menantu Soeharto) untuk memungut royalti atas tiap kayu yang ditebang di Indonesia. Sudwikatmono juga berkiprah di bisnis eceran (Golden Truly), industri kimia, dan perbankan (Bank Surya dan Bank Subentra).

Tahun 1971 ia mendirikan PT Central Sole Agency sebagai agen mobil Volvo. Pabrik Bogasari di Tanjung Priok mulai beroperasi pada tanggal 29 November 1971. Tanggal 10 Juli 1972 pabrik Bogasari di Tanjung Perak, Surabaya seluas 3,3 hektare diresmikan. Saat ini total kapasitas produksi tepung kedua pabrik itu mencapai 3,2 juta ton per tahun. Pada Januari 1977 Bogasari mendirikan divisi tekstil yang memproduksi kantong terigu di Citeureup, Bogor.

Tahun 1975 The Gang of Four mendirikan pabrik semen PT Indocement Tunggal Perkasa. GOSIPNYA pabrik itu memonopoli semen di Indonesia. The Gang of Four lalu bekerjasama dengan Ciputra mendirikan perusahaan real estate PT Metropolitan Kentjana. Tahun 1979 (GOSIP lainnya bilang tahun 1982) ia mendirikan PT Sarimi Asli Jaya yang memproduksi mi instan merek Sarimi. Pada awalnya Sarimi tidak laku, tapi setelah membeli lisensi Indomie dari Jangkar Sakti Grup, mi instan milik Salim Grup perlahan merebut pangsa pasar Supermi (yang didirikan tahun 1968 dan pelopor mi instan di Indonesia) hingga akhirnya berhasil membeli saingannya tersebut tahun 1986. GOSIPNYA Bogasari memonopoli terigu sehingga seluruh perusahaan mi jatuh ke tangannya.

Sejak tahun 1981, Bogasari mulai membuka Bogasari Baking Center (BBC) di Jakarta dan mulai berekspansi ke seluruh Indonesia yang hingga kini sudah memiliki 16 cabang, menyusut dari jumlah total 23 buah (BBC di kota Bandar Lampung, Denpasar, Samarinda, Semarang, Solo, Sukabumi, Yogyakarta ditutup karena sepi peminat).

Pada tahun yang sama ia mendirikan PT Indomobil yang menjadi agen mobil Suzuki, Hino dan Mazda. Tahun 1984, kekayaannya ditaksir mencapai 7 milyar Dolar AS. GOSIPNYA Jumlah tersebut sama dengan keseluruhan uang yang beredar di Indonesia ketika itu.

Tahun 1985 ia mendirikan pabrik semen Tridaya Manunggal Perkasa di Cirebon dan menggabungkan PT Semen Madura, PT Perkasa Asano Abadi, PT Perkasa Krida Hasta, PT Perkasa Sabda Karya menjadi PT Indocement Tunggal Prakarsa. Tahun 1987 ia mendirikan PT Cold Rolling Mill di Cilegon yang memproduksi lembaran baja tipis. Tahun 1990 ia mendirikan PT Panganjaya Intikusuma.

Sejak tahun 1991 Bogasari mengoperasikan pabrik pasta yang menghasilkan spaghetti dan macaroni. Produk-produk pasta itu dijual dengan merek Bogasari dan La Fonte. Pada 28 Juli 1992, PT Bogasari Flour Mills berubah menjadi PT Indocement Tunggal Prakarsa Bogasari Flour Mills, dengan menjadi divisi makanan dari perusahaan semen.

Tahun 1992 ia menyerahkan Salim Group pada anaknya Anthoni Salim dan Harlim Exstrada. Tahun 1994 PT Panganjaya Intikusuma melakukan merger dengan PT Sanmaru, PT Pangan Jaya Abadi, PT Karyapangan Inti Sejati, PT Lambang Insan Makmur, PT Sarimi Asli Jaya sehingga berubah menjadi PT Indofood Sukses Makmur.

Kebijakan pemerintah membuat banyak lahirnya industri penggilingan tepung terigu baru, sehingga pada 30 Juni 1995 PT Indocement Tunggal Prakarsa Bogasari Flour Mills diakuisisi kembali lewat PT Indofood Sukses Makmur yang lalu berubah menjadi PT Indofood Sukses Makmur (ISM) Bogasari Flour Mills.

Selain tepung terigu, PT ISM Bogasari Flour Mills juga menghasilkan produk sampingan hasil dari sisa olahan penggilingan gandum berupa bran, pollard, pellet, dan industrial flour. Bran dan pollard diolah menjadi pellet untuk pakan ternak sedangkan industrial flour pada umumnya dijadikan lem di industri kayu lapis.

Tahun 1995 bersama dengan Agung Laksono, Salim Group mendirikan Indosiar. Tahun 1997 Indonesia terkena krisis moneter yang membuat presiden Soeharto lengser dan bisnisnya pun mulai goyang. Ia juga terpaksa tinggal di Singapura karena rumahnya di Gunung Sahari VI no. 12, Jakarta dijarah massa pada 14 Mei 1998.

Tahun 2006 ia dinobatkan oleh Forbes sebagai orang terkaya ke 10 di Indonesia dengan kekayaan 800 juta Dolar AS. Kini kerajaan bisnis Salim Group dipercayakan pada anaknya, Anthoni Salim, dan menantunya, Franciscus Welirang yang telah menjabat sebagai direktur Indofood sejak tahun 1992.

Eva Riyanti Hutapea
lahir 26 Desember 1952 di Jakarta

Anthoni Salim (Liem Fung Seng / Liem Hong Sien)
lahir 25 Oktober 1949

 Franciscus Welirang
lahir 9 November 1951 di Padang, Sumatra Barat
istri: Mira Salim

MEREK-MEREK PRODUK NESTLE DI INDONESIA
-Permen dan Coklat: Fox's, Polo, Milo, Kit Kat
-Minuman: Nescafe, Coffee Mate, Nestea, Nesfruta, Bear Brand
-Nutrisi Anak: Dancow, Cerelac
-Nutrisi: Nutren, Peptamen
-Susu Kental: Carnation, Cap Nona
-Sereal: Fitnesse, Koko Crunch, Corn Flakes, Milo Balls, Honey Stars, Cookies Crisp, Honey Gold Flakes

GOSIP ANTHONI SALIM
Sebelum krisis moneter 1998, Salim Group adalah perusahaan raksasa di Indonesia dengan aset 10 milyar Dolar AS. Saat krisis terjadi, para nasabah ramai-ramai menarik uang mereka sehingga BCA pun tumbang dan masuk pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). BCA terpaksa memakai BLBI yang mengakibatkan hutang hingga Rp. 52,6 trilyun dan membuat sahamnya diambil alih 92,8% oleh BPPN.

Eva Riyanti Hutapea, istri dari Deputi Gubernur BI Bun Bunan Hutapea dan alumni Fakultas Ekonomi UI 1973, yang telah bergabung dengan Indofood sejak 1994, diangkat menjadi direktur untuk menyelamatkan ISM. Langkah pertamanya adalah melaksanakan perintah atasan untuk menjual setengah saham ISM pada QAF Limited, sebuah perusahaan roti Singapura dengan merek Gardenia yang 67% sahamnya masih dimiliki olehnya.

Tahun 2000 BCA dianggap telah pulih dan diserahkan oleh BPPN ke Bank Indonesia. BCA lalu menjadi perusahaan publik. Penawaran Saham Perdana (IPO) berlangsung di tahun 2000, dengan menjual 22,5% saham ke publik. Setelah IPO, BPPN masih menguasai 70,30% dari seluruh saham BCA. BPPN kembali menjual 10% sahamnya ke publik pada tahun 2001 sehingga tersisa 60,3%. Tahun 2002, 51% saham milik BPPN dibeli Grup Djarum. Pada tahun 2004 dan 2005 BPPN melepas semua sisa sahamnya pada publik.

Tahun 2003, Eva berhasil membuat ISM stabil dengan pendapatan Rp. 18 trilyun. Setelah mendapat surat keterangan lunas dari ketua BPPN pada Maret 2004, Anthoni diangkat menjadi direktur ISM pada bulan Juni 2004.

Meski melunasi seluruh utangnya, Anthoni harus melepas beberapa perusahaannya, yaitu:
-PT Indocement Tunggal Prakarsa (65% sahamnya dimiliki Heidelberg Cement AG yang menjadi 51% tahun 2009)
-PT Bank Central Asia (51% sahamnya dimiliki Grup Djarum)
-PT Indomobil Sukses Internasional (52,3% sahamnya dimiliki PT Cipta Sarana Duta Perkasa dan 17,7% dimiliki PT Tritunggal Intipermata)
-PT Salim Ivomas Pratama (70% sahamnya dimiliki PT Guthrie Pecconina Indonesia)
-PT Indosiar Visual Mandiri (49% sahamnya dimiliki PT TDM Asset Management yang menjadi 29% tahun 2010)
-PT Sugar Group (dibeli oleh PT Garuda Panca Arta).

Ia mempertahankan PT Indofood Sukses Makmur dan PT Bogasari Flour Mills yang merupakan produsen mi instan dan terigu terbesar di dunia. Untuk mendongkrak penjualan mi instan, ia menggandeng perusahaan asal Swiss, Nestle, yang membuahkan PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia. Pendirian perusahaan tersebut menghabiskan dana Rp. 50 milyar dimana masing-masing pihak menyetor setengahnya. Bogasari ada­lah satu dari empat produsen terigu dengan omzet Rp. 5 trilyun per tahun. Tiga lainnya adalah PT Sriboga Ratu Raya di Semarang, PT Panganmas Inti Persada di Cilacap, dan PT Berdikari di Makassar. GOSIPNYA kini Bogasari menguasai 70% pangsa pasar terigu di Indonesia.

Tahun 2015 Anthoni berada di peringkat ke 3 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes dengan kekayaan 5,4 milyar Dolar AS.

Dafam Hotel

Soleh Dahlan

Billy Dahlan
lahir 6 Februari 1985 di Pekalongan

CABANG USAHA
-Dafam Jakarta: Jl. MT Haryono Kav. 10A Cawang Tel. 021 2280 7777
-Dafam Subang: Jl. A. Yani 28-30 Tel. 0260 742 6111
-Dafam Bandung: Jl. Riau (L.L.R.E. Martadinata) 160 Tel. 022 8724 3460
-Pasar Baru Square Bandung: Jl. Otto Iskandardinata 81-89 Tel. 022 422 3237
-D'Best Bandung: Jl. Otto Iskandardinata 460 Tel. 022 522 8899
-D'Rain Bandung: Jl. Lengkong Kecil 76-80 Tel. 022 8780 4800
-Vio Cimanuk Bandung: Jl. Cimanuk 15 Tel. 022 7231 099
-Vio Pasteur Bandung: Jl. Dr. Djunjunan 154 Tel. 022 8777 5061
-Vio Surapati Bandung: Jl. Surapati 51 Tel. 022 2511 718
-Dafam Cilacap: Jl. Dr. Wahidin 5-15 Tel. 0282 520 097
-Dafam Pekalongan: Jl. Urip Sumoharjo 53 Tel. 0285 4411 555
-Dafam Semarang: Jl. Imam Bonjol 188 Tel. 024 3554 111
-Meotel Kebumen: Jl. Ahmad Yani 31 Tel. 0287 381 111
-Meotel Purwokerto: Jl. Dr. Suparno Selatan 1 Tel. 0281 777 1157
-Marlin Pekalongan: Jl. Raya Wiradesa 25 Tel. 0285 4414 555

-Dafam Fortuna Yogyakarta: Jl. Dagen 60, Malioboro Tel. 0274 6429 888
-Dafam Fortuna Yogyakarta: Jl. Seturan Raya Tel. 0274 493 2080
-Cempaka Hill Jember: Jl. Gebang Cempaka 50 Tel. 0331 425 479
-Gunawangsa Surabaya: Jl. Kedung Baruk 96 Tel. 031 8700 766

-Dafam Pekanbaru: Jl. Sultan Syarif Qasim Kav. 150 Tel. 0761 851 177
-Grand Dafam Banjarbaru: Jl. Ahmad Yani KM 36,8 Tel. 0511 477 0099

GOSIP BILLY DAHLAN
Selain jaringan Hotel Dafam, Billy Dahlan juga memiliki berbagai macam usaha seperti rumah sarang burung walet, pabrik plastik, SPBU, pabrik pelintingan rokok, karaoke, perusahaan general trading, properti, dan farmasi.

Anak kedua dari tiga bersaudara yang kini menjabat sebagai Presiden Direktur ini tidak hanya mengandalkan kesuksesan ayahnya yang merupakan pendiri Hotel Dafam, Soleh Dahlan. Ketika SMA di Sydney, Australia, ia sudah bekerja paruh waktu menjadi tukang cuci piring di restoran, membersihkan gedung bioskop, menjadi kasir di bar hingga menjual tiket konser.

Setelah tamat SMA, ia kuliah jurusan Marketing dan Komunikasi di London, Inggris. Setelah selesai, tahun 2005 bersama kakaknya Wijaya Dahlan dan adiknya Junaidi Dahlan, mereka membantu orangtua mengelola sarang burung walet selama enam bulan di Pekalongan (GOSIPNYA kini mereka disebut Raja Burung Walet Pekalongan). Setelah itu ia mencoba usaha diluar bisnis keluarga dengan menjadi mitra dalam produksi rokok untuk sebuah perusahaan rokok.

Tahun 2007 ia pergi ke Semarang untuk menjual alat-alat berat. Meski sering berbisnis, GOSIPNYA ia pernah ditipu mitranya saat berbisnis saham dan tanaman. Selain sedang membangun Dafam Residence seluas 5 hektare di Pekalongan, GOSIPNYA kini Dafam sedang memperluas lagi jaringan hotelnya yaitu di Purwakarta, Bogor, Surabaya, Lombok, Linggau yang diperkirakan akan selesai tahun 2018.

Macan Group

Bobby Leong
lahir 1980
kakak: Fendi, Hendi
adik: Sanny

CABANG MACAN YAOHAN SUPERMARKET
-Pulau Brayan: Jl. K.L Yos Sudarso 121 Medan Tel. 061 662 3672 / 73 / 74
-Medan Mall: Jl. Mt. Haryono 1 Lt. II Medan Tel. 061 415 8033 / 44
-Merak Jingga: Jl. Putri Merak Jingga 8 Medan Tel. 061 452 4324
-Aksara Jl. Prof. H.M. Yamin SH 441 HI-JK Medan Tel 061 453 0886
-Sukaramai: Jl. Sutrisno 439 Medan Tel. 061 733 1171
-Tembung: Jln. Besar Tembung DSN I No. 23 Deli Serdang Tel. 061 738 6780 / 81

CABANG MACAN MART MINIMARKET
-Jl. Brigjen. Katamso 279-281 Medan Tel. 061 457 9491
-Jl. Sultan Iskandar Muda 216-220 Medan Tel. 061 451 1405
-Komp. Merbau Mas 23 Medan Tel. 061 453 1133 ext. 19
-Jl. Thamrin 74 B Medan Tel 061 451 5401
-SPBU Pertamina Titipapan Jl. Platina Raya 108 Medan Tel 061 685 9874
-SPBU Pertamina Kasuari Jl. Kasuari 56 B Medan Tel 061 847 7308
-SPBU Pertamina Pasar Merah Jl. HM. Joni / Menteng Raya 265 Medan Tel 061 733 4354
-Green Hill B2-B3 Jl. Letjend Djamin Ginting Km. 45, Sibolangit Tel 062 897 628

PENGHARGAAN
-1999: ACIM dari The Chartered Institute of Marketing (CIM-UK)
-2001: MCIM dari The Chartered Institute of Marketing (CIM-UK)
-2005: Chartered Marketer Termuda Sedunia dari MURI (Museum Rekor Indonesia)
-2005: The Best Young Marketer dari Indonesian Marketing Association (IMA)
-2007: Internet Marketing Success of the Year dari The World Internet Mega Summit di Singapura
-2007: Business Entrepreneur Award / Finalis Ernst & Young Entrepreneur of the Year
-2008: The New Wave Marketing dari Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler
-2011: The Great Entrepreneur dari Indonesia Global Foundation dan Menteri Telekomunikasi Dan Informatika Indonesia
-2011: Service Excellence Awards dari Hermawan Kartajaya

GOSIPNYA
Bobby Leong merupakan anak ketiga dari Hardie Leong. Pada 31 Mei 1985 Hardie mendirikan supermarket Macan Yaohan. Yaohan ini berbeda dengan waralaba asal Jepang yang sudah berdiri sejak tahun 1930. Tahun 1997 Bobby meraih gelar BA Retail Management dari Bournemouth University, Inggris. Tahun 1998 ia meraih gelar MBA Kent Business School - University of Kent di Canterbury, Inggris.

Setelah lulus, ia bekerja sebagai Store Asisstant di Bournemouth University Campus Store selama dua tahun. Sejak Desember 2000 ia menjadi CEO Macan Group. Bobby yang menguasai bahasa Inggris, Mandarin, Hokkian, Kanton, dan Thailand ini membuat beberapa kebijakan yang berhasil membuat Macan Group mengalahkan para saingan beratnya seperti Carrefour, Matahari, Ramayana, dan Hypermart. Bahkan Macan Yaohan yang hanya punya 3 gerai pada tahun 1999 kini telah memiliki 6 gerai.

Berkat kerja kerasnya, tahun 2011 Macan Yaohan Group menerima penghargaan Best Company of The Year dari International Achievement Foundation. Pada tahun yang sama Macan Yaohan mendapatkan Top Branding hingga 98%. GOSIPNYA kini ia mulai mengembangkan Macan Mart dengan sistem bagi hasil.

Pada Mei 2012 Macan Group mendirikan Market Place dengan luas sekitar 1.600 m² di Medan Focal Point. Market Place mengusung konsep supermarket produk segar, organik yang disertai produk personal care. Uniknya, produk yang dibeli bisa langsung diolah dan disajikan di dalam Market Place.

Fendi Leong
lahir 10 November 1972

Sedangkan kakaknya, Fendi Leong, mendirikan supermarket Macan Syariah (pada 22 Juni 2007 berganti nama menjadi Madinah Syariah) seluas 2.500 m² di Plaza Millenium Medan pada 9 Februari 2006 dan juga minimarket syariah Madinah Mart. GOSIPNYA konsep syariah ini didirikan dengan tujuan amal dimana 2,5% dari keuntungan supermarket akan dizakatkan. GOSIPNYA selain Sanny yang berpindah agama menjadi Kristen, Fendi yang awalnya beragama Budha, juga berpindah keyakinan menjadi seorang muslim dan mengubah namanya menjadi Muhammad Fendi Leong.

Pada 11 Mei 2015 seluruh supermarket mendadak tutup setelah sebelumnya sering terlambat membayar gaji karyawan. Para karyawan mengetahui Macan Yaohan dan Macan Mart bangkrut dari SMS berantai. GOSIPNYA mereka tidak hanya kalah bersaing dengan supermarket besar, tapi bahkan kalah bersaing dengan Alfamart dan Indomaret.

Kawan Lama

ACE HARDWARE
Ace Hardware didirikan tahun 1924 oleh Richard Hesse, E. Gunnard Lindquist, Frank Burke, dan Oscar Fisher di Chicago, Illinois, AS. Tahun 1928 Ace yang menjadi PT ini diberi nama Ace karena terinspirasi oleh pilot utama (Ace / As) pesawat tempur perang dunia pertama yang mampu mengatasi segala rintangan. Pada tahun 1949 cabang toko Ace telah mencapai ratusan dengan jumlah penjualan 10 juta dolar AS.

Hesse pensiun tahun 1973 dan Ace dijual kepada para ritelnya sendiri dan kantor pusatnya pindah ke kota kecil Oak Brook, Illinois. Karena merupakan usaha gabungan, setiap toko di Ace Hardware terlihat berbeda. Agar semua toko dikenal sebagai Ace Hardware, diluncurkanlah program "The Vision 21" hingga Ace menjadi toko seperti sekarang ini.

Puncak penjualan terjadi tahun 2007 dengan jumlah 12,5 milyar dolar AS. Meski pada tahun 2011 jumlah penjualan menurun menjadi sekitar 3 milyar dolar AS tapi jumlah toko cabang meningkat terus dan tercatat mencapai 4.444 toko pada Mei 2011.

Wong Jin

Kuncoro Wibowo

Kawan Lama Group

SERVICE CENTER KAWAN LAMA
-Jakarta: Jl. Puri Kencana 1, Meruya-Kembangan Jakarta Barat
Phone : (021) 5829127, 5829121
-Bekasi: Jl. Industri Selatan Blok PP 4 Kawasan Industri Jababeka II, Cikarang
Phone : (021) 89837500
-Banten: Jl. Ahmad Yani 135, Blok J-K Sukmajaya, Cilegon
Phone : (0254) 391904, 374233
-Bandung: Jl. Pungkur 219
Phone : (022) 4213939
-Semarang: Ruko THD Blok D3-4 Jl. H. Agus Salim
Phone : (024) 3580426/28 (ext. 32/33)
-Solo/Yogya: Jl. Diponegoro 84
Phone : (0274) 642 9098/99
-Sidoarjo: Jl. Raya Juanda Km. 4,5
Phone : (031) 868 8328/868 2328
-Bali: Jl. Buluh Indah 120 A-B Denpasar
Phone : (0361) 9005859, 9005856
-Lampung: Jl. Diponegoro No. 98 A-B Teluk Betung
Phone : (0721) 474480
-Palembang: Jl. R. Sukamto 111-112 (seberang PTC Mall)
Phone : (0711) 351198, 364255
-Medan: Jl. Gajah Mada 5 B-C
Phone : (061) 4527269/(061) 4530063
-Pekanbaru: Jl. Soekarno Hatta No 8 C-D 28292
Phone : (0761) 853-366,839,687
-Samarinda: Ruko Alaya Junction II Blok LB-12
Phone : (0541) 4100637 - 4100640
-Balikpapan: Jl. Jend. Sudirman (Stal Kuda) 18
Phone : (0542) 763 698
-Banjarmasin: Jl. A. Yani Km. 7.7 Kertak Hanyar II
Phone : (0511) 4240050 
-Bontang: Jl. Brigjen Katamso 10 (seberang kantor PDAM Bontang)
Phone : (0548) 5102198
-Batam: Komplek Kara Junction Blok B No.12-13A
Phone : (0778) 460908

GOSIPNYA
Pada tahun 1955 Wong Jin membuka toko peralatan sederhana di Glodok, Jakarta. Tongkat kepemimpinan beralih pada anaknya yang ke 4 dari 9 bersaudara, Kuncoro Wibowo pada tahun 1968. Tahun 1980, toko kian membesar menjadi PT Kawan Lama Sejahtera (KLS). Dari 9 bersaudara, hanya 6 orang yang ikut mengembangkan Kawan Lama yaitu: Ijek Widya Krisnadi, Prabowo Widya Krisnadi, Thersa, Thasya dan Tharisa. Tiga anak perempuan lainnya menikah dan mengikuti suami mereka.

Tahun 1997 KLS memperkenalkan merek mereka sendiri, Krisbow, yang diambil berdasar nama adik Kuncoro, Prabowo Widya Krisnadi. GOSIPNYA ada juga yang mengatakan Krisbow adalah singkatan dari Kristian Bowo yang entah siapanya Kuncoro. GOSIP lain mengatakan produk Krisbow adalah produk yang diimpor dari Cina lalu dilabeli merek Krisbow.

Sejak tahun 2004, Kawan Lama tidak hanya mengembangkan Ace Hardware tapi juga waralaba furnitur asal Thailand, Index Furnishing yang kini menjadi Informa (GOSIPNYA untuk menjadi agen merek-merek besar, sejak tahun 1973, pada usia 17 tahun Kuncoro sudah bepergian mencari produk ke Singapura, Hong Kong, dan Jepang). Kini banyak perusahaan besar menjadi klien Kawan Lama seperti Garuda Indonesia, Panarub, Astra Internasional, Indomobil, Krama Yudha Tiga Berlian (Mitsubishi), PT Bukit Asam, PT Tambang Timah, Freeport, Adaro, Aneka Tambang, Newmont, dan Gulf Resources. Pada tahun 2006, produk Krisbow yang menargetkan pangsa pasar menengah ke bawah mulai dipasarkan ke Malaysia dan Singapura.

Pada tahun 2011, toko cabang Ace terbesar di dunia sebesar 14.695 meter persegi dibangun di Living World Mall, Tangerang, Indonesia (GOSIPNYA omzet KLG tahun 2011 mencapai 1 trilyun Rupiah). Pada tahun 2013 Kuncoro Wibowo tercatat sebagai orang terkaya ke 33 di Indonesia versi majalah Forbes dengan total kekayaan 910 juta dolar AS.

Pada tahun 2016 bisnis retail terus berkembang yang meliputi 117 gerai Ace Hardware, 67 gerai Informa, 7 gerai Toys Kingdom, 9 gerai Office 1 Superstore, 3 gerai Pendopo, 12 gerai Bike Colony, dan 124 gerai Chatime. Pada tahun 2016 kekayaan Kuncoro Wibowo meningkat menjadi 1,4 milyar Dolar AS dan berada di peringkat 19 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes.

Sejak Juni 2016, Kawan Lama mulai merambah bisnis restoran dengan membuka waralaba asal Korea: Cupbop.

Boedyharto Angsono

Boedyharto Angsono (Ang Boen Ho)
lahir 26 Juni 1943 di Singapura
meninggal 19 Juli 2003 di Jakarta


Gunawan Santoso (Acin)
lahir 20 Oktober 1963 di Jakarta

FAMILI
-Istri: Sui Yin
-Anak: Stephen, Alice, Grace

USAHA
-PT Asaba Industries: memproduksi sendok dan garpu.
-PT Asaba Zebra Industries: perusahaan joint venture dengan Jepang sebagai produsen sekaligus distributor alat tulis kantor.
-PT Asaba Foods: produsen berbagai jenis makanan.
-PT Asaba Computer Centre: perusahaan di bidang teknologi informasi.
-PT Promexx terbagi menjadi dua:
*PT Promexx Inti Corporatama adalah distributor makanan impor seperti SPC Ardmona (Australia), Sin Tai Hing (Malaysia), Woh Hup (Singapore), Gold Kili (Singapore), Smiling Fish (Thailand), Mee Chun (Hong Kong). Perusahaan ini juga memproduksi makanan merek Koala-la.
*PT Promexx Pusat Stationery bergerak di bidang alat tulis dan bekerjasama dengan toko buku Gramedia.
-PT Samafitro: distributor mesin fotokopi dan beberapa alat elektronik kantor lainnya.
-PT Giri Selo Indah (Grisenda): perusahaan pengembang perumahan.
-PT Asaba Land: perusahaan pengembang perumahan.
-PT Mustika Citra Rasa: Holland Bakery (269 gerai):

*Jabodetabek (135)
+Plaza Arion Lt. 1 Rawamangun Tlp. 021-471 1528
+Sentra Bisnis Artha Gading, Lt. Dasar B6 No. 12, Jl. Boulevard Artha Gading Tlp. 021-4586 4541 
+Plaza Atrium Ground Floor, Jl. Senen Raya 135 Tlp. 021-352 3824
+Bandara Soekarno-Hatta Central Corridor Terminal F No. FCC-03 Tlp. 0851-0041 0052
+Jl. A. Yani A6 No. 12 Bekasi Tlp. 021-885 4012 
+Jl. Kesehatan Raya 19 Bintaro Tlp. 021-734 1045 
+Blu Plaza Jl. Chairil Anwar 27 Bekasi Tlp. 021-2908 5650 
+Jl. Raya Pajajaran 7 Tlp. 0251-834 1126
+BSD Plaza Main Entrance Jl. Raya Serpong Sektor IV Tangerang Tlp. 021-537 1185
+Jl. Perumnas Raya 85 Tlp. 021-8602 473
+Jl. Cempaka Putih Raya 108 Tlp. 021-424 5039
+Jl. Raya Mayor Oking Komp. Ruko Mayor Oking No. 12 Cibinong Tlp. 021-8790 5540 
+Cibitung Business Park Blok A-2, Jl. Teuku Umar Tlp. 021-8839 1477
+Jl. Arteri Cibubur 190 A Cibubur Tlp. 021-844 7047
+Jl. Lawu 1 Cibubur Tlp. 021-2962 7553
+Jl. KS Tubun 232 Cibuluh, Bogor Tlp. 0251-866 2505
+Jl. K.H. Hasyim Ashari 29 Cideng Tlp. 021-632 6165
+Commercial Center Jl. Raya Cikarang Cibarusa Km 40 No. 9 Cikarang Tlp. 021-893 5804
+Jl. Cikini Raya 65 Tlp. 021-315 2223
+Komplek Ruko Bumi Mas Raya No. 2 Jl. M.H. Thamrin, Tangerang Tlp. 021-7003 3676
+Jl. Raya Cilandak KKO 66 Tlp. 021-788 3387
+Jl. HOS Cokroaminoto 159 Ciledug Tlp. 021-737 6420
+Jl. Raya Cileungsi Jonggol Tlp. 021-8795 3885
+Jl. Raya Bogor KM 29 No. 20 Cimanggis Tlp. 021-8771 2575
+Jl. Cinere Raya Blok A 1 Depok Tlp. 021-753 6517
+Jl. Ciledug Raya 234B Cipulir Kebayoran Lama Tlp. 021-7279 5320
+Jl. Ciputat Raya 9 Tlp. 021-2904 4795
+Jl. Ciputat Raya 22 Tlp. 021-910 9835
+Jl. Dewi Sartika 183 Tangerang Tlp. 021-7470 1650
+Mal Ciputra Grand Cibubur Lt. G 26 Tlp. 021-2937 7369
+Mal Ciputra Lower Ground No. 44 Tlp. 021-560 6539
+Jl. Citayam Raya 5-6 Tlp. 021-2950 3511
+Jl. Mayor Oking 4B Citeureup Tlp. 021-8794 2335
+Citra Garden Blok I-5 No. 3 Tlp. 021-540 4552
+Jl. Raya Boulevard Kompleks Ruko Citra Raya Blok B10A/25R Tlp. 021-5940 5241
+Ruko Miami City Resort Blok E No. 1 Jl. Outer Ring Road Cengkareng Tlp. 021-5695 5646
+Jl. Raya Condet 13 A Tlp. 021-8087 9540
+Jl. Raya Daan Mogot 121 Tlp. 021-569 68214
+Daan Mogot Mall Jl. Daan Mogot Raya KM 16 Tlp. 021-541 8374
+Jl. Raya Jati Mulya Komp. Perumahan De Minimalis Blok B No. 2 Tlp. 021-8241 0401
+Jl. Margonda Raya 368 Depok Tlp. 021-7721 2020
+Jl. Tole Iskandar 3C Tlp. 021-7782 4522
+Depok Town Center Lt. Dasar, Jl. Raya Sawangan 1 Tlp. 021-7788 6889
+Jl. RS Fatmawati 35 D-E Tlp. 021-750 0490
+Boulevard Raya Blok BA 3 No. 46 Summarecon Serpong, Tangerang Tlp. 021-7003 3412
+Jl. Gajah Mada 172-173 Tlp. 021-6386 7867
+Jl. Galaxy Raya Kavling B12/D Tlp. 021-2840 1605
+Jl. Barata Raya 1A, Dusun IV Perumnas Bumi Teluk Jambe Karawang Tlp. 0267-840 3338
+Jl. Garuda 47, Kemayoran Tlp. 021-424 3508
+Jl. Raya Panjang Green Garden, Kedoya Utara-Kebon Jeruk Tlp. 021-581 3432
+Jl. Mangga Raya 12, Green Ville Tlp. 021-560 3469
+Jl. Gunung Sahari 84 A Tlp. 021-420 6965
+Jl. Boulevard Hijau B8 No. 16, Komp. Perumahan Harapan Indah Tlp. 021-8838 7119 
+Jl. Hayam Wuruk 79 Tlp. 021-625 1269
+Jln. Imam Bonjol 35 F Cibodas Tlp. 021-5573 2807
+ITC Cempaka Mas Lower Ground 25/26 Tlp. 021-425 7650  
+ITC Depok Lt. 1 Blok A No. 65-67 Tlp. 021-684 4451
+ITC Kuningan Pintu Selatan Lt. Dasar No. 3A-5, Jl. Dr. Satrio Tlp. 021-5793 3815
+ITC Permata Hijau Jl. Letjen Soepeno Lt. Dasar Blok D21 No. 1-2 Tlp. 021-6844 4437
+Ruko Bunderan Tol Jati Asih, Jl. Wibawa Mukti 2 No. 2B Bekasi Tlp. 021-824 04503
+Komplek Ruko Jatimakmur Residence Blok A No. 3 Bekasi Tlp. 021-8490 2350
+Jl. Raya Ragunan 26 B Tlp. 021-7884 5365
+Jl. Raya Jatinegara Timur 109 Tlp. 021-851 5105
+Jl. Jatiwaringin 53 Pondok Gede Tlp. 021-8499 0353
+Jl. Raya Hankam 43A, Jatimurni Jatiwarna - Pondok Gede Bekasi Tlp. 021-8431 0798 
+Jl. Percetakan Negara II Blok J No. 21-22, Johar Baru Tlp. 021-4280 2181
+Jl. K. S. Tubun 146 Tlp. 021-5367 5060
+Jl. Inspeksi Kalimalang 86E Tlp. 021-864 7566
+Jl. Raden Saleh 70C, Ciledug Tlp. 021-730 4516 
+Tol Tangerang KM 13.500 (A-4) Ruas Tol Jakarta - Tangerang Tlp. 021-7344 1112
+Jl. Arteri Tol Karawang Barat Badami Timur 23 Tlp. 0267-863 7319
+Jl. Tuparev Blok Cengpo 280 Karawang Barat Tlp. 0267-845 3959
+Mall Karawang Lantai Dasar Blok A67-1H Karawang Tlp. 0267-845 4036
+Jl. Pesanggrahan Raya 12A Kebon Jeruk Tlp. 021-584 7321 
+Jl. Panjang Arteri Kelapa Dua 60 Tlp. 021-5367 4492
+Jl. Boulevard Barat Raya Blok LC 7/19, Kelapa Gading Barat Tlp. 021-452 3001 
+Jl. Boulevard Raya Blok TA II/7-8, Kelapa Gading Timur Tlp. 021-453 1844
+Kemang Plaza Jl. Kemang Raya 88 Tlp. 021-719 1727
+Jl. Kemanggisan Utama Raya Nomor J/9 A-B Tlp. 021-5365 4910
+Jl. Rawa Badak 3 Tlp. 021-4393 5041
+Kramat Jati Indah Plaza 21 Jalan Raya Bogor KM 19 Tlp. 021-8088 0451
+Puri Indah Mall Lt. Dasar GF-026 Tlp. 021-582 2771
+Jl. Mampang Prapatan Raya 57A Tlp. 021-794 1527
+Jl. Mampang Prapatan Raya 42B Tlp. 021-797 6653
+Mangga Dua Square Jl. Gunung Sahari Raya No. 1, Road Level No. 6 Tlp. 021-2957 8808 
+Gramedia Matraman, Jl. Matraman Raya 46-50 Tlp. 021-8591 1741
+Mega Bekasi Lt. 2 Jl. A Yani Bekasi Tlp. 021-8896 2646
+Mega Mall Pluit Lt. 3 Island Unit No. 1, Jl. Pluit Indah Raya Tlp. 021-6667 0245
+ Jl. Merdeka 301 Tangerang Tlp. 021-5576 0336
+Jl. Raya Meruya 19 Joglo Tlp. 021-584 3936
+Jl. Pluit Karang 51 Blok A8 Utara Kav No. 21 Tlp. 021-662 6127
+Jl. Narogong KM 10 No 23 Bantar Gebang Bekasi Tlp. 021-8261 1678
+Jl. Otto Iskandardinata 82 Tangerang Tlp. 021-553 3491
+Gedung Superindo Lt. 1 No. 1, Pamulang Tlp. 021-749 3860
+Jl. Pamulang Permai Blok D2 No. 5 Tlp. 021-740 5316
+Jl. Raya Siliwangi, Pamulang Square Blok C1 No. 1 Tlp. 021-7470 4905
+Jl. Raya Parung 667 Kios No. 02 (Samping Mal Parung) Tlp. 0251-8616 631 
+Jl. Raya Pasar Minggu KM 5 No. 1 Kalibata Tlp. 021-790 2356
+Jl. Pekayon Jaya 8 Tlp. 021-8242 8007 
+Duta Alfa Indah Blok A No. 10 Jl. Peta Selatan Tlp. 021-293 16708 
+Jl. Pluit Sakti Raya Blok A 15/87 Tlp. 021-663 0804
+Jl. Pahlawan Revolusi 53, Pondok Bambu Tlp. 021-2286 6815
+Jl. Cirendeu Raya 43 Ciputat - Tangerang Tlp. 021-741 0262
+Jl. Raya Pondok Gede No. 6A & 6B Tlp. 021-8087 9362
+Pondok Indah Square Jl. Lingkar Selatan, Lebak Bulus Lt. Ground Blok A 1-2 Tlp. 021-7592 1353
+Jl. Raya Pondok Kelapa Blok C4/3 Tlp. 021-8690 7878  
+Jl. Pondok Kopi Raya Blok G2 No. 54, Duren Sawit Tlp. 021-2138 5989
+Jl. Sultan Iskandar Muda 35E Pondok Pinang Tlp. 021-725 2661
+Poris Paradise Blok B11 No. 16 Tlp. 021-2951 4493
+Pulogadung Trade Centre UGF No. 3&5 Tlp. 021-9126 5818
+Pusat Grosir Cililitan Pintu Kolonel Sutoyo, Pintu Utama Lt. Dasar Tlp. 021-7030 0038
+Jl. Balai Pustaka Timur 16A Rawamangun Tlp. 021-471 3594
+Jl. Rawasari Selatan 41 Cempaka Putih Tlp. 021 420 2909
+Jl. Raya Ir. H. Juanda 183 C, Aren Jaya Tlp. 021-8835 7068
+Jl. Dr. Sahardjo 317 AA-AC, Tebet Barat Tlp. 021-8370 4468
+Komplek Taman Semanan Indah, Jl. Dharma Kencana Blok F No 3 Tlp. 021-544 8693
+Jl. Kramat Jaya 20-24, Tugu Utara - Tanjung Priok Tlp. 021-436 1255
+Jl. Raya Semplak 307 Bogor Tlp. 0251-754 4754
+Jl. Raya Serpong KM 7 Blok 10 E Tlp. 021-539 7064
+Jl. Soleh Iskandar 17 Bogor Tlp. 0251-8400 253
+Stasiun KA Gambir, Jl. Merdeka Timur Tlp. 021-6806 8122
+RS Sumber Waras Jl. Raya Kyai Tapa 1 Grogol Tlp. 021-5696 9464
+Jl. Danau Sunter Utara Raya Blok E No. 1A Tlp. 021-651 4877
+Mall Taman Anggrek Lt. 3 Blok E-19 Tlp. 021-563 9014
+Komplek Taman Palem Lestari Blok D17 No. 7 Cengkareng Barat Tlp. 021-5595 7035
+Mall Taman Palem Jl. Kamal Raya Outer Ring Road Cengkareng Lt. SB Blok B 102&115 Tlp. 021-5435 1738
+Tangerang City Ruko Business Park Blok B/2 Jl. Jendral Sudirman 1 Tlp. 021-5578 2488
+Mediterania Garden Residences GF Tower Azalea, Unit GAA, Jl. Tanjung Duren Raya Tlp. 021-3004 7568
+Ruko Teluk Mas Jl. Teluk Gong 18, Pejagalan Tlp. 021-2907 2122
+Jl. Thamrin Boulevard, Lobby Ladies Market Lantai Dasar D-CL 16 Tlp. 021-3199 7401
+Tol Cikampek KM 19 Tlp. 021-8835 7923
+Tol Cikampek KM 40 Tlp. 021-7121 3592
+Jl. Gadang 3A Tanjung Priok Tlp. 021-430 8392
+Jl. Perjuangan Kav.6 Teluk Pucung Wisma Asri Bekasi Utara Tlp. 021-8897 9904
+Jl. Raya Bintaro Utama V EA 1 No. 11 (Sektor 5) Tlp. 021-737 4982

*Lampung (21)
+Jl. Antasari 16 Tlp. 0828-8001 4888
+Bandar Jaya Baru Jl. Proklamator Raya 120, Terbanggi Besar, Lampung Tengah Tlp. 0828-8008 0080
+SPBU Bandar Jaya Jl. Proklamator Raya, Terbanggi Besar, Lampung Tengah Tlp. 0828-8009 1405
+Mall Boemi Kedaton GF 5 Tlp. 0828-8000 7888
+Bumi Waras Jl. Wolter Monginsid Tlp. 0828-8048 3776
+Jl. Gajah Mada 68 B Tlp. 0828-8001 5888
+Jl. Lintas Sumatra Km. 62, KaliandaTlp. 0828-8001 7888
+Jl. Hasanudin Pasar Kangkung Teluk Betung Selatan Tlp. 0828-8000 4888
+Kedaton Jl. Teuku Umar 83 Tlp. 0828-8001 1888
+Kemiling Jl. Imam Bonjol Tlp. 0828-8000 3888
+Jl. Ki Maja 09 B - Way Halim Tlp. 0828-8001 2888
+Jl. Raden Intan 120 B Tlp. 0721-259 898
+Metro Lama Jl. Jend Sudirman 43 C Tlp. 0828-8000 6808
+Metro Baru Jl. Jend Sudirman Tlp. 0828-8007 0808
+Plaza Millenium Jl. Raya Natar 102 B Lt. 1 Tlp. 0828-8009 8888
+Jl. Zainal Abidin Pagar Alam 24 B Tlp 0828-8001 0888
+Jl. Ahmad Yani 30 A, Pring Sewu Tlp. 0828-8009 1374
+RS. Urip Sumoharjo, Jl. Urip Sumoharjo 200 - Sukarame Tlp. 0828-8001 3888
+Star Kid Jl. Pangeran Emir M Noer 33 Tlp. 0828-8000 9888
+Jl. Pangeran Tirtayasa 5 Tlp. 0828-8066 4892
+RS Imanuel Jl. Soekarno Hatta 1. Way Halim Tlp. 0828-8000 5888 

*Surabaya (17)
+Jl. Raya Bebekan 3 Tlp. 031-788 9655
+Golden City Mall GC 01 Tlp. 031-565 3363
+Jl. Indrapura 53A Tlp. 031-355 4115
+Jl. Raya Jemursari 76 Blok A9-10 Tlp. 031-841 4432
+Jl. Raya Kletek 169B Tlp. 031-788 8488 
+Jl. Kombes Pol. M. Duryat 14-16 Tlp. 031-545 4477
+Loop Plaza Graha Family 21 Tlp. 031-739 0009
+Jl. Manukan Tama 141 F Tlp. 031-741 5577
+Jl. Mayjen Sungkono 149 R8-R9 Tlp. 031-566 1212
+Jl. Raya Mulyosari Blok PFF No. 78E Tlp. 031-596 4650
+Jl. Ketampon IA No. 8-9 Permata Bintoro Tlp. 031-567 3078
+Jl. Polisi Istimewa 1 Tlp. 031-566 6950
+Ruko Gate Way B-1 Jl. Raya Waru Tlp. 031-853 3355
+RS Budi Mulia Jl. Raya Gubeng 70 Tlp. 031-504 0049
+Jl. Raya Sukomanunggal Jaya II/D3 Tlp. 031-732 5146    
+Jl. Kertajaya 63 Tlp. 031-503 3180
+Jl. Tropodo 69B Tlp. 031-866 6359

*Batam (14)
+Komplek Batam Center Square 6, Jl. Engku Putri Tlp. 0778-468 528
+Komplek Batam Center Square 6, Jl. Engku Putri Tlp. 0778-468 799
+Baloi Kusuma Indah Komp. Penuin Regency 1-2, Batu Selicin Tlp. 0778-423 099
+Komplek Ruko Rezeki Graha Mas Blok A 11 Tlp. 0778-472 011
+Bengkong Harapan Baru Blok A 4 Tlp. 0778-452 243
+Plaza Botania Garden Blok A 02 Batam Center Tlp. 0778-743 4050
+KDA Junction Blok B 1 Tlp. 0778-471 716
+Northwalk Blok GN-A1, Nagoya Citywalk Tlp. 0778-450 657
+Komplek Ruko Tiban Center Blok F 6-7 Tlp. 0778-735 3112
+Kapitan Plaza Jl. Raja Ali Kelana Tlp. 0778-809 8150
+Panbil Mall Lt. Dasar Samping Pintu Utama, Jl. A. Yani Tlp. 0778-371 212
+Plaza Batam Blok A No. 11 Tlp. 0778-363 988
+Plaza Top 100 Tembesi Shop House Blok E No 7 Tlp. 0821-7037 4017 
+Plaza Batamindo Ground Level Tlp. 0813-6570 9167 

*Bandung (13)
+Jl. Dr. Abdul Rivai 7 Tlp. 022-426 6627
+Jl. Buah Batu 171 Tlp. 022-730 4499
+Jl. Terusan Buah Batu 251 Tlp. 022-750 1129
+Jl. Gardujati 66 Tlp. 022-420 6225
+Jl. Gatot Subroto 41 Tlp. 022-731 1661
+Jl. Gatot Subroto 187 Tlp. 022-731 8876
+Jl. Kopo Bihbul 167 Tlp. 022-542 3638
+Jl. Merdeka 68 Tlp. 022-422 1121
+MTC Jl. Soekarno Hatta 590, Blok GF A2/001 Tlp. 022-753 8512
+Pasar Baru Jl. Otto Iskandardinata 70 Tlp. 022-424 5101  
+Jl. Pungkur 95-I Tlp. 022-426 2208 
+Jl. Setiabudi 119A Tlp. 022-203 9080
+Jl. A.H. Nasution 143 Ujung Berung Tlp. 022-780 3442

*Makassar (10)
+Jl. Cendrawasih 226 Tlp. 0411-873 781
+Jl. Sudirman 70A Tlp. 0411-873 117 
+Jl. Jend. Sudirman Butta Toa Maros Tlp. 0411-371 919
+Jl. Boulevard (Ruko Jasper) 28 Tlp. 0411-456 361
+Panakkukang Square Lt. 2 C9 Tlp. 0411-466 2003
+Jl. Andi Makassar 63, Pare-pare Tlp. 0421-22219 
+Jl. Perintis Kemerdekaan KM 18 No. 24 Tlp. 0411-580 026
+Jl. Sulawesi 2A Tlp. 0411-363 4953
+Jl. Sultan Hasanuddin Blok B No. 11 Graha Satelit, Sungguminasa Tlp. 0411-881 181 
+Jl. Veteran Selatan 45 D Tlp. 0411-833 117

*Manado (9)
+Kompleks pertokoan pusat kota bitung Jl. Sam Ratulangi Tlp. 0438-21687
+Jl. Raya Wolter Monginsidi 10B Girian Weru Satu Bitung Tlp. 0431-364 2218
+Jl. Piere Tendean 89, Boulevard Tlp. 0431-853 071
+PAAL II Jl. RE. Martadinata 63 Tlp. 0431-842 419
+SPBU Politeknik Jl. AA Maramis-Kairagi Tlp. 0431-815 853
+Jl. Sam Ratulangi Tlp. 0431-853 110
+Jl. Hasanudin Sindulang I Tuminting Tlp. 0431-864 583
+Jl. Raya Kolongan 198 Tomohon Tlp. 0431-315 9690
+Malalayang Jl. Wolter Monginsidi Lingkungan 1 No. 61 Tlp. 0431-337 5408  

*Pekanbaru (9)
+Jl. Durian 82 D Tlp. 0761-787 1436
+Harapan Raya Jl. Imam Munandar Kav. 4 Tlp. 0761-29152
+Marpoyan Jl. Kaharudin Nasution Kav 1 Tlp. 0761-73888
+The Summit at SCC, Jl. Jend. Sudirman 389B Tlp. 0761-789 2018
+Jl. Riau 27 D Tlp. 0761-839 725
+RSUD Arifin Achmad Jl. Diponegoro 2 Tlp. 0761-777 9017
+SPBU Rumbai Jl. Yos Sudarso 332 Tlp. 0761-51500
+Jl. Subrantas 17 Tlp. 0761-565 688
+Jl. Raya Pekanbaru, Bangkinang KM. 16 Rimbo Panjang Kampar (Samping Rest Area) Tlp. 0761-834 280 

*Surakarta (7)
+Jl. Adi Sucipto 67H Tlp. 0271-732 849
+Boyolali Jl. Pandanaran 259 Tlp. 0276-325 605
+Pajang Jl. Slamet Riyadi 478 Tlp. 0271-728 820
+Jl. Palur Raya 50 Tlp. 0271-825 016
+Jl. Urip Sumoharjo 73 Tlp. 0271-664 968
+Sragen Jl. Sukowati 172 Tlp. 0271-890 701
+Jl. Letjen  Sutoyo 35 Tlp. 0271-854 848


*Bali (5)
+Jl. Teuku Umar 204 Tlp. 0361-238 923
+Jl. Gatot Subroto 350D Tlp. 0361-416 228
+Jl. Sesetan Raya 356 Tlp. 0361-226 497
+Jl. Raya Tuban 50 Tlp. 0361-761702
+Jl. Ahmad Yani 49 Tabanan Tlp. 0361-813 583

*Semarang (5)
+Jl. Moroccan Raya 45B Tlp. 024-3304 2528
+Jl. Diponegoro 8H Tlp. 024-841 6930
+Jl. Majapahit 172 Tlp. 024-671 561
+Jl. Prof Hamka 21D Tlp. 024-762 7695
+Jl. Pandanaran 19A & 21 Tlp. 024-845 3232

*Malang (5)
+Jl. Wilis 1 Tlp. 0341-587 809/10
+Malang Town Square LO-3 No. 1-5 Tlp. 0341-559 006
+Jl. Raya Singosari 67 Kav A&B Tlp. 0341-452 611 
+Jl. J.A Suprapto 40B 7-8 Tlp. 0341-358 299
+Jl. Zainul Arifin 46-48 Tlp. 0341-341 825

*Samarinda (4)
+Jl. Awanglong 08 Tlp. 0541-749 699
+Jl. Bung Tomo Tlp. 0541-260 119
+Jl. Imam Bonjol 11 Tlp. 0541-742 295
+Jl. RE Martadinata 3 Tlp. 0541-411 3899


*Cimahi (2)
+Jl. Raya Cibabat 149, Cimahi Tlp. 022-665 8174
+RS Mitra Kasih Jl. Jend. Amir Machmud 341 

*Sumedang (2)
+Jl. Dangdeur 301 Jatinangor Tlp. 022-779 4816 
+Jl. Mayor Abdul Rahman 155 Tlp. 0261-910 0796

*Sukabumi (2)
+Jl. Jendral Ahmad Yani 195 Tlp. 0266-625 265
+Jl. Jend Sudirman 79 Tlp. 0266-220 518

*Padalarang: Jl. Raya Padalarang, Simpang Barat Tlp. 022-681 0151
*Purwakarta: Jl. Jend. Sudirman 24 Tlp. 0264-822 7501
*Gresik: Jl. Panglima Sudirman 8 Komplek Ruko 7 Tlp. 031-398 4901
*Kediri: Jl. Hayam Wuruk 79 Tlp. 0354-673 555 
*Sidoarjo: Jl. Thamrin 2 Kav D1 & D2 Tlp. 031-895 9524
*Madura: Bangkalan Plaza Lt. I FS 1-7 Tlp. 031-511 6250 
*Tulung Agung: Jl. P. Diponegoro 30 Tlp. 0355-715 4777 
*Balikpapan: Jl. Jend. Sudirman Kawasan Ruko Bandar Blok A No. 12 Tlp. 0542-720 3636
*Tanjung Pinang: Jl. Ir. Sutami 9 Tlp. 0771-317 800 

GOSIPNYA
Asaba adalah singkatan dari Aneka Sakti Bakti. Perusahaan ini mulanya merupakan distributor alat tulis kantor sejak tahun 1962. Pada 11 Mei 1974 Asaba Group didirikan. Untuk alat tulis kantor, grup ini memiliki beberapa anak cabang yang menghasilkan/mewakili merek-merek terkenal seperti Staedtler, Zebra, Parker, Rotring, Waterman, Max, Lion, Uchida, Lem Fox, President, Ibico, Dahle, Uchida, Quartet, Kobra, Develop, Sokkia, Optech, Surverylab, Graphtec, Mutoh, Silhouette, SkyJet, dan BlackJet. Grup ini juga merupakan distributor beberapa merek terkenal seperti Canon, Hewlett-Packard, Casio, Konika, Minolta, Sharp, Brother, MicroSurvey, Novell, UNIX, Microsoft, dll.

PT Asaba berkantor pusat di Jakarta dan memiliki 6 kantor cabang yang terletak di Bandung, Semarang, Medan, Yogyakarta, Surabaya, dan Balikpapan. Grup ini memiliki lebih dari 5.000 karyawan.

Untuk sektor kuliner, grup ini mempunyai Holland Bakery yang berdiri sejak tahun 1978 di Jl. Hayam Wuruk, Jakarta. Toko yang memiliki motto "Teratas Karena Kualitas" ini memiliki ciri sebuah kincir angin di setiap gerainya. Hingga tahun 2011 ada 182 gerai di seluruh Indonesia. GOSIPNYA pada tahun 2002 produk-produk Holland Bakery sempat dipalsukan oleh Kiatanto dengan nama Bakeri Holan.

Pada tahun 1982 Boedyharto Angsono mendirikan PT Samafitro. Perusahaan ini menjadi distributor tunggal mesin fotokopi Canon dan beberapa alat elektronik kantor. Produk yang dipasarkannya antara lain mesin tik elektronik, faksimile, mesin fotokopi digital, dan dispenser.

Pada 5 Januari 1991, salah satu putri Boedy, Alice menikah dengan Gunawan Santoso. Gunawan adalah anak kedua dari Lukman dan Mulyati. Ia menamatkan pendidikan teknik di University of Houston, Texas, Amerika Serikat. Dia meraih gelar insinyur elektro pada 1987. Di Amerika Serikat inilah Gunawan mengenal Boedy pada tahun 1989.

Gunawan memiliki 2 anak dan diserahi tugas mengurus 7 anak perusahaan Asaba. Sejak itu Gunawan jadi kaya raya. Di Desa Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, ia punya vila mewah bernama Kupu-Kupu di atas lahan seluas 25 hektare. Di sini ia memelihara lebih dari 20 ekor hewan buas, antara lain harimau, serigala, beruang, buaya, dan ikan piranha. Akibat memiliki berbagai satwa langka, Gunawan sempat dihukum lima bulan penjara di Pengadilan Negeri Cibadak, Sukabumi. Aneka binatang itu pun disita oleh Dinas Kehutanan Jawa Barat.

Pada 1 Oktober 1993 PT Promexx didirikan. Lewat perusahaan inilah Grup Asaba memasuki bisnis teknologi informasi. Masuknya Asaba ke jalur bisnis ini tak lepas dari booming teknologi komputer dan Internet pada 1996. Perusahaan ini bekerja sama dengan provider komputer e-Business dan Computer Associates. Selain menjadi distributornya, Asaba juga menyediakan pelatihan bagi penjual, pendukung teknis, dan pendukung pemasaran.

Boedy membangun bisnis berdasar kepercayaan. Karena itulah Boedy merupakan seorang Kristiani yang fanatik. Di Gereja Reformed Injili Indonesia, Boedyharto selain jadi pengurus juga dikenal sebagai donatur tetap. Ia dekat dengan Stephen Tong, seorang pendeta terkenal. GOSIPNYA setiap usai acara kebaktian di gereja, Boedy ikut membereskan meja dan kursi.

Boedy yang hobi main bola basket ini lalu merambah ke bisnis properti. Bersama putranya Stephen Angsono, ia mendirikan PT Giri Selo Indah (Grisenda) pada 1997. Perusahaan ini, antara lain, membangun perumahan Taman Grisenda di Jakarta Utara, satu kawasan dengan perumahan mewah Pantai Indah Kapuk.

Pada tahun 1997 ini, hubungan Gunawan dengan keluarga besar Boedy jadi memanas. Hal ini disebabkan ambisi Gunawan untuk menguasai 70 anak perusahaan Asaba (GOSIPNYA Gunawan ketahuan menggelapkan uang dan disuruh mengundurkan diri oleh Boedy tapi Gunawan malah melaporkan Boedy ke Polres Jakarta Barat, dengan tuduhan melakukan penggelapan pajak perusahaan senilai Rp 13 miliar. Tapi, tuduhan ini tak terbukti dan Gunawan pun kian tak disukai oleh orang-orang dekat Boedy di Asaba).

Paulus Tedjakusuma, Direktur Keuangan Asaba, menganggap Gunawan telah memutarbalikkan fakta. Menurutnya, justru Gunawan yang menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 25 miliar. Karena ini, Paulus melaporkan Gunawan ke polisi.

Pada tahun 2000, ternyata Gunawan divonis dengan hukuman dua tahun enam bulan penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. GOSIPNYA di depan bawahan kepercayaan Gunawan, Ahmad Fauzie Ranggi (yang juga teman dekat Boedy), Gunawan bersumpah akan menghabisi Boedyharto Angsono, Stephen Angsono, serta Paulus Tedjakusuma.

Gunawan lalu bercerai dengan Alice Angsono. Ia dikabarkan menikah lagi dengan seorang perawat di Rumah Sakit Soekanto di Kramat Jati, Jakarta Timur. Bersamaan dengan itu, keluarga Boedy menggugat Gunawan ke pengadilan. Gunawan dituntut untuk mengembalikan berbagai harta Boedy yang telah dikuasainya. Kekayaan ini berupa tujuh anak perusahaan PT Asaba, rumah di Taman Kebon Jeruk, Jakarta Barat, serta Vila Kupu-Kupu di Sukabumi. Gugatan keluarga Boedy akhirnya dimenangkan hakim.

Pelaksanaannya hingga sekarang belum selesai. Tanah di Vila Kupu-Kupu baru seluas 12,5 hektare yang bisa dikuasai kembali oleh keluarga Boedy. Salah satu kendalanya lantaran eksekusi kerap dihalang-halangi oleh orang-orang suruhan Gunawan. Ketika rumah di Taman Kebon Jeruk Blok U-9 Nomor 19 akan diambil alih, ibu Gunawan - Mulyati Santoso - dengan bantuan tiga anggota marinir yang berpakaian preman dapat meredam eksekusi.

Hal serupa juga terjadi pada eksekusi bangunan Vila Kupu-Kupu di Sukabumi. Bahkan vila mewah itu diketahui sudah beralih pemilik pada orang bernama Martoyo. Mobil BMW dan hewan-hewan peliharaan di vila itu juga dikabarkan telah diboyong oleh beberapa personel marinir. Sementara itu, vonis terhadap Gunawan dalam kasus penggelapan uang perusahaan ternyata dikuatkan oleh pengadilan banding. Begitu pula di Mahkamah Agung, pada 26 Juni 2002.

Berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap itu, pada 27 Juni 2002 Gunawan dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta. Karena LP Cipinang dikabarkan dipenuhi narapidana dan tahanan, lantas Gunawan dipindahkan ke LP Kuningan, Jawa Barat. Di penjara inilah Gunawan harus menjalani hukuman dua tahun enam bulan penjara.

Pada 15 Januari 2003, Gunawan kabur dari LP Kuningan. Ia berhasil mengelabui petugas LP yang ikut menjaganya ketika ia mengaku sakit dan berobat ke luar LP. Polisi segera memasukkan Gunawan dalam daftar buronan. Ketika itu, polisi sempat memburu Gunawan ke Vila Kupu-Kupu. Tapi, Gunawan tak ditemukan.

Enam hari setelah buron, Gunawan mengirim surat ke Kepala LP Kuningan, Bambang Irawan. Dalam surat yang tertulis di Singapura itu, Gunawan minta maaf kepada Bambang Irawan. Ia mengaku terpaksa kabur, karena kalau tetap berada di Indonesia akan terus dikejar-kejar oleh musuhnya. Gunawan juga meminta agar anak buah Bambang Irawan yang mengawalnya hingga ia bisa kabur jangan dihukum.

Pada 6 Juni 2003, Paulus ditembak di depan Hotel Golden di Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat. Paulus mengalami luka parah. Pada 19 Juli 2003, Boedy dan pengawalnya, Edy Siyep tewas ditembak dengan pistol FN-45 di Gelanggang Sasana Krida di Pluit, Jakarta Utara setelah Boedy keluar dari mobil Mercedes Benz S600.

Gunawan lalu mengoperasi wajahnya di Rumah Sakit Tria Dipa milik Dr. Afandi yang membuka klinik di Menteng. Gunawan juga beberapa kali mengubah nama menjadi Indra Amapta, Dustin Bakrie, dan Kevin Martin. GOSIPNYA ia terus gonta-ganti KTP karena harganya murah, sekitar Rp 100 ribu.

Sejumlah orang diperiksa, termasuk kakak dan adik Gunawan, yakni Sulistina dan Fitri. Terungkap kabar bahwa anggota kawanan pembunuh Boedy adalah kopral dua Suud Rusli dan letnan dua Syam Ahmad Sanusi yang pada tanggal 17 Agustus 2007 tewas tertembak di Kampung Cibeunying, Kelurahan Cilaja, Pandeglang, Banten. GOSIPNYA mereka hanya dibayar Rp 4 juta.

Bisnis Asaba berkembang terus hingga sekarang terutama Holland Bakery yang meningkat dari 183 gerai pada tahun 2012 menjadi 269 gerai pada tahun 2016.

Gereja Bethany Indonesia

Abraham Alex Tanuseputra (Tan Liat Gwan)
lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 1 Juni 1941
menikah 23 Februari 1963
meninggal 6 Agustus 2020

istri: Yenny Oentari
meninggal 11 November 2019

GOSIPNYA
Abraham Alex Tanuseputra dilahirkan sebagai anak kedua dari empat bersaudara laki-laki dalam sebuah keluarga apoteker. Ayahnya meninggal tiga bulan setelah menjadi pemeluk Kristen, sementara keluarga ibunya memang merupakan keluarga Kristen.

Tahun 1954, ia melanjutkan usaha ibunya. Sebagai keluarga Kristen, Alex telah pergi ke Gereja tetapi selalu menghindar ketika ditawari untuk melayani. Dalam sebuah pelayanan oleh Pdt. Dzao Sze Kwang, ia dinubuatkan akan menjadi Pelayan Tuhan. Nubuatan ini diteguhkan kemudian oleh Pdt. EB Stube.

Pada tahun 1965, ia menabrak seorang anak kecil. Anak kecil tersebut terluka sangat parah dan kematiannya tinggal menunggu waktu. Keluarga anak tersebut mengancam akan membunuhnya bila anak tersebut mati. Ia pergi ke sebuah gereja dan berdoa semalaman dan bernazar bahwa ia akan menyerah dan menjadi Pelayan Tuhan jikalau anak tersebut sembuh dan hidup. Anak yang sekarat itu dioperasi, sembuh, dan tetap hidup. Alex menyerahkan diri untuk melayani di gereja dan menjual hartanya, mendirikan 14 gedung gereja dan pos-pos penginjilan di Mojokerto.

Tuhan memintanya pindah dari Mojokerto ke Surabaya (GOSIPNYA sih ia pindah ke Surabaya setelah berbincang-bincang dengan Tuhan). Mulanya ia merasa berat karena pada waktu itu pelayanannya di Mojokerto mulai tertata. Pembangunan gedung gereja dengan 250 tempat duduk baru saja selesai. Awalnya ia menolak pindah karena di Mojokerto sudah punya rumah dan pelayanan mulai berjalan baik ditambah ia tidak punya rumah di Surabaya.

Tetapi, Tuhan mengatakan, “Tinggalkan semua dan pergi ke Surabaya!”. Pada waktu ia menolak, Andrew, anaknya yang ketiga yang sudah sembuh dari sakitnya dan bisa berjalan kembali, tiba-tiba tidak bisa berjalan lagi. Sekali lagi ia berunding dengan istri untuk pindah ke Surabaya, dan mereka sepakat untuk pindah ke Surabaya. Sesaat kemudian terdengar suara seperti sesuatu terjatuh di kamar Andrew. Ketika ia dan istrinya menuju kamar Andrew, mereka melihat Andrew sedang berjalan.

Karena kejadian itu, tahun 1977, ia pindah ke Surabaya beserta seluruh keluarganya. Seluruh 14 gereja yang telah didirikannya diberikan kepada pendeta lainnya. Ia memulai kembali membangun jemaat yang diawali dari 7 orang keluarganya sendiri. Ia kemudian bergabung di Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang memiliki sifat gereja lokal otonom.

Pada tahun 1987, sebuah gedung gereja di Jl. Manyar Rejo II/36-38 Surabaya berkapasitas 3.500 orang selesai dibangun. Pada saat itu, jemaat GBI yang digembalakannya telah mencapai 2.000 jiwa dari 7 orang pada tahun 1977. Pada tahun 1987 ini, diperkenalkan visi slogan "Successful Bethany Families". Pada tahun yang sama, tak lama setelah gedung GBI Bethany Jl. Manyar Rejo berdiri, ia memulai kembali visi pembangunan Graha Bethany di Jalan Nginden, Surabaya. Gedung ini selesai dibangun pada tahun 2000 dan memiliki kapasitas 20.000 orang jemaat. GOSIPNYA gedung ini adalah gedung gereja terbesar di Asia Tenggara.

Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo

Pdt. Dr. Ir. Timotius Arifin Tedjasukmana

Pdt. Dr. Yusak Hadisiswantoro, M.A.

Tahun 1988 dan 1989, GBI Bethany memulai pembukaan cabang di Indonesia bagian Barat dan Timur. Bethany Barat dipimpin oleh Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo dan Bethany Timur dipimpin oleh Pdt. Dr. Ir. Timotius Arifin Tedjasukmana sedangkan Bethany Tengah dipimpin oleh Pdt. Dr. Yusak Hadisiswantoro, M.A.. GBI Bethany menjadi salah satu bagian jemaat terbesar dari Sinode Gereja Bethel Indonesia. GOSIPNYA Yusak Hadisiswantoro memiliki anak bernama Sandra Angelia yang merupakan Miss Indonesia 2008. Ibu Sandra yang bernama Hanna Tanuseputra adalah anak Pdt. Abraham Alex Tanuseputra.


Sandra Angelia

Tahun 1997, Sinode GBI mengeluarkan keputusan bahwa nama-nama jemaat lokal (seperti Bethany, Tiberias, Mawar Saron, Rehobot, dan lain-lain) harus ditanggalkan dan digantikan dengan nama jalan di mana gereja lokal berdiri. Keputusan ini membawa kepada kerumitan bagi jemaat-jemaat lokal yang telah besar seperti Bethany dan yang lainnya. Banyak dari jemaat lokal yang belum mematuhi keputusan tersebut.

Tahun 2000, Sinode GBI kembali meneguhkan keputusan tahun 1997 tentang penanggalan nama-nama jemaat lokal. Akhirnya, pada tahun 2002, GBI Bethany Barat dan Timur menanggalkan nama Bethany. Sementara itu, Bethany Wilayah Indonesia Tengah menolak menurunkan nama Bethany.

Tahun 2003, pada tanggal 17 Januari 2003, Bethany Tengah secara resmi mengundurkan diri dari Sinode GBI dan mendirikan sebuah Sinode baru bernama Sinode Gereja Bethany Indonesia. Dalam titik ini, sebagian pendeta dari Bethany Barat dan Timur yang loyal kepada Pdt. Alex turut masuk ke dalam sinode baru ini. Sekalipun demikian, Pdt. Alex sendiri tetap menyatakan tidak masuk ke dalam Sinode Bethany dan tetap berdiri di Sinode GBI. Badan Pekerja Lengkap (BPL) Sinode GBI mengadakan rapat dan mensinyalir bahwa Pdt. Alex berdiri di dua Sinode, yang berujung pada pemecatan Pdt. Alex dari Sinode GBI.

Bulan Juli 2003, setelah pemecatan tersebut, Pdt. Alex secara resmi diminta bergabung ke dalam Sinode Bethany yang baru. Pada September 2003, Pdt. Alex secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum Sinode Gereja Bethany Indonesia. Tahun 2005 Alex bertengkar dengan sekretaris Bethany, Pdt. Leonard Limato sehingga Leonard keluar dan mendirikan gereja sendiri bernama Bethany My City di Mal Pakuwon, Surabaya.

Pada 15 April 2004, dimulai rencana pembangunan Menara Doa Jakarta. Tahun 2005, PT. Prasada Jasa Pamudja memulai kembali pembangunan Menara Jakarta setelah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Pdt. Alex merupakan Presiden Komisaris dari perusahaan konstruksi tersebut. Di lingkup Gereja Bethany, menara ini biasa disebut sebagai Menara Doa Jakarta atau Jakarta Revival Center. (GOSIPNYA sih awalnya ia menolak terlibat dalam proyek Menara Jakarta. Tapi setelah Tuhan memaksanya dengan memberinya badai musibah, ia pun terpaksa terlibat dalam proyek itu).

Pada 2009, dimulai pembangunan tahap kedua Graha Bethany Nginden dengan jumlah jemaat menjadi 35.000 dalam satu kali ibadah. GOSIPNYA hingga tahun 2011 GBI Bethany telah mencapai 1.000 cabang dengan jumlah jemaat sekitar 70.000 orang.

David Aswin Tanuseputra

Pada tanggal 16 Januari 2013 George Handiwiyanto, SE, SH, MH mewakili jemaat Gereja Bethany Surabaya melayangkan somasi 1508/Somasi/A/I/2013 kepada pendeta Abraham Alex Tanuseputra, selaku Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode Periode 2003-2007 untuk segera mempertanggung jawabkan kegiatan gereja, keuangan, inventaris dan aset pada jemaat. Somasi 1509/Somasi/A/I/2013 juga dilayangkan kepada pendeta David Aswin Tanuseputra yang merupakan anak Alex (GOSIPNYA sih Alex diduga korupsi uang jemaat Rp. 4,7 trilyun). Dugaan ini menyeruak di kalangan jemaat sejak 2007 dan sempat dimediasi oleh Kementrian Agama. Namun karena tidak ada itikad baik dari Alex, maka dalam mencari kebenaran dan keadilan, dikeluarkanlah somasi.

Menurut George, sejak dipilih dan dilantik sebagai Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode Gereja Bethany Indonesia 2003-2007, muncul dugaan Alex mengambil keuntungan dari persepuluhan dan sumbangan jemaat. Dugaan tersebut semakin menguat kala Alex tidak mau memberikan laporan pertanggung jawaban atas penggunaan dana sumbangan tersebut diakhir kepemimpinannya dan lantas terpilih lagi sebagai Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode Gereja Bethany Indonesia.

Pada tahun 2013 Gereja Bethany beberapa kali melaporkan pencemaran nama baik kepada George Handiwiyanto, Richard Handiwiyanto selaku advokat, serta Leonard Limato selaku pendeta. Pendeta Yusak Hadisiswantoro lalu dilaporkan dengan tuduhan telah melakukan pemalsuan surat dan atau memberi keterangan palsu yang digunakan untuk mengalihkan aset-aset gereja Bethany menjadi aset pribadi. Salah satu pendiri Sinode Gereja Bethany Indonesia, pendeta Leonard Limato, juga mensomasi Alex karena mengubah secara sepihak akte pendirian Sinode GBI. Pada bulan April 2014 Alex dan Limato menyudahi polemik ini dengan berdamai.

GOSIPNYA ada proses tukar guling dalam banyak kasus Alex. Sujarwo yang pernah melaporkan Aswin menggelapkan uang Gereja Bethany, ditahan atas laporan pemalsuan oleh Aswin. Setelah ditahan 20 hari, Sujarwo ditekan untuk mencabut laporan tersebut sehingga Sujarwo dilepas. Pencabutan laporan Sujarwo membuat loyalis Alex kesal karena Sujarwo melapor dengan alat bukti kuat. Sujarwo adalah Sekretaris Majelis Pekerja Sinode Gereja Bethany Indonesia. Selain itu, laporan Sujarwo didukung audit forensik Gereja Bethany yang dilakukan seorang doktor ilmu hukum yang memiliki jaringan di Kepolisian. GOSIPNYA untuk pembuatan audit forensik ini Alex mengeluarkan uang hampir Rp. 500 juta. Rinciannya Rp. 300 juta jasa pembuatan audit forensik, Rp. 50 juta uang kompensasi Sujarwo, sisanya untuk kebutuhan hidup istri Sujarwo dan biaya jasa hukum pengacara Sujarwo. Tukar guling kedua dengan Pdt. Bambang Yudho. Kompensasinya Bambang Yudho tidak akan dijebloskan ke penjara seperti Sujarwo, asal mau mencabut laporannya di Polrestabes Surabaya.

Gereja Bethany memiliki aturan dimana gembala baru ditunjuk langsung oleh gembala lama. Alex selaku gembala lama menunjuk anaknya Aswin sebagai gembala baru dan ditahbiskan pada 12 Juli 2012 di depan ribuan jemaat. Namun, tiba-tiba pada 28 Maret 2014, Alex menunjuk Sujarwo sebagai gembala jemaat. Padahal harusnya Alex tidak lagi berwenang untuk menunjuk gembala karena sudah mengangkat Aswin sebagai pengganti dirinya. Pada 3 April 2014 Aswin naik jip gelap dengan kencang dan zikzak lalu berhenti di depan rumah Alex. Aswin berteriak-teriak, “Pi, kita perang!” Kemudian Aswin, mengalihkan mobilnya masuk gereja Bethany. Ia menemui Pdt. Bambang Yudho dan Pdt. Drs. Ir. Sujarwo, di ruangan yang dikenal sebagai kampus STTS (Sekolah Tinggi Teologi Surabaya) yang berada di komplek gereja Bethany Nginden.

Menurut saksi mata yaitu Hendrik, Zamroni, Agus Yohanes dan David, Aswin meneriaki Pdt. Bambang Yudho, dengan kalimat-kalimat yang tidak enak didengar. Ketika meneriaki, Aswin membawa tongkat besi dan kayu disertai puluhan cleaning service dan tukang batu yang dibekali kayu dan besi. Karena tantangannya didiamkan saja akhirnya Aswin hanya memukul-mukul almari, meja dan tembok dengan besi.

Dua jam sebelum Aswin mengerahkan cleaning service dan tukang batu, ada tim pendeta dan wakil jemaat yang datang duluan. Mereka adalah mantan Sekretaris Umum Majelis Pekerja Sinode (MPS) Sujarwo, datang bersama Bambang Yudho, bendahara Bethany ibu Anik Halim, dan Pembela sidang Gereja Bethany Lokal Nginden, Santoso Tedjo. Tim yang dipimpin oleh Sujarwo ini ingin melaksanakan tugas dari perintis Alex untuk melakukan pemulihan manajemen karena gosip yang berkembang diluar, dana persepuluhan dan persembahan digunakan untuk foya-foya Aswin dan keluarganya. “Anaknya disewakan apartemen di Paris senilai Rp. 1 milyar untuk setahun. Baru dihuni satu bulan, anaknya pulang. Uang tidak bisa ditarik. Duit darimana Aswin, kalau bukan dari uang gereja. Makanya bapaknya menugaskan beberapa pendeta termasuk Pdt. Reno Helsamer, untuk melakukan pemulihan manajemen agar ada transparansi di publik atau minimal di jemaat,” jelas Sujarwo.

Karena merasa disingkirkan dari jabatan gembala jemaat, Aswin lalu menggugat Alex Rp. 51 milyar. Alex tidak terima dan balik menuntut Aswin karena dinilai melawan hukum. Aswin juga diminta membayar ganti rugi Rp 51.000.001.000 (lima puluh satu milyar seribu Rupiah) material dan immaterial. Aswin ternyata kesal karena hal lain juga, yakni karena Alex memiliki wanita idaman lain bernama Elke, janda kelahiran Manado, yang usianya 25 tahun lebih muda dari umur Alex. Alex ketika ditanya Jemaat dan pendeta soal isu hubungannya dengan teman sepersekutuan doa, tidak membantah maupun mengiyakan, Alex hanya tersenyum dan berkedip. Beberapa pendeta yang dekat dengan Alex menyaksikan perubahan gaya hidupnya sejak diisukan dekat dengan Elke, antara lain berpakaian dendy, rambut rapi dan sering bepergian sendiri, tidak mengajak istrinya Yenny Oentary yang kini mengalami stroke dan duduk di kursi roda. Meski GOSIPNYA Elke dibelikan rumah mewah di Citraland dan mobil mewah, konon Alex tidak pernah tinggal serumah dengan Elke. Sehari-hari Alex masih serumah dengan Yenny yang membuahkan tiga anak yaitu Hanna, Aswin dan Candra. Hanna keluar dari Bethany dan mendirikan gereja YHS yang sangat besar di Makassar dan Malang.

GOSIPNYA beberapa pendeta mengetahui bahwa Alex jengkel dengan Aswin karena rebutan cek Rp. 1,8 milyar hasil dari pembagian pembangunan Menara Doa Jakarta yang tidak jadi dibangun. Alex meminta bantuan Anik Halim, distributor sepeda motor Honda Surabaya yang setia pada Alex. Anik dikabarkan menghubungi pengacara Candra Srijaya yang punya kedekatan dengan pejabat di Polda. Melalui pengacara Lisa Hadi Linggo, Alex melaporkan Aswin dengan tuduhan merampas Giro Bilyet senilai Rp 1,8 milyar hasil dari pengurusan gedung Menara Doa Jakarta.

GOSIPNYA seorang pengurus gereja lokal di Surabaya mendengar Alex baru menjalani "suntik orok" di luar negeri. Biaya suntik orok sekitar Rp. 250 juta per satu kali suntik. Mereka yang pernah menjalani terapi suntik orok, mengaku vitalitasnya kembali seperti anak muda sehingga bisa ereksi untuk jangka waktu lama. GOSIPNYA Alex melakukan suntik orok untuk memenuhi hasrat biologisnya dengan Elke. GOSIPNYA lagi ada seorang jemaat menceritakan betapa besarnya gereja Bethany. Tidak hanya di Jakarta yang jemaatnya sekali kebaktian mencapai ribuan, pada hari Minggu saja ada kebaktian 5 kali sehari. Pelayanannya sangat profesional mulai dari worship leader, band pengiring, bagian teknologi informasi, bahkan petugas pelayanan sampai petugas persembahan pun dibayar, walau hanya sekadar uang transportasi.

Salah seorang pengurus gereja Bethany mengungkapkan sumber pendanaan Bethany berasal dari jemaat. Diantaranya perpuluhan dan kolekte yang ditransfer dari Bethany Surabaya ke masing-masing petugas pelayanan. Kebaktian di Bethany Jakarta sangat dahsyat layaknya menonton konser artis. Panggungnya berukuran sekitar 12 x 60 meter. Ada alat-alat band lengkap dengan pemainnya, layar lebar, pencahayaan meriah, dan dekor ruangan yang mewah. Artis-artis nasional kabarnya sering memimpin puji-pujian. Menurutnya, perpuluhan dari jemaat nilainya besar. “Jemaatnya kan relatif kaya-kaya. Kalau penghasilannya saja per orang sebulan Rp. 100 juta, perpuluhannya bisa Rp. 10 juta. Bahkan ada yang tempo hari perpuluhan sampai Rp. 200 juta. Begitu besar imannya kepada Tuhan, sehingga dengan sukarela mereka membantu gereja."

Karena sinode Bethany masih terus dituntut oleh umatnya agar dikembalikan menjadi milik umat, pada 12 Mei 2019 Aswin mendeklarasikan bergabungnya Gereja Bethany Surabaya ke dalam sinode Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI). Dengan bergabung ke sinode GSKI, sinode Bethany tidak bisa mempermasalahkan lagi masalah Bethany. Pada 26 Juli 2020 Leonard meninggal, sedangkan Alex meninggal 6 Agustus 2020. Masalah Bethany pun berakhir.